Pontianak – Sabtu (30/11/2019) Tiga Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas di Pontianak yakni AMKS PANTURA, AMKS MUARE ULAKKAN, AMKS SULTAN MUHAMMAD TSJAFIOEDDIN serta IKATAN SOLIDARITAS MAHASISWA PALOH, dan Komunitas GERAKAN PEMUDA KREATIF berinsiatif membantu warga asal Kabupaten Sambas  yang mengalami kecelakaan, yakni Sukri Hidayat (Kec.Tekarang) dan Satya Nugraha  (Paloh) yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit (RS) dr. Seodarso Pontianak.



Aliansi Mahasiswa dan Pemuda  membantu Satya dan Sukri dengan cara melakukan penggalangan dana di, Kota Pemangkat pada Jumat malam, Simpang Menara Air Ayani pada Sabtu Sore, dan akan di lanjutkan di hari Minggu  dengan target tiga titik yakni Bundaran Bambu Runcing, Bundaran Adisucipto, dan Simpang Menara Air Ayani.

Selain melalui Aksi Galang Dana di jalan Raya ,aliansi ini juga menerima donasi melalui transfer Bank dan uang tunai secara langsung.



Ketua ISMAPAL (Ikatan Solidaritas Mahasiswa Paloh), mengatakan Hal ini kami lakukan untiK  membantu sesama kawan, agar dapat bermanfaat sesama manusia "ujarnya. (30/11/2019)

Wiki selaku sukarelawan Aksi Galang Dana juga mengatakan kegiatan ini untuk membantu meringankan beban yang terkena musibah, selain membantu dia juga bahagia dapat membantu dengan menjadi sukarelawan karena merupakan bagian dari sedekah dan mendapat berkah dari Allah.

Sukri dan Satya sendiri sudah di rawat selama 5 Hari  “Kejadiannya  Sukri dan Satya yang mengendari kendaraan bermotor dari Kab.Sambas menuju Kota Pontianak, pada subuh dini hari (26/11/2019), di daerah Wajok bertabarkan dengan Mobil Tronton, menyebabkan kerusakan bagian kaki patah tulang pada kedua korban, dan memar di kepala, serta memar di bagian tubuh lainya, di perparah dengan keadaan motor yang hancur kondisi sampingnya serta ban yang tampak rusak parah"

Sementara itu, Sari Indah Dewi selaku anggota Asrama Mahasiswi Kabupaten Sambas Muare Ulakkan berharap untuk kesembuhan dek Sukri dan Satya “Semoga dengan menggalang dana ini, dapat meringankan beban biaya pengobatan, juga diberi kesembuhan” imbuhnya. 

Resume Evaluasi pembelajaran
1. 


1.   Pengertian penilaian otentik
Penilaian otentik adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan anak didik melalui berbagaiteknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran dan kemampuan (kompetensi) telah benar-benar dikuasai dan dicapai.
Prinsip-prinsip penilaian otentik adalah sebagai berikut:
  • Proses penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan .dari proses belajar
  • Penilaian harus mencerminkan masalah dunia nyata bukan masalah dunia sekolah
  • Penilaian harus menggunakan berbagai ukuran, metode dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman
  • Penilaian harus bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (kognitif, afektif dan psikomotor)
2.   Tujuan Penilaian Kelas
a. Penelusuran (Keeping track/0
b. Pengecekan (Checking Up)
c. Pecncarian (Finding Out)
d. Penyimpulan (Summing up)
3.   Fungsi penilaian kelas
a. Fungsi motivasi
b. fungsi belajar tuntas
c. fungsi sebagai indikator efektivitas pengajaran
d. fungsi umpan balik
4.   Prinsip kelas
a. mengacu ke kemampuan
b. berkelanjutan (berkesinambungan)
c. didaktis
d. menggali informasi
e. melihat yang benar dan salah

5.   Prosedur dan metode penilaian
Dalam proses belajar mengajar adalah interaksi yang efektif antara guru, siswa dan sumber belajar lainnya untuk mengetahui ketercapaian kompetensi guru melakukan penilaian secara terarah dan terprogram. Agar tujuan penilaian tercapai guru harus menggunakan berbagai metode dan teknik penilaian yang beragam sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik pengalaman belajar yang dilaluinya. Di antara metode yang dimaksud adalah penilaian tertulis, tes praktek, penilaian produk, penilaian proyek, peta perkembangan, evaluasi diri siswa, penilaian efektif dan portofolio.

2.      Menjelaskan penilaian diri
Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor. Penilaian konpetensi kognitif di kelas, misalnya: peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikirnya sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu.

Penilaian dirinya didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Penilaian kompetensi afektif, misalnya, peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu.

Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Berkaitan dengan penilaian kompetensi psikomotorik, peserta didik dapat diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.

Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain:
·         dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;
·         peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika mereka melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya;
·         dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.

3.      Menjelaskan Penilaian Sikap
Menurut Popham (1995), ranah afektif menentukan keberhasilan belajar seseorang. Orang yang tidak memiliki minat pada pelajaran tertentu sulit untuk mencapai keberhasilan belajar secara optimal. Seseorang yang berminat dalam suatu mata pelajaran diharapkan akan mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Oleh karena itu semua pendidik harus mampu membangkitkan minat semua peserta didik untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Selain itu ikatan emosional sering diperlukan untuk membangun semangat kebersamaan, semangat persatuan, semangat nasionalisme, rasa sosial, dan sebagainya. Untuk itu semua dalam merancang program pembelajaran, satuan pendidikan harus memperhatikan ranah afektif.
Sikap yang diintegrasikan dan dikembangkan yaitu sebagai berikut :
-          perilaku rasa ingin tahu
-          jujur
-          disiplin
-          tanggung jawab
-          santun
-          dapat bekerja sam
-          kritis dan teliti

4.      Menjelaskan penilaian hasil kerja siswa
Penilaian untuk kerja merupakan teknik penilaian berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktivitas peserta didik dalam melakukan sesuatu, penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaiannya kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu misalnya, penyajian lisan: keterampilan berbicara, berpidato, berdiskusi, pemecahan masalah dalam diskusi dan praktek shalat.
Cara penilaian ini dipercaya lebih otentik dan mencerminkan kemampuan peserta didik yang sesungguhnya dibandingkan dengan tes tertulis, hasil penilaian ditaksir ke dalam suatu skor yang mengacu pada penilaian kinerja dengan menggunakan ceklis atau skala likert misalnya, sangat baik, baik, cukup, kurang dan sangat kurang.

5.      Menjelaskan Penilaian kinerja
Pengertian Penilaian Kinerja menurut Hasibuan (2000:87) : Penilaian kinerja adalah kegiatan manajer untuk mengevaluasi perilaku prestasi kerja pegawai serta menetapkan kebijaksanaan selanjutnya. Evaluasi atau penilaian perilaku meliputi penilaian kesetiaan, kejujuran,kepemimpinan, kerjasama, loyalitas, dedikasi, dan partsipasi pegawai.
Tujuan Penilaian Kinerja
Tujuan dari Penilaian Kinerja adalah sebagai berikut
1. Sebagai acuan untuk menentukan kompensasi, struktur upah, kenaikan gaji,                          promosi dan lain-lainnya.
2.     Untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karyawan sehingga manajemen     dapat menentukan orang yang tepat pada posisi pekerjaan yang tepat.
3.    Untuk menilai potensi yang ada di dalam diri seorang karyawan sehingga dapat  merencanakan perkembangan karir lebih lanjut bagi karyawan yang bersangkutan.
4.  Untuk memberikan feedback atau umpan balik kepada karyawan tentang kinerjanya.
5.      Sebagai dasar untuk mempengaruhi kebiasaan karyawan.
6.  Untuk meninjau dan menyelenggarakan program pelatihan promosi ataupun program-program pelatihan lainnya.

6.Menjelaskan Penilaian proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas.
Dalam penilaian proyek umumnya menggunakan metode belajar yang memecahkan masalah sebagai langkah awal dalam pengumpulan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata.
Suatu proses pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari perencanaan, kegiatan belajar mengajar, dan evaluasi. Kegiatan belajar mengajar yang dirancang dalam bentuk rencana mengajar disusun oleh guru dengan mengacu pada tujuan yang hendak dicapai. Untuk mengetahui berhasil tidaknya tujuan yang diharapkan, maka guru perlu adanya evaluasi.

7.      Menjelaskan Penilaian portofolio

Secara etimologi, portofolio berasal dari dua kata, yaitu port (singkatan dari report) yang bearti laporan dan folio yang bearti penuh atau lengkap, jadi portofolio bearti laporan lengkap segala aktivitas seseorang yang dilakukan . Penilaian Portofolio merupakan perluasan dari penilaian ‘test score’ dengan memasukkan substansi deskripsi dari apa yang dapat dilakukan siswa dan apa yang dialami siswa. Dasarnya adalah siswa dapat mendemonstrasikan apa yang dapat mereka lakukan dan apa yang mereka ketahui.

Dalam
penilaian portofolio ini, informasi dikumpulkan melalui berbagai sumber, dengan berbagai metoda, dan dalam beberapa titik waktu dari suatu rentang waktu. Isi portofolio , atau yang sering disebut artifak, bisa terdiri dari gambar, photo, tulisan atau hasil kerja lain, disket komputer, dan juga termasuk salinan nilai test khusus. Sumber data bisa dari orang tua, staf, atau anggota lain dilingkungan sekolah dan lingkungan belajar siswa . Menurut Hamzah B Uno ( 2014 : 26) menyatakan bahwa portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu.

8.      Penilaian tes tertulis

Menurut Griffin & Nix (1999), Penilaian merupakan suatu pernyataan berdasarkan sejumlah fakta untuk menjelaskan karakteristik seseorang atau sesuatu.
Menurut Suharsimi Arikunto penilaian adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat kualitatif. Penilaian adalah kegiatan untuk mengetahui apakah sesuatu yang telah kita kerjakan (program pengajaran) telah berhasil atau belum melalui suatu alat pengukuran yang dapat berupa tes ataupun nontes.
Penilaian tertulis (paper andpencil assessment) merupakan penilaian dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan.(Nurlaili, Pdf).Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya. (Handa Out MGMP, 2006).

9.