Menjawab Anggapan" Sistem Kepartaian adalah Produk Barat".

l





Di antara kaum muslimin ada yang mengajak kaum muslimin untuk meninggalkan politik karena politik memiliki sistem kepartaian yang berasal dari Barat dengan mengemukakan dalil Man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum.

من تشبٌه بقوم فهو منهم

Artinya"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka."

Saudara, saya pernah menjelaskan hadis ini di status saya yang dahulu.Hadis ini kalau tidak dipahami dengan baik akan menjadi 'pemahaman karet' yang bisa ditarik ke sana ke sini sesuai keinginan dan akan menimbulkan kesalahan pemahaman.

Anda akan menemukan banyak 'korban' dari hadis ini. Misalnya para pemilik mobil buatan Jepang atau Barat. Mereka bukan saja menyerupai bahkan memiliki dan mengendarai. Begitu juga pemilik handphone. Apa seperti itu maksud hadis ini?

Saudara,

Untuk mengetahui maksud suatu hadis, kita mesti bertanya kepada ahli hadis. Untuk mengetahui hukum mesti bertanya kepada ahli fikih. Untuk mengetahui maksud ayat kepada ahli tafsir. Untuk mengetahui tasawuf kepada ahli tasawuf dan seterusnya.

Para ahli hadis semisal Imam as-Syakhawi telah menjelaskan hadis tersebut bahwa yang dimaksud tasyabbuh adalah menyerupai hal-hal yg khusus menjadi identitas agama mereka atau budaya mereka misalnya memakai kalung salib menyerupai orang Kristen, memakai peci merah kayak pendeta yahudi atau memakai ikat pinggang seperti milik kaum Majusi di mana kalau orang melakukannya akan menjadi bagian dari kelompok mereka. Jadi bukan menyerupai dalam segala hal. Menyerupai kaum dalam hal yg buruk dan taklid buta sampai-sampai kalau mereka masuk ke lubang biawak kita ikuti juga itulah yg dilarang. Sedangkan menyerupai hal hal yg baik justru menjadi baik. Misalnya memakai sorban supaya merasakan sosok ulama. Itu bagus.
Kembali kepada sistem kepartaian.

Perlu diketahui bahwa Allah menurunkan ilmu dan kebaikan kepada manusia itu universal tidak memihak kelompok tertentu dan bangsa tertentu. Di sinilah makna Nabi menyatakan bahwa al-hikmatu dhallatul mukminin. Ilmu bagaikan barang yang hilang bagi kaum mukminin. Di manapun kaum mukminin menjumpainya mereka berhak atas barang hilang itu.

Maka ilmu yg bermanfaat biar datang dari manapun kaum mukminin berhak untuk memanfaatkannya. Misalnya ilmu kedokteran, geografi, biologi dan sebagainya.

Dalam prakteknya, Nabi mengambil strategi perang Khandaq yg berasal dari Persia, beliau juga menggunakan stempel kalau mengirim surat karena raja-raja saat itu tidak mau menerima surat jika tanpa stempel. Begitu pula inovasi- inovasi dalam pemerintahan yg dilakukan oleh para khalifah kaum muslimin.

Sistem kepartaian mengandung manfaat dan mudharat. Tapi bukan pada asal-usul kepartaian itu yg menjadi masalah melainkan lebih pada mudharat yang timbul daripadanya. Maka kita bertugas memperbaiki hal hal yg membawa mudharat itu tanpa terlarang mengambil manfaatnya. Justru jika kita hindari sistem politik saat ini tanpa kesiapan sistem alternatif yg aplikatif kita akan termarginalkan di pentas perpolitikan dan kita hanya bisa meratapi nasib buruk yang menimpa kita akibat pemahaman kita yg kurang tepat.

Kalau tidak mau politik karena produk Barat, kenapa hanya politik? Kenapa internet, handphone, yutube, kendaraan, pesawat, persenjataan dan lain-lain yang dari Barat tidak ditolak. Bahkan pembagian masyarakat ke dalam RT/RW Desa Kecamatan itu dari Jepang. Silakan ditolak.

0 komentar:

Post a Comment

Kami mengucapkan terimakasih atas kunjunganya di blog ini, silahkan berkomentar dengan bijak dan membangun keilmuan kita bersama, terimakasih.