Earth Hour dan Emansipasi Emak-Emak Sebagai Upaya Mencegah Global Warming

Tidak bisa dipungkiri dong, kehadiran emak-emak di dunia ini bagaikan seorang bidadari yang terjun dari langit dengan segala kemampuan nya, emak dapat mengerjakan segala hal mulai dari mencuci, masak, pelayan suami, istri solehah, bekerja, atau alarm ketika ingin pergi sekolah, intinya emak emak adalah sosok talented banget.



Emak memliki kedudukan dan fungsi legislatif tertinggi dalam memanajemen keuangan keluarga bisa dikatakan Presiden atau Bendahara tapi lebih tepatnya sebagai Administrator, selain itu emak juga sering memperingati kita kalau berlebihan dalam menggunakan sesuatu misalnya listrik, nak jangan lupa matikan kipas angin, atau matikan lampu sebelum tidur, atau jangan lupa matikan televisinya, hal-hal sederhana seperti ini bahkan sudah dilakukan sebelum cerimony Earth Hour dibumingkan.

Bicara tentang Earth Hour apa sih itu ? Jadi Menurut WWF Earth Hour adalah sebuah gerakan yang mengajak publik untuk melakukan aksi guna mengurangi dampak pemanasan global, atau dikenal dengan aksi pemadaman lampu dan alat elektronik selama 60 menit dengan simbol 60+, gerakan ini dimaksudkan untuk memberi waktu sejenak untuk Bumi beristirahat dan mengurangi dampak berbahaya.

Nah, ibartakan tubuh kita ni yang sering terpapar radiasi dari handphone atau media elektronik tentu sangat berbahaya bukan bisa menyebabkan berbagai penyakit muncul, dari radiasi tersebut, nah kenapa tidak kita beri perlakuan yang sama untuk bumi yang telah merelakan tubuhnya di perkosa dan dijambah dengan membabi buta oleh manusia untuk beristirahat sejenak sebagai bentuk terimakasih, dan syukur kita.

Earth Hour di Indonesia sendiri adalah sebuah gerakan yang  sudah dimulai sejak tahun 2009 oleh WWF Indonesia, namun kini Earth Hour digerakkan oleh 3000 relawan yang berada dari Sabang hingga Merauke berjajar para barisan manusia yang peduli dengan lingkungan.

Gerakan Earth Hour tentu sangat pantas didukung karena sesuai dengan cita-cita pemerintah untuk menurunkan emisi gas kaca sebanyak 29 persen pada 2030.

Lantas peranan apa saja yang dapat diambil oleh emak-emak dalam mendukung gerakan Earth Hour 2019, pertama emak harus membuat kebijakan yang kebetulan kegiatan itu dilakukan pada hari ini untuk mematikan perangkat elektronik mulai dari listrik dan lainya selama satu jam, tentu emak memilik peranan yang penting biasanya kalau anak yang memberi kebijakan maka kebijakan itu kemungkinan tidak akan berlaku karna itu emak sangat penting meperkarsai gerakan ini tentu pertimbangan ini dilakukan karena emak merupakan pemegang kebijakan tertinggi.

Karena malam nya mematikan lampu ada baiknya emak menyediakan makan malam diluar rumah atau makan malam dengan menggunakan pelita atau penerang seperti lilin, agar kegiatan ini dapat menyatukan hubungan keluarga yang mungkin saja sedikit renggang.


Melihat Bintang dilangit, nah sebenarnya ini recommended banget buat emak dan keluarga mengapa tidak, jika kebijakan earth hour dilakukan disemua tempat seharunya bintang dan bulan akan bersinar secara klimaks, seperti film Twilight, kebayang dong gimana serunya.

Berkemah diluar rumah atau menyalakan api unggun, nah walaupun bukan menyambut tahun baru tentu kegiatan ini sangat cocok dilakukan, selain menambah keabrakan,perut kenyang hati pun senang.
Terus, kapan dong kegiatan Earth Hour dilakuan yakni setiap sabtu, dipekan akhir maret selama satu jam mulai dari pukul 20.30 hingga 21.30.

Tak hanya mematikan lampu saat hari H, diharapkan gerakan ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi tren, meski kegiatan ini sangat sederhana namun akan berdampak sangat besar, jika dilakukan secara berkelanjutan, tentunyan sebagi cita-cita bersama seluruh makhluk dimuka bumi untuk tetap bisa tinggal dengan nyaman dan aman.

Terus kenapa sih Earth Hour sangat penting, kita analogikan saja setiap hari ada berjuta-juta manusia menggunakan listrik dan begitu banyak energi yang terkuras, mungkin kita tidak sempat memikirkannya, hal ini tanpa kita sadari akan berdampak buruk terhadap lingkungan, salah satu dampak paling buruk adalah kemunculan emisi karbon, nah emisi karbon ini yang menjadi pendorong kemunculan pemansan global.
Agar dapat membuat hati teman-teman dan para pembaca tergerak ada baiknya kami jelaskan apa saja dampak dari pemanasan global.

Adapun dampak pemanasan Global adalah sebagi berikut pertama, perubahan iklim dan cuaca, jika perubahan iklim dan cuaca tidak stabil tentu dapat berdampak buruk bagi keberlangsungan ekosistem di dunia ini.

Hujan Asam, Asap hasil pembakaran batubara dan minyak akan manghasilakan emisi SO dan Nitrogen oksida, nah inilah yang menyebabkan Hujan Asam, dan dapat mengakibatkan kerusakan pada logam dan tanaman, mengabiktaka kesulitan dalam pernapasan,

Es Kutub dan Selatan mencair, sebagian Es Kutub akan mencair maka panas matahari akan semakin banyak terserap dan menimbulkan panas, hal ini akan menyebabkan debit air dibumi bertambah dan hewan yang hidup dikutub kehilangan habitatnya.

Lapisan Ozon Menipis, dampak dari kerusakan lapisan ozon adalah sinar matahari akan langsung berpaparan dengan kulit manusia dan seluruh permukaan bumi tanpa ada penyaring, bagi manusia jika mendapatkan sinar ini secara berlebihan akan mengakibatkan kanker  kulit yang sangat berbahaya.

Nah, sudah tahu kan betapa berbahaya nya efek pemanasan global bagi bumi, bukan hanya kamu yang akan tekena efek namun dapat merambah hingga ke-anak cucu dan 7 keuturan selanjutnya, ya udah sebagai bukti kita peduli terhadap bumi dan seisinya yok kita dukung gerakan Earth Hour sebagai bagian dari kepedulian kita bersama.

Gue nggak akan menyesal menulis ini, karna bagaimanapun setiap gerakan yang kita lakukan akan berdampak walapun kecil, eits malah menyimpang dari peran emak-emak, and than pesan buat seluruh emak agar dapat meciptakan regulasi yang baik untuk menghemat listrik dan energi di muka bumi ini, sekian salam bijak.

17 comments:

  1. Wkwk mantab. Earth hour Goeslaw to emak emak

    ReplyDelete
  2. https://www.bluverand.com/2019/03/earth-hour-pontianak-wwf-2019-millennials.html?m=1

    Up up tulisan saye ttg earth hour 😁

    ReplyDelete
  3. Serem juga ya imbas pemanasan global. Sayangnya kemarin debat capres bertepatan sama earth hour, jadi kayaknya banyak yg gak ikutan gerakan ini karen nonton acara tsb

    ReplyDelete
  4. Yaaah, aku malah baru tau jadwalnya. Jadi kemaren ngga ikutan. Hehe. Kutub utara mulai mencair, beruang kutub kasian, air laut naik, pulau-pulau kecil mulai tenggelam. Sedih juga dampaknya nggak main-main.

    ReplyDelete
  5. Salut dengan ide emak dengan segala kemampuannya dalam Gerakan Earth Hour. Buat api unggun di luar sekaligus mempererat keluarga, jadi ingat kemah pramuka.. Bisa ditiru sih untuk anak muda.

    ReplyDelete
  6. Hihii the power of emak to save the world. Apalagi emak yang mengajak keluarganya untuk ikut menjaga bumi, rhe best emak itu 👌

    ReplyDelete
  7. Hihii the power of emak to save the world. Apalagi emak yang mengajak keluarganya untuk ikut menjaga bumi, rhe best emak itu 👌

    ReplyDelete
  8. Hihii the power of emak to save the world. Apalagi emak yang mengajak keluarganya untuk ikut menjaga bumi, rhe best emak itu 👌

    ReplyDelete
  9. Aku sudah melakukan itu, sekalian hemat listrik juga kan. Lumayan lho....

    ReplyDelete
  10. Saya udah sering melakukan earth hour dengan gak hidupin lampu, tv, magic com dan mesin cuci. Melakukannya di siang hari, di jam tidur siang. Hehe. Lumayan lah yaaa

    Salam manis,
    -- artha, pake HP suami. Hehe --

    ReplyDelete
  11. The power of emak-emak, emang emak-harus serba bisa termasuk dalam urusan Hemaat listrik bisa mengurangi biaya bulanan jg

    ReplyDelete
  12. Karena bumi kan emang rumah buat semua makhluk, harusnya ya semua makhluk terutama manusia bisa jaga. And the power of emak emak seperti yang diceritakan ini emang jadi salah satu jurus jitu buat jaga bumi hehehe nice article..

    ReplyDelete

Kami mengucapkan terimakasih atas kunjunganya di blog ini, silahkan berkomentar dengan bijak dan membangun keilmuan kita bersama, terimakasih.