Emansipasi Generasi Millenials dalam Upaya Membentuk Karakter Peduli Kependudukan

Era Industri 4.0 menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi kalangan millenials, berbagai industri keratif berhasil digaungakan oleh mereka, bahkan dengan bermodalkan satu ponsel pintar, mereka dapat lebih mapan dari segi finansial daripada generasi sebelumnya, hal ini tentu saja menjadikan industri 4.0 perhelatan seru, tidak heran jika generasi milenials dapat bekerja di mana saja melalui berbagai platform sebut saja Youtube, Instagram, Blogger dsd.
 
Selanjutnya, berdasarkan laporan yang berjudul World Population Prospect memprediksi bahwa Indonesia memasuki era bonus demografi pada tahun 2020-2030, secara sederhana bonus demografi adalah keadaan dimana jumlah penduduk muda lebih banyak dari pada jumlah penduduk berusia tidak produktif, tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi gen millenials sebagai penyadang bonus demografi. apakah dapat dimanfaatkan secara maksimal atau menjadi malapetaka, apalagi dalam membentuk generasi yang peduli kependudukan.

Bicara tentang generasi Millenials dan kependudukan, apakah dan siapakah generasi millenials itu dan bagaimana peran mereka dalam upaya membentuk karakter peduli kependudukan.

Generasi Millenials menurut William Straus dan Neil Howe dalam (Arum, 2018:1) adalah keadaan dimana perkembangan dan pertumbuhan dalam kehidupanya dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, sehingga mengalami pertumbuhan yang sangat cepat, lahir pada kurun waktu 1980-2000 an.

Lantas bagaiamana kedudukan dan fungsi generasi millenials sebagai penyandang bonus demografi dalam menghadapi tantangan kependudukan.

Peran millenials dianggap sangat penting mengapa, karena mereka adalah generasi terbarukan Indonesia, dan menjadi suatu peluang besar, apalagi dengan bonus demografi, sehingga diperlukan kaum millenials yang kreatif dan inovatif serta mampu meningkatan indeks pembangunan manusia dan peduli terhadap perkembangan kependudukan. 

Suasana Kaum MIllenials yang sedang belajar
Pengertian kependudukan menurut Donald J dalam buku (Ahmad Faqih, 2010:3), ilmu yang mempelajari secara statistik tentang besar, komposisi dan distribusi penduduk beserta perubahanya, sepanjang masa melalui bekerjanya lima komponen yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial.

Pertumbuhan Kependudukan dan masalah yang dihadapi (Salim: 2000) dalam buku (Soeroso, 2005:7), menjelaskan masalah kependudukan generasi pertama, seperti demografi, kuantitas penduduk (gizi, kesehatan, pendidikan), mobilitas (imigrasi, transmigrasi), dan bidang usaha penduduk (lapangan kerja, penganggguran dan lain-lain). Kemudian berkembangan generasi kedua seperti kesukuan, urbanisasi, dampak kependudukan terhadap lingkungan hidup dan konflik social.

Kependudukan mencakup segala bidang karena itu perlu upaya sadar dan terencana membantu masyarakat  agar memiliki pengetahuan dan kesadaran tentang kondisi kependudukan serta keterkaitan timbal balik antara perkembangan kependudukan yaitu kelahiran, kematian, perpindahan serta lingkungan hidup sehingga memiliki prilaku yang bertanggung jawab dan ikut peduli dengan kualitas hidup generasi sekarang dan seterusnya.

Ada beberapa alasan mengapa emansipasi para generasi millenials, memiliki peran strategis dalam kerangka pembangunan nasional dan kependudukan, adalah sebagai berikut

Pertama, kaum millenilas memastikan diri untuk aktif dan ikut peduli terhadap lingkungan, laju pertumbuhan penduduk, agama, sosial, kehidupan ekonomi, lingkungan hidup dan masalah sosial lainnya.

Kedua, gen millenials mudah menyebarkan informasi mengenai kependudukan di Internet sesuai dengan Survey  Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia dan Majalah TeknoPreneur, jumlah pengguna internet Indonesia sudah mencapai 143,26 juta jiwa pada tahun 2017. jumlah ini terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, sebagai generasi millenials yang kreatif mereka dapat mengakampanyekan isu kependudukan dan hal yang di anggap penting memalui platform media sosial, sebut saja Youtube, Instagram, Blogger, Twiteer dan lain-lain, tentu dengan jumlah pengguna yang banyak jika konten yang diciptakan dapat menarik berbagai perhatian akan sangat bermanfaat untuk kedepanya.

Ketiga, generasi millenials adalah generasi yang yang konwledgable, bukan hal aneh kaum millenials sering disebut generasi yang punya curiosity tinggi terhadap banyak hal yang cenderung kritis. Karakter ini yang menjadikan mereka rajin mencari tahu tentang banyak hal, termasuk tentang apa yang mereka mau dan mereka pilih (Arum, 2018:35). 
Calon penerus bangsa

Itulah beberapa alasan tentang peran penting generasi millenials sebagai bagian dari karakter yang peduli  kependudukan dan sebagai upaya untuk meningkat sumber daya manusia di Indonesia, harapanya dengan adanya bonus demografi dan gen millenials yang semakin kreatif,inovatif dan cerdas dapat membantu mengatasi masalah kependudukan dan masalah sosial lainya, tentu untuk Indonesia semakin hebat.
                      
Daftar Pustaka :
Faiza Arum, Sabila J, 2018. Arus Metamorfosis Millenials. Sunan Ampel : Ermest,.
Faqih, Ahmad. 2010. Kependudukan Teori, Fakta, dan Masalah. Yogyakarta : Daer Publish.
Soeroso Santoso. 2005. Mengarustamakan Pembangunan Berwawasan Indonesia. Jakarta :    Buku Kedokteran.
























































0 komentar:

Post a Comment

Kami mengucapkan terimakasih atas kunjunganya di blog ini, silahkan berkomentar dengan bijak dan membangun keilmuan kita bersama, terimakasih.