Contoh Twibon Sederhana dan Mudah


Contoh Benner Sunatan Masal









Keutamaan Menuntut Ilmu AgamaPenulis: firmansyah





Seorang muslim tidaklah cukup hanya dengan menyatakan keislamannya tanpa berusaha untuk memahami Islam dan mengamalkannya. Pernyataannya harus dibuktikan dengan melaksanakan konsekuensi dari Islam. Dan untuk melaksanakan konsekuensi-konsekuensi dari pengakuan bahwa kita sudah berIslam, itu membutuhkan ilmu.

Menuntut Ilmu Itu Wajib
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 3913)

Menuntut ilmu itu wajib bagi Muslim maupun Muslimah. Ketika sudah turun perintah Allah yang mewajibkan suatu hal, sebagai muslim yang harus kita lakukan adalah sami’na wa atha’na, kami dengar dan kami taat. Sesuai dengan firman Allah Ta ‘ala:


إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
  “Sesungguhnya ucapan orang-orang yang beriman apabila diajak untuk kembali kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul itu memberikan keputusan hukum di antara mereka hanyalah dengan mengatakan, “Kami mendengar dan kami taat”. Dan hanya merekalah orang-orang yang berbahagia.” (QS. An-Nuur [24]: 51).

Sebagaimana kita meluangkan waktu kita untuk shalat. Ketika waktu sudah menunjukkan waktu shalat pasti kita akan meluangkan waktu untuk shalat walaupun misal kita sedang bekerja dan pekerjaan kita masih banyak. Kita akan tetap meninggalkan aktivitas kita dan segera mengerjakan shalat. Maka begitupun sebaiknya yang harus kita lakukan dengan menuntut ilmu.

Ilmu Itu Apa?

Ilmu adalah kunci segala kebaikan. Ilmu merupakan sarana untuk menunaikan apa yang Allah wajibkan pada kita. Tak sempurna keimanan dan tak sempurna pula amal kecuali dengan ilmu. Dengan ilmu Allah disembah, dengannya hak Allah ditunaikan, dan dengan ilmu pula agama-Nya disebarkan.
Kebutuhan pada ilmu lebih besar dibandingkan kebutuhan pada makanan dan minuman, sebab kelestarian urusan agama dan dunia bergantung pada ilmu. Imam Ahmad mengatakan, “Manusia lebih memerlukan ilmu daripada makanan dan minuman. Karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan dua atau tiga kali sehari, sedangkan ilmu diperlukan di setiap waktu.”
Jika kita ingin menyandang kehormatan luhur, kemuliaan yang tak terkikis oleh perjalanan malam dan siang, tak lekang oleh pergantian masa dan tahun, kewibawaan tanpa kekuasaan, kekayaan tanpa harta, kedigdayaan tanpa senjata, kebangsawanan tanpa keluarga besar, para pendukung tanpa upah, pasukan tanpa gaji, maka kita mesti berilmu.
Namun, yang dimaksud dengan kata ilmu di sini adalah ilmu syar’i. Yaitu ilmu yang akan menjadikan seorang mukallaf mengetahui kewajibannya berupa masalah-masalah ibadah dan muamalah, juga ilmu tentang Allah dan sifat-sifatNya, hak apa saja yang harus dia tunaikan dalam beribadah kepada-Nya, dan mensucikan-Nya dari berbagai kekurangan” (Fathul Baari, 1/92).
Dari penjelasan Ibnu Hajar rahimahullah di atas, jelaslah bawa ketika hanya disebutkan kata “ilmu” saja, maka yang dimaksud adalah ilmu syar’i. Oleh karena itu, merupakan sebuah kesalahan sebagian orang yang membawakan dalil-dalil tentang kewajiban dan keutamaan menuntut ilmu dari Al Qur’an dan As-Sunnah, tetapi yang mereka maksud adalah untuk memotivasi belajar ilmu duniawi. Meskipun demikian, bukan berarti kita mengingkari manfaat belajar ilmu duniawi. Karena hukum mempelajari ilmu duniawi itu tergantung pada tujuannya. Apabila digunakan dalam kebaikan, maka baik. Dan apabila digunakan dalam keburukan, maka buruk. (Lihat Kitaabul ‘Ilmi, hal. 14).

Keutamaan-Keutamaan Ilmu Dan Pemilik Ilmu
Hal yang disayangkan ternyata beberapa majelis ilmu sudah tidak memiliki daya magnet yang bisa memikat umat Islam untuk duduk di sana, bersimpuh di hadapan Allah untuk meluangkan waktu mengkaji firman-firman Allah ‘Azza wa Jalla dan hadist nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita lebih senang menyia-nyiakan waktu bersama teman-teman, menghabiskan waktu di instagram, twitter, atau media sosial lain dibandingkan duduk di majelis ilmu. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Salah satunya adalah karena umat Islam belum mengetahui keutamaan dan keuntungan, mempelajari ilmu agama. Kita belum mengetahui untungnya duduk berjam-jam di majelis ilmu mengkaji ayat-ayat Allah. Kalau kita tidak mengetahuinya, kita tidak akan duduk di majelis ilmu. Karena fitrah manusia memang bertindak sesuai asas keuntungan. Faktanya, kalau kita tidak mengetahui keuntungan atau manfaat suatu hal maka kita tidak akan melakukan hal itu. Begitu juga dengan ibadah. Maka dari itu, semakin kita belajar dan mengetahui keuntungan-keuntungan salat, puasa, zakat, maka kita akan semakin semangat menjalaninya. Ini yang seharusnya kita sadari. Oleh karena itu, kita harus mengetahui keutamaan dan keuntungan menuntut ilmu. Terdapat banyak dalil dari kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya terkait keutamaan ilmu dan pemilik ilmu. Di antaranya adalah:
Ilmu Menyebabkan Dimudahkannya Jalan Menuju Surga
Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ بِهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).
Ilmu Adalah Warisan Para Nabi
 Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh hadits,
اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَامًا، وَلَكِنْ وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah; dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 6297).
Ilmu Akan Kekal Dan Akan Bermanfaat Bagi Pemiliknya Walaupun Dia Telah Meninggal
 Disebutkan dalam hadits,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
 “Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang berdoa untuknya” (HR. Muslim).
Allah Tidak Memerintahkan Nabi-Nya Meminta Tambahan Apa Pun Selain Ilmu
 Allah berfirman:
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
 “Dan katakanlah,‘Wahai Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu“. (QS. Thaaha [20] : 114). Ini dalil tegas diwajibkannya menuntut ilmu.
Orang Yang Dipahamkan Agama Adalah Orang Yang Dikehendaki Kebaikan
Dari Mu’awiyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ
“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim No. 1037).

Yang dimaksud faqih dalam hadits bukanlah hanya mengetahui hukum syar’i, tetapi lebih dari itu. Dikatakan faqih jika seseorang memahami tauhid dan pokok Islam, serta yang berkaitan dengan syari’at Allah. Demikian dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dalam Kitabul ‘Ilmi (hal. 21).
Yang Paling Takut Pada Allah Adalah Orang Yang Berilmu
 Hal ini bisa direnungkan dalam ayat,
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling takut pada Allah dengan takut yang sebenarnya adalah para ulama (orang yang berilmu). Karena semakin seseorang mengenal Allah Yang Maha Agung, Maha Mampu, Maha Mengetahui dan Dia disifati dengan sifat dan nama yang sempurna dan baik, lalu ia mengenal Allah lebih sempurna, maka ia akan lebih memiliki sifat takut dan akan terus bertambah sifat takutnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 308).
Para ulama berkata,
من كان بالله اعرف كان لله اخوف
“Siapa yang paling mengenal Allah, dialah yang paling takut pada Allah”.
Orang Yang Berilmu Akan Allah Angkat Derajatnya
 Allah Ta’ala berfirman:
 …يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ..
“…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS. Al-Mujadilah [58]: 11).
Allah Subhanahu wa Ta ‘ala berfirman,
وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ
 “Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. (QS. Al-Mulk : 10).
Allah telah memberikan banyak kenikmatan, jika tidak kita gunakan untuk mempelajari firman-firmannya maka kita akan menjadi salah satu orang yang menyatakan dan Allah abadikan dalam surat Al-Mulk ayat 10 di atas. Semoga Allah memberikah taufiq dan hidayah-Nya kepada kita untuk bisa menuntut ilmu dan mengamalkannya sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam . Aamiin.
Penulis: Firmansyah Mahasiswa IAIN Pontianak

Cara  buat Sticky Note, atau Catatan pada Layar Windows Laptop

untuk cara membuat stcky note atau catatan sangat mudah ya gengs, simak langkah di bawah ini :

1.  Pertama itu adalah contoh catatan, yang bisa kita gunakan untuk mempermudah kegiatan kita sehari2 apalagi mahasiswa yang terbiasa dengan deadline cocok banget buat kita semua dari segala kalangan hehe.. intinya ini sangat berguna.



2. kedua teman cukup klik di menu "Pencarian/Search" kemudian ketik "Sticky Note" di kolom pencarian tersebut.



3. kemudian secara otomtis akan muncul tampilan seperti dibawah ini, o iya buat teman-teman yang mau nambah note nya tinggal klik "add Note" makan secara otomtasi akan beruah kawan-kawan juga bias mengahpus atau mengubah kombinasi warna sesuai dengan kesenangan teman-teman ya.



sekian infomrmasi receh semoga bermanfaat untuk kita semua, btw walapun laptop nya mati atau restart dia nggak akan hilang ya kecuali kita hapus atau laptopnya rusak, selamat mengerjakan semoag kita selalu sukses. sekalian dong follow ig gue @lian_liansyah.
Cara Mengetahui Jumlah Kata di Microsoft Word 



Mungkin teman-teman banyak yang bertanya bagaiamana sih mengetahui jumlah kata di dalam Microsoft word, cara nya mudah banget kok seperti gambar di bawah ini.


sekian informasi receh yang dapat kami sampaikan semoga dapat dengan mudah diterima,biasanya digunakan untuk lomba menetukan jumlah kata, lomba opini, karya ilmiah, tugas kuliah dan lain-lain, semoga teman teman menjadi orang yang kuat dan hebat ya.



Cara Mengembalikan Ukuran Ikon/Icon di Tampilan Window Laptop




mungkin banyak yang kebigungan ketika laptop nya berubah sendiri ukuran ikon seperti ini :

banyak factor yang menyebabkan tampilan utama window jadi besar, bias jadi salah tekan atau dimainkan oleh anak kecil, stop jangan panic ada cara mudahnya. teman teman tinggl melakukan hal sederhana seperti di bawah ini :



yap seperti gambar di atas teman-teman cukup :

1. klik kanan pada mouse atau touchpad di laptop kawan-kawan
2. kemudain klik "View"
3. kemudain pilih ukurannya ada tiga pertama Large/Besar, Medium/Sedang, dan Small/untuk kecil
4. kalau abang sih biasa gunakan yang small, lebih hemat dan irit.


sekian info receh ini semoga bermanfaat.
Idealisme Kampus

Oleh Rahadi  Mahasiswa IAIN Pontianak

Mahasiswa merupakan seorang agen of change alias agen dari perubahan bangsa ini. Menjadi seorang mahasiswa adalah sebuah kebanggaan, karena tidak sedikit yang ingin menjadi mahasiswa tetapi tidak memiliki kesempatan untuk meraihnya mungkin terkendala biaya dan sebagainya.  Dalam kehidupan sebagai mahasiswa, kampus akan dihidupkan dengan adanya pemikiran idealisme. Yang biasa disebut idealisme kampus.
Mahasiswa pada dasarnya selalu dituntut memiliki sifat idealis, namun seiring berjalannya waktu mahasiswa mulai meninggalkan karakter idealis ini. kritik-kritik pedas tidak lagi pernah dituangkan dalam forum-forum diskusi. Organisasi di kampus menjelma sebagai tangan kanan kampus, yang hanya melakukan apa yang diperintah oleh atasan.
Forum-forum diskusi hampir tidak pernah dilakukan. Banyak akhirnya mahasiswa yang memiliki sifat apatis yang memang tidak perduli lagi dengan keadaan disekitarrya. Untuk memiliki sifat idealis yang mempunyai kualitas tidaklah sembarangan. Idealis yang benar-benar memiliki intergritas adalah mahasiswa yang mempunyai kebiasaan membaca buku, yang serius setiap hari melahap bacaan-bacaan dari penulis-penulis hebat dan idealisme tinggi.
Jangan tanya jika idealis tumbuh dari logika saja, tanpa pernah diawalai dan dikuatkan melalui proses membaca, karena hanya melahirkan ide dan gagasan yang keropos, mudah hancur. Mahasiswa sejati yang dipercaya sebagai agen perubahan seharusnya berani memunculkan ide dan gagasan yang baru. Yang benar-benar memberikan perubahan.
Semakin hari kegiatan di kampus bak sapi yang ditusuk lubang hidungnya, hanya mengikuti arus yang diatur oleh dosen-dosen. Sebagai contoh, di sebuah kampus ada beberapa oknum dosen yang tidak punya konsistensi dalam aktivitas belajar-mengajar, ia jarang sekali masuk dengan alasan mengikuti kegiatan di luar. Ia lebih memilih mengikuti kegiatan di luar kampus dari pada memberi pengajaran pada mahasiswanya dan memilih asistennya untuk mengajar dari pada ia harus meninggalkan kegiatan yang substansinya hanya bersifat penuh pencitraan itu. Ironisnya lagi, sudah jarang ditemukan mahasiswa yang berani ambil tindakan melakukan sebuah protes sebagai pernyataan tidak setuju.
Mahasiswa yang mempunyai idealisme harusnya berani memberi kritikan pada oknum dosen yang bermain seperti itu, demi kemajuan  dibidang SDM, karena kemampuan mahasiswa atau intelektual mahasiswa tergantung seroang dosen sebagai kausa efisien yang menjadi pembentuk atau pengolah mahasiswanya. Kebun jagung tergantung kepada petaninya mengolah kebunnya menjadi subur dan berbuah besar. Begitulah analagi yang sedikit mudah dipahami.
Idealisme harus dihidupkan lagi, jika di dalam sebuah kampus tidak ada idealisme, kampus tidak lagi mempunyai warna, warna yang menghiasai dan memperindah kehidupan intelektual kampus. Idealisme berperan untuk menghidupkan hasrat dalam diri untuk mempunyai jiwa kritis dan untuk mengawal kegiatan kampus yang mungkin saja berjalan tidak baik. Mari hidupkan lagi idealisme kampus. Agar kampus benar-benar menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mewujudkan potensi yang ada pada dirinya untuk diaktulalisasikan pada kehidupannya.

*Rahadi

Curhatan pertama ku di Blog...



Entah apa yang terjadi rasa nya aku merasa hidup di dunia ini begitu singkat, ketika aku menulis kata kata ini seolah-olah sebentar lagi nyawa ku akan di panggil, sebuah cerita yang pernah ku dengar of you mind about die kau akan mati.. itu adalah sebuah pertanda.. aku takut ini menjadi benar, apakah benar jika aku mati masuk surga atau aku akan kekal di neraka, sungguh banyak dosaku aku bahkan tidak bisa bertobat ibadahku sangat sedikt dosaku semakin banyak, jauh jauh aku merasa hampa terkadang merenungi nasib, terkadang menjadi seseorang yang sangat bodoh dan merugi. Hapalan ku sungguh sedikit, mungkin sebuah tangis biasa aku mengisi dengan membaca nonton bahkan melakukan hal positif seolah aku manusia baik......


Dosen ku pernah berkata sebuah oenyakip psikologis aku merasa sangat masuk dalam kategori itu, aku menyadari seorang introvert susah bergaul dominan otak kiri .malas, sungguh membenci hal yang merepotkan tidak berhati. Aku tau tapi tak bisa menangkal, bahkan terkadang aku sangat licik apakah aku orang munafik atau seorang yang mencari kebenaran semakin ku haus dengan ilmu semakin ku bersantai
..


Aku bahkan sangat sedih hanya bisa berbaring di kasur empuk kamarku dengan kenyamanan justru membuat ku sangat hancur. Keluargaku bahkan di ambang ketidakpastian bahkan aku menyiapkan nyipakan kebaikan sesorang...


Aku sedih sekali... Maafkan dosaku...teman aku juga kepada keluarga aku mohon maaf beberapa kali mungkin aku suka menyakiti hati semunya, kepada semua orang yang pernah aku ambil hak nya baik secara materil maupun non materil aku mohon maaf, terutama keluarga ku di kampung, dan berteimkasih kepada semua pihak yang telah membantuku.. aku mohon jika aku mencuri barang kalian secara sadar atau tidak pemilik nya aku mohon ampun..

Sepertinya aku benar-benar menulis sebuah wasiat...


Mungkin jika pesan ini berlanjut aku harap nyawa ku masih panjang