Indonesia Satu

 Indonesia Satu







Kita adalah sebuah bangsa yang besar, kita tinggal di sebuah rumah bersama bernama Indonesia kesadaran akan bangsa ini yang memiliki beragam agama, suku, etnis, bahasa, dan  latar belakang. Seharusnya menyadarkan kita,  bahwa sebuah keberagaman merupakan keunikan sekaligus sumber kekuatan  bangsa Indonesia.
Memahami makna perebedaan sebagai rahmat dari Tuhan adalah jalan yang harus ditempuh apalagi kita sebagai generasi muda/mudi Indonesia yang percaya bahwa usaha para pendiri bangsa yang  telah berhasil merumuskan sebuah mahakarya agung bernama Pancasila bersemboyan Bhineka tunggal Ika.
Pejalanan hidup bangsa Indonesia bukan tanpa masalah, konflik antar etnis dan kekerasan mengatasnamakan agama baik dalam skala kecil maupun besar kerap terjadi negeri ini, seperti pada kejadian pada tanggal 13 mei 2018, bangsa kita dikejutkan dengan serangan  bom disejumlah Gereja, yang lebih mengejutkan serangan itu dilakukan oleh sekelompok keluarga beranggotan enam orang, tindakan ini sejalan dengan hasil Survey yang dilakukan oleh Lingkar Survey Indonesia 2018 & Lembaga Survey-Wahid Foundation mengenai terorisme dan radikalisme Indonesia dengan presentase diangka 82% publik semakin khawatir dengan aksi terorisme, Fakta dan data dari sejumlah lembaga juga menujukan hasil yang kurang mengembirakan. Menurut hasil survey Saiful Murjani Research and Consulting (SMRC), benih radikalisme di kalangan remaja (siswa/mahasiswa), Indonesia berada dalam tahap mengkhawatirkan, 6,12 persen responden menyatakan kasus bom Bali 2002 yang dilakukan Amorzi cs merupakan perintah agama, lalu, sebanyak 8,16 persen responden menjawab “bersedia” melakukan penyerangan terhadap orang atau kelompok yang dianggap menghina Islam. Responden yang diambil umumnya Pelajar (Mahiswa dan SMA/sederajat).  
Fakta-fakta di atas menguatkan kita sebagai generasi Indonesia untuk menambah wawasan dal ilmu pengetahuan mengenai perdamaian, karena itu hadir sebuah ideologi dan falsafah bernama Pancasila, Pancasila adalah Konsensus dan komprompi terbaik, dimana setiap warga Negara apapun latar belakang agama, etnis, suku apapun posisinya (apakah mayoritas atau minoritas) mempunyai posisi dan kedudukan yang sama. Pancasila merupakan warisan dari para pendiri bangsa untuk menyatukan Indonesia yang beragam.
Saya percaya bahwa Indonesia adalah “semua buat semua” bukan untuk satu orang, bukan untuk satu golongan, serta suntikan gagasan Bhineka tunggal Ika dalam tatanan berbangsa dan bernegara dapat membuat sistem sosial kita mampu menghadirkan stabilitas tanpa harus mengorbankan kemajukan.
Tersebab hal tersebut marilah kita bersama-sama sebagai generasi millennial Indonesia untuk kembali menghadirkan, dan merajut kebersamaan, kekeluargaan, perdamaian, toleransi untuk menuju Indonesia hebat, dan aku Percaya Indonesia adalah negeri untuk kita semua.