Timbang-timbang Bakal Calon Legislatif Asal Sambas Menuju DPR-RI Dapil Kalbar 1 : Analisis dan Tinjauan

Timbang-timbang Bakal Calon Legislatif Asal Sambas Menuju  DPR-RI Dapil Kalbar 1 : Analisis dan Tinjauan. Tahun 2019 dipastikan sebagai tahun-tahun politik Indonesia, kontestasi politik dapat dilihat dari pemilihan  Presiden, DPR-RI- DPD RI, dan DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten,
Persaingan politik di Indonesia bahkan sudah menyerang berbagai lapisan mayarakat, di mana-mana kita  selalu diperlihatkan ajang diskusi mengenai pasangan calon Presiden RI, dan calon anggota legislaif politik lainya  .

Hal ini juga diperkuat dengan  berbagai  baliho/poster yang menghiasi bak lampion di kota Singkawang, sepanjang terdapat jalan/trotoar maka akan selalu ada poster para calon pemimpin bangsa ini, tentu dengan  jumlah yang tak terhitung, perilaku  ini  dapat dimaklumi karna pemilihan calon Presiden dan anggota legislatif adalah penentu tonggak peradaban di Indonesia.

Selain pemilihan Pemilu Presiden 2019, kita juga di hadapkan dengan pemilihan anggota legislatif, pada kesempatan kali ini kami akan mengkaji lebih dalam tentang calon legislatif DPR-RI Dapil Kalbar 1, khusunya yang berasal dari Kabupaten Sambas.

Sebelum membahas lebih dalam sebaiknya kita mengetahui  tentang Tugas dan Wewenang  DPR-RI, DPR-RI memiliki tugas dan fungsi legilasi, fungsi anggaran, fungsi pengawasan dan tugas DPR lainya, menyerap, menghimpun dan menindaklanjuti aspirasi rakyat, memberikan persetujuan kepada Presiden untuk menyatakan perang ataupun perdamaian dengan negara lain, mengangkat dan memberhentikan anggota komisi Yudisial (www.dpr.go.id diakses pada tanggal 14/3/2019).

Aanalisis ini menggunakan pendekatan penulis dan kajian yang kami lakukan tanpa terafiliasi dari partai politik manapun berdasarkan analisis dan tinjauan,

Rasio jumlah kursi DPR RI Capil Kalbar tiap Kabupaten Kota Kalimantan Barat. dengan kuota kursi DPR RI KALBAR 8, Analisis pada kajian kekuatan masing masing Bakal Calon Legislatif 2019,  Jika kita melihat dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT),dan Daftar Calon Tetap (DCT) adalah sebagai berikut :



Sumber Gambar www.Kpu.Go.id

Sumber Gambar www.Kpu.Go.id


Peta posisi Caleg RI Dapil Kalbar 1, kota Pontianak dengan 49 Jumlah calon Legislatif dan diusung oleh banyak Partai Politik , antara lain PKB,  Gerindra, PDI-P, Golkar, Nasdem, Garuda, PKS, Perindo, PPP, PSI, PAN, dan lain-lain, sementara untuk wilayah Sambas hanya mengusung 4 Caleg dengan usungan sebagai berikut PKS, Perindo, PSI, PAN, Ketapang dengan 2 Caleg, Mempawah 4, Kayong Utara 2, Kubu Raya 6, Bengkayang 1, Landak 6, Singkawang 2, Daerah lain 37, dengan jumlah 113 calon Legislatif yang bersaing memperebutkan 8 kursi Dapil Kalbar 1. (sumber https://kalbar.kpu.go.id/berita/pengumuman-dct-anggota-dpr-dapil-kalbar-pemilu-2019 diakses pada tanggal 3/15/2019).

Selain itu, untuk tahun 2019 partai  yang tidak mencapai (Perlementary Threshold) atau ambang batas perolehan suara minimal partai politik dalam pemilihan umum untuk diikutkan  dalam penentuan perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rekyat (DPR), berdasarkan undang-undang No. 17 tahun 2017, tentang Pemilu yang menaikan batas parlemen menjadi 4% di Pemilihan legislatif 2019, sehingga besar kemungkinan partai baru yang tidak mencapai 4% suara nasional tidak akan mendapatkan kursi untuk DPR-RI.

Setelah memastikan setiap kabupaten/kota mendapatkan jumlah kursi berdasarkan peluang yang dihitung secara matematis maka dapat dipastikan Kabupaten Sambas akan mendapatkan satu kursi  di Parlemen dengan syarat partai yang di usung lolos dari Palementary Threshole, dengan rasio 1,35 dan berpontensi untuk 2 kursi.

Melihat peluang tersebut ternyata di Kabupaten Sambas hanya mencalonkan 4 orang  Calon


 Selanjutnya kita akan menganalisis kekuatan Partai Politik dan Figur yang di usung :
Pertama partai PKS (Partai Keadilan Sosial), dengan Asumsi lolos Parlementary Threshold, dengan mengusung 8 Calon legislatif, 7 dari Kota Pontianak sehingga bisa terjadi perpecahan suara di kota ini sedangan Ir.H.Hasanhusi M.M satu satunya yang berasal dari Sambas, dengan daftar pemilih tetap lebih dari empat ratus jiwa sehingga sangat memungkinan Calon Legislatif yang berasal dari selain Sambas, akan menjadi penyumbang suara bagi partai, demi menaikan satu orang dengan suara terbanyak, apalagi dengan isu Sambas memilih Sambas, tentu sangat menguntunkan bagi Ir. H. Hasahusi M.M dan meningkatkan potesi naik di Senayan selain itu, kekuatan dan jenjang karir  Ir.H.Hasanhusi M.M yang sudah dimulai sejak tahun 1990 an sampai sekarang, pernah menjabat sebagai staf ahli Bupati Sambas bidang Ekonomi dan Keuangan, Asisten Administrasi Umum dan Aparatur Sekda Kabupaten Sambas, Ketua LPTQ Kab.Sambas, pernah menjadi Calon Wakil Bupati Kabupaten Sambas, tentu dengan rasio 1,33 diatas, Ir.H.Hasanhusi juga dapat diperhitungkan sebagai pengambil peluang 1,33  tersebut.

Selanjutnya adalah Partai PAN (Partai Amanat Nasional), dengan asumsi lolos Parlamentary threshold, sosok yang diusung adalah H. Guntur, SP, MM, selain trackrecord yang baik, seperti pernah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kalbar, menjabat sebagai ketua DPD PAN Kab. Sambas, namun akan ada sedikit problem salah satu calon angota legislatif DPR-RI yang bersal dari daerah lain sama-sama di usung oleh PAN, yakni Ketapang  dengan 2 Daftar Calon Tetap, salah satu adalah H. Boyman  Harun S.H selain pernah menjadi Calon Wakil gubernur pada pemilihan gubernur tahun lalu, beliau juga menjabat sebagai ketua DPW PAN Provinsi Kalimantan Barat dan pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Ketapang (2010-2015), artinya dengan persaingan 2 Daftar Calon Tetap dan trackrecord yang sudah didapatinya akan sangat mudah bagi H. Boyman Harun S.H untuk mendapatkan suara yang banyak apalagi dengan rasio kursi bagi Ketapang adalah 1, 13, artinya bisa saja salah satu dari kedua paslon di Ketapang naik di Senayan, dan untuk   H. Guntur, S.P, M.M akan mendapatkan peluang naik di senayan dengan rasio 1,33 atau menjadi penyumbang suara bagi PAN pada Pileg 2019.

Selain itu terdapat calon dari partai Perindo dan PSI yang berdasarkan beberpa survey tidak mencapai Parlamantery Thresshold.(www.mediaindonesia.com diakses pada tanggal 14 Maret 2019).
Menariknya pada pemilihan kali ini, untuk Penghitungan suara Pileg 2019 adalah menggunakan metode Sainte Lague, UU No 7 tahun 2017 tentang pemilu menyebutkan bahwa partai politik harus memenuhi ambang batas parlamen sebanyak 4% dari jumlah suara, 414 ayat 1, selanjutnya metode Sante Lague tercantum dalam Pasal 415 ayat 2, yaitu setiap parpol yang memenuhi ambang batas akan di bagi dengan bilangan pembagi 1 yang diikuit secara berurutan dengan bilangan ganjil 3,5,7 dan seterunya (sumber https://www.tirto.id /mengenal metode Sainte Lague untuk penghitungan suara di Pileh 2019), sederhananya seperti ini setiap parpol yang memperoleh suara terbanyak akan di bagi dengan bilangan ganjil kita asumsi kan partai A, memeperoleh seratus ribu suara, partai tersebut mendapat satu kursi, kemudian pada seleksi selanjutnya akan dibagi 3, maka partai A, akan mendapatkan kira kira tiga puluh ribuan suara, dan menyisakan parta B yang mungkin suara partai nya lebih tinggi, karna masih dibagi dengan angka 1, artinya sangat memungkinkan untuk partai yang lolos ambang batas 4% mengusung satu Calon anggota DPR-RI, pada Pileg 2019.

Calon anggota legislatif dari Kabupaten/Kota Kalimantan Barat. Anggota politisi yang memiliki berbagai macam kekuatan dan dapat dilihat dari kepemimpinan serta kinerja di masyarakat
Timbang-timbang bakal calon akan sangat kuat jika ditinjau dari peluang dan kekuatan sebagai berikut : Empat peluang kekuatan seorang Calon Kegiatan :Figure ,Kompetensi, Track Record, Posisi (Ketokohan). Berdasarkan kajian dan diskusi yang pernah kami lakukan dapat dirumuskan sebagai berikut  Finansial,Relation Ship,Potensi Dukungan Sosial, Jaringan Organisasi Sosial, No Black Campaign, track record (Cerita Sukses), dan Strategi Komunkasi.

Alhasil tidak ada salah nya bagi seluruh lapisan masyarakat di Sambas, untuk ikut berpartisipasi dalam ajang pemilihan calon anggota legislatif dengan memperjuangkan orang dari asal daerah atau memilih sesuai dengan keyakinan, untuk kemajuan, walapun efek dari pemilihan Calon anggota legislatif bagi sebagain orang tidak berpengaruh setidaknya dengan memilih dan menangkat seorang perwakilan dari daerah Sambas, maka kemajuan dan perkembangan daerah Sambas akan lebih maju kedepanya


0 komentar:

Post a Comment

Kami mengucapkan terimakasih atas kunjunganya di blog ini, silahkan berkomentar dengan bijak dan membangun keilmuan kita bersama, terimakasih.