Kim Ji Yeoung Born 1982

Diatas adalah cuplikan Movie dan dibawah ada buku yang telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Awalnya aku melihat salah satu teman posting review buku Kim Ji Yeong, kesan pertama menarik cukup menarik, tapi kurang menarik untuk memaksa ku membacanya, maksdunya buku ini bercerita tentang wanita. Selanjutnya salah satu teman juga menyarankan untuk nonton movienya ya, awal nya aku nolak, karna pikirku teman ku udah baca, apa salahnya nonton dulu baru baca hehe..

dia lahir 1982, mungkin seusia remajanya masa masa sekolahnya adalah konservatif/v, maksdunya teknologi belum terlalu berkembang, mungkin perpindahan abad 20 ke 21. Ini adalah kisah Kim seorang wanita pekerja keras sampai pada titik perguruan tinggi, hingga akhirnya bekerja, dan akhirnya menikah.

Keputusan dimulai ketika mereka berdua harus memiliki anak, ya betul saja mereka memiliki anak sampai disini karir kim berhenti dan suami tetap bekerja seperti biasa. Semua seolah runtuh, baginya, belum lagi ketidakadilan disisi keluarga yang tanpa di sadari tertanam, misal ayah yang selalu menomor satukan anak (lk), atau nenek.

Keadaan Pskisis menekan perempuan  merasakan ketidakadilan gender, banyak sisi dari pendidikan, pekerjaan , rumah tangga, dan keputusan penting bahkan kejahatan prostitusi dibis, kamar mandi pun menjadi sorotan dari pengarang.

Kondisi sedikit berubah ketika dia memutuskan untuk meniti karir kembali, namun kebebasan nya belum tercapai, anaknya yang akan dititipkan seharian penuh tentu menjadi dilema sendiri bagi dia, suami nya telah mengizinkan dan membrikan solusi untuk cuti setahun (tukaran) namun pandangan dari pihak mertua tentu berbeda, sehingga sulit baginya memutuskan seolah ada perang berkecamuk dalam dirinya dan dihadapnnya.

selain itu dia juga mungkin strees tapi tanpa sadar, sering mengikuti karakter orang terdekat yang telah direkam/lalui selama hidupnya (kepribadian ganda).

Sebenarnya saya juga bingung, bagimana pilihan bagi kim, misalnya dia harus meniti karir siapa yang mendidik anaknya sewaktu kecil, pendidikan sangat penting bagi anaknya, solusi dua jika  dia merawat anaknya maka dia  merasa seolah terkurung (cita-cita pendidikan, kerja keras, belajar, usaha selama ini seolah sia).

Cuman saya coba berpikir, mungkin disisi film ini ingin melihatkan banyak sekali keputusan - keputusan besar perempuan harus melibatkan banyak pihak, kadang tidak dihargai. 

Kadang saya tersadar ternyata menjadi wanita sangat sulit mereka  tangguh

0 komentar:

Post a Comment

Kami mengucapkan terimakasih atas kunjunganya di blog ini, silahkan berkomentar dengan bijak dan membangun keilmuan kita bersama, terimakasih.