Hukum BUKA WARUNG MAKAN DI SIANG HARI BULAN PUASA


Tanya:

Saya usaha membuka warung makan di dekat terminal. Apa hukumnya membuka warung makan pada siang hari di bulan Ramadhan? Adakah adab yang perlu saya perhatikan?


Jawab:
Bismillahir-rahmanir-rahim. Masalah ini banyak ditanyakan, bahkan juga di manca negara. Pada umumnya fatwa-fatwa yang dikeluarkan mengenai hal tersebut menyatakan bahwa tidak boleh menjual makanan atau minuman di siang hari Ramadan kepada orang-orang Muslim yang wajib puasa yang diketahui akan memakan makanan itu di siang Ramadan. Dasar pelarangan tersebut adalah firman Allah, “... dan bertolong-tolonganlah kamu dalam ketakwaan dan jangan kamu bertolong-tolongan dalam perbuatan dosa” [Q. 5: 2].

Menjual makanan atau minuman kepada orang yang tidak berpuasa Ramadan pada hal ia wajib menjalankannya dipandang sebagai bertolong-tolongan atas perbuatan dosa, yaitu tidak menjalankan puasa. Oleh karena itu hal tersebut dilarang. Sebaliknya kita wajib bertolongan-tolongan dalam mewujudkan ketakwaan, yakni mendorong dan mengajak orang untuk melakukan puasa. Menjual makanan di siang Ramadan dianggap berseberangan dengan tujuan ini. Oleh karena itu sebagai tindakan preventif (sadduz-zari’ah), fatwa-fatwa tersebut melarang menjual makanan di siang Ramadan kepada mereka yang wajib berpuasa.

Adapun menjualnya kepada orang yang tidak wajib melaksanakan puasa Ramadan dibolehkan. Orang yang tidak wajib berpuasa Ramadan itu meliputi (a) orang yang mendapat rukhsah (dispensasi) untuk tidak berpuasa, seperti orang sakit, musafir, orang sangat tua, dan lain-lain, (b) orang yang tidak dikenai taklif berpuasa, yaitu anak di bawah umur dan orang tidak berakal (gila atau pikun berat), (c) orang yang dilarang berpuasa, yaitu wanita yang sedang haid dan nifas, dan (d) orang yang tidak beragama Islam. Kepada mereka ini dibolehkan menjual makanan di siang Ramadan.

Tidak ada nas khusus yang melarang secara tegas menjual makanan di siang Ramadan. Dalil yang biasa digunakan untuk pelarangan tersebut adalah ayat 2 al-Maidah yang dikutip di atas yang sifatnya umum. Oleh karena itu Ustaz Ahmad Hassan dalam buku Soal Jawab Masalah Agama menegaskan, “Secara umum orang yang menjual makanan di siang bulan Ramadan tidak dapat disalahkan. Tetapi kita wajib menghormati bulan itu dan menjaga syiar Islam.”

Tujuan dari semua ini adalah agar kita menjaga kesucian bulan Ramadan, memelihara lingkungan yang kondusif untuk beribadah, dan menciptakan kenyamanan bagi orang yang berpuasa. Namun di lain pihak ada di dalam masyarakat segolongan orang yang memang tidak wajib berpuasa dan membutuhkan jasa pelayanan makanan dan minuman. Oleh sebab itu apabila ada yang berjualan makanan dan minuman di siang hari Ramadan hendaklah menutup rapat tempat berjualannya sehingga tidak tampak dari luar ada orang sedang makan atau minum di dalamnya.

(Sumber: Tanya Jawab Puasa Ramadhan oleh Prof.Dr.H.Syamsul Anwar, MA).
Postingan ini diambil dari postingan Fb Ust.Arsip Widodo dan sudah mendapatkan izin

0 komentar:

Post a Comment

Kami mengucapkan terimakasih atas kunjunganya di blog ini, silahkan berkomentar dengan bijak dan membangun keilmuan kita bersama, terimakasih.