Muhibbah Ramadhan Desa Gelik Kabupaten Sambas
Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas Gelar Tablig Akbar





Assalaamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Kami dari Asrama mahasiswa/i kabupaten Sambas mengajak kawan kawan mahasiswa/i Sambas untuk hadir di acara Tabligh Akbar yang akan dilaksanekan Pada :
Hari/Tanggal : Sabtu,8 Desember 2018
Waktu             : 07.30- selesai
Tema              : Merajut Ukhuwah Untuk               Menggapai Insan yang Rahmatan lil'alamin
Pemateri         : H. Atbah Romin Suhaili. Lc (Bupati Sambas )
Tempat.           : Gedung Auditorium UNTAN 

Ayoo kawan kawan kita Ramaikan acara Tabligh Akbar 
Terbukaa untuk Mahasiswa/i Sambas
Segera daftar kawan kawan. 
Hubungi :
Supardi ➡081522978340 (ikwan)
Nurmala➡ 081350300803 (Akhwat )
#Gratiiis
# Amks Pantura
#Amks Sultan Muhammad tjafioeddin
# Amks Muare Ulakkan

Apa sih alamat email buat ngirim Opini PontianakPost


Oke, kali ini kita akan lanjut pembahasan mengenai kiat atau cara tembus Opini di Pontianak Post, bagi teman2 yang belum membaca tulisan yang dulu silahkan di buka tulian ini, OPINI   berikut ini akan abang kasi beberpa contoh tulisan yang terbit di PontianakPost



Apa sih alamat email buat ngirim Opini :

ini dia @Opinipublikpp@gmail.com/ redaksi@pontianakpost.co.id







Syafaat Kekuasaan

Pemilihan umum menjadi ajang perhelatan akbar di seluruh penjuru Indonesia sebentar lagi mayarakat Indonesia akan menyaksikan pesta tersebut dan menjadi bagian untuk memilih calon pemimpin yang dapat memberikan syafaat (pertolongan), pertolongan di sini dapat di artikan sebagai penolong dalam memberantas kemiskinan,pengangguran, dan masalah sosial masyarakat lainya.

  Dalam perhelatan politik, kekuatan seorang calon biasanya di tandai dengan 7 faktor. Pertama Finansial, seorang yang ingin berkecimpung di dunia politik harus rela menghabiskan ribuan kertas transaksi (uang), untuk memudahkan proses menarik perhatian rakyat dan menjadikan uang sebagai pintu mudah menuju kursi kekuasaan mudah di, uang menjadi the power of politik. Tak heran jika uang dapat merasuki para penguasa, mereka menebar janji tapi setelah terpilih rakyat seolah terabaikan.

Relation ship, seorang publik harus membangun pertemanan sebanyak mungkin untuk mempermudah karir dalam dunia perpolitikan............


Bersambuung/.............................


Sebuah Makna


Aku lelah

Tersesat bersama bayangan

Rindu

Lebam

Kacau 

Tersesat menjauh dari dosa

mendekat kepada kehinaan

lari...lari ku terus lari

jauh semakin jauh, hancur menjadi debu

lari entah sampai kapan

Tuhan maafkan aku....oh Tuhan..Tuhan

haruskah ku pulang 





MAKALAH EVALUASI PENDIDIKAN

 Penilaian Portofolio

 Dosen Pengampu : Nopita Sari, M.Pd





  



Oleh :

Liansyah 11611018

Mohammad Fathurrahman 11611163

Nupus Suzakiah 11611051



JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

2018 /1439 H







 
KATA PENGANTAR
            Dengan mengucap Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT, yang senantiasa selalu melimpahkan rahmat, taufik dan hidayahnya kepada kita semua. Shalawat dan salam atas junjungan jkita Nabi besar Muhammad SAW beserta sahabat, kerabat dan orang-orang yang mengikuti langkah beliau hingga akhir zaman. Sehingga penyusun dapat menyelesaiakan makalah ini yang berjudul “Penilaian Portofolio “.
            Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memperluas wawasan dalam rangka memperbanyak ilmu pengetahuan dan juga sebagai salah satu syarat yang wajib di penuhi. Penyusun sepenuhnya sangat menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya di sebabkan keterbatasan pengetahuan penyusun oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak demi kesempurnaan makalah ini yang akan datang.
            Akhirnya penyusun mengharapkan semoga makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi diri penyusun dan juga bermanfaat bagi orang lain.

                                                                                    Pontianak, 19 Oktober 2018



                                                                                                          Penyusun


DAFTAR ISI
Cover  
Kata Pengantar............................................................................................ i
Daftar Isi.................................................................................................... ii
BAB I PEMBAHASAN
A.    Latar Belakang............................................................................... 1
B.    Rumusan Masalah........................................................................... 1
C.    Tujuan.............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Konsep Penilaian Portofolio.......................................................... 3
B.    Tujuan............................................................................................. 4           
C.    Fungsi............................................................................................  5
D.    Manfaat.......................................................................................... 5           
E.     Prinsip............................................................................................ 6
F.     Jenis................................................................................................ 7
G.    Contoh.........................................................................................  15
H.    Kelebihan dan Kekurangan.......................................................... 16

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan.................................................................................. 19
B.    Saram............................................................................................ 19
DAFTAR PUSTAKA............................................................................... 20



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar belakang masalah
Pradigma baru, Pembelajaran  merupakan suatu proses yang dinamis, berkembang secara terus-menerus sesuai dengan berbagai pengalaman  siswa. Semakin banyak pengalaman yang dilakukan siswa, maka akan semakin banyak, luas, dan sempurna pengetahuan mereka (Wina Sanjaya dan Andi Bidimanjaya, 2017: 220).
Pengalaman yang diperoleh siswa dari hasil pemberitahuan orang lain seperti hasil dari penuturan guru, hanya akan bertahan sebentar untuk diingat dan setelah itu dilupakan. Tersebab hal itu membelajarkan siswa tidak cukup hanya dengan memberitahukan dan mengajarkan akan tetapi mendorong siswa untuk melakukan suatu proses melalui berbagai aktivitas yang dapat mendukung terhadap pencapaian kompetensi dan tujuan Pendidikan.
Setiap aktivitas termasuk berbagai karya yang dihasilkan siswa dari suatu proses pembelajaran, perlu dimonitor, diberi komentar, dikritik dan diberi catatan perbaikan oleh setiap guru secara terus-menerus untuk melakukan sebuah evaluasi . Melalui proses monitoring yang terus-menerus itulah pengalaman belajar siswa akan terus disempurnakan hingga pada akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan sempurna.
Bagaimana teknik melakukan monitoring terhadap hasil kerja dan pengalaman siswa itu?. Pada makalah ini akan dijelaskan salah satu dari teknik penilaian hasil belajar siswa, yaitu penilaian portofolio..
B.  Rumusan masalah
1.   Apa Konsep Penilaian Portofolio?
2.   Apa Tujuan Penilaian Portofolio ?
3.   Apa Fungsi Penilaian Portofolio ?
4.   Apa Manfaat Penilaian Portofolio ?
5.   Apa Saja Prinsip Penilaian Portofolio ?
6.   Apa Saja Prinsip Penilaian Portofolio?
7.   Contoh Penilaian Portofolio?
8.   Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Penilaian Portofolio ?
C.  Tujuan Rumusan Masalah
1.     Mengetahui Konsep Penilaian Portofolio?
2.     Mengetahui Tujuan Penilaian Portofolio ?
3.     Mengetahui Fungsi Penilaian Portofolio ?
4.     Mengetahui Manfaat Penilaian Portofolio ?
5.     Mengetahui Saja Prinsip Penilaian Portofolio ?
6.     Mengetahui Saja Prinsip Penilaian Portofolio?
7.     Mengetahui Contoh Penilaian Portofolio?
8.     Mengetahui Saja Kelebihan dan Kekurangan Penilaian Portofolio ?

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Konsep Penilaian Portofolio
Penilaian Portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak yang menujukan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kerja dari dunia nyata. Penilaian Portofolio bisa berangkat dari hasil kerja peserta didik perorangan atau di produksi secara berkelompok, memerlukan refleksi peserta didik, dan di evaluasi berdasarkan beberapa dimensi (Regina Litheria Panjaitan, 2014: 34).
Penilaian Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang di dasarkan  pada kumpulan informasi yang menujukan perekembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu, informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang di anggap terbaik, hasil tes (bukan nilai), atau informasi lain yang relevan dengan sikap, keterampilan dan pengetahuan  yang di tuntut oleh topik atau mata pelajaran. Fokus penilaian portofolio adalah kumpulan  karya peserta didik secara individu atau kelompok pada suatu periode pembelajaran tertentu (Regina Litheria Panjaitan, 2014: 34).
Penilaian Portofolio di dasarkan pada koleksi atau kumpulan pekerjaan yang diberikan guru kepada siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran . ketika guru melakukan kegiatan belajar-mengajar, melalui penilaian portofolio siswa dapat menunjukan perbedaan kemampuan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru dari waktu ke waktu dan atau di bandingkan dengan hasil karya siswa lain (Malawi Ibadullah dan Endang Sri Maruti, 2016:86).
Penilaian Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang di dasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukan perkembangan kemampuan peserta didik dalam suatu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses belajar yang di anggap terbaik oleh peserta didik ( Ahmad Badarudin, 2014:34).
Penilaian portofolio dapat di artikan sebagai proses penilaian terhadap siswa melalui kumpulan karya siswa yang disusun secara sistematis dan teroganisir sebagai hasil dari usaha pembelajarn yang telah di lakukan dalam kurun waktu tertentu (Wina Sanjaya dan Andi Bidimanjaya, 2017:220).
Setiap aktivitas termasuk berbagai karya yang di hasilkan siswa dari suatu proses pembelajaran, perlu di monitor, diberi komentar, dikiritis, dan beri catatan perbaikan oleh setiap guru secara terus menerus, melalui proses monitoring, di beri komentar, dikritis dan diberi catatan perbaikan oleh guru secara terus-menerus, Melalui proses pemantauan yang terus-menerus itulah pengalaman belajar siswa hingga akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik (Wina Sanjaya dan Andi Bidimanjaya, 2017: 220).
Jadi menurut pemakalah penilaian portofolio adalah penilaian kemajuan dan perkembangan kemampuan siswa baik dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan secara terus menerus melalui hasil kerja siswa,  baik  hasil kerja siswa yang di hasilkan di dalam kelas maupun d luar kelas.
           
B.    Tujuan Penilaian Portofolio
            Ibadullah Malawi dan Endang Sri Maruti (2016: 87), menjelaskan tujuan portofolio ditetapkan berdasrkan apa yang harus dikerjakan dan siapa yang menggunakan jenis portofolio, dalam penilaian di kelas, portofolio dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan antara lain :
a.      Menghargai perkembangan yang di alami siswa.
b.     Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung,
c.      Memberi perhatian pada prestasi kerja siswa yang terbaik
d.     Merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan ekpremintasi
e.      Meningkatan efektivitas proses pengajaran
f.      Bertukar informasi dengan orang tua wali siswa dan guru lain
g.     Membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri positif siswa; meningkatkan kemampuan siswa melakukan refleksi diri dan
h.     Membantu siswa dalam merumuskan tujuan.
C.    Fungsi Penilaian Portofolio
Ibadullah Malawi dan Endang Sri Maruti (2016: 89), merumuskan fungsi portofolio merupakan tempat penyimpanan hasil pekerjaan siswa, juga merupakan  sumber informasi untuk guru dan siswa. Portofolio berfungsi untuk mengetahui perkembangan pengetahuan siswa. Portofolio memberikan bahan tindak lanjut dari suatu pekerjaan yang telah di lakukan  siswa sehingga guru dan siswa berkesempatan untuk mengembangkan  kemampuanya. Portofolio dapat pula berfungsi sebagai alat melihat :
a.      Perkembangan tanggung jawab siswa dalam belajar ;
b.     Perluasan dimenasi belajar ;
c.      Pembaharuan kembali proses belajar ; dan
d.     Penekanan pada pengembangan pandangan siswa dalam belajar.
D.    Manfaat Penilaian Portofolio
Wina Sanjaya dan Andi Bidimjaya (2017 : 222), menjelaskan manfaat Penilaian Portofolio sebagai berikut :
a.      Penialaian portofolio menilai seluruh aspek perkembangan siswa baik intelektual, minat, sikap, dan keterampilan.
b.     Siswa dapat terlibat langsung dalam proses penilaian dengan menialai dirinya sendiri mengenai kemampuan dan perkembangnya.
c.      Proses penilaian dilakukan dengan cara kaloboratif antara guru, siswa bahkan orang tua,
d.     Penilaian berorientasi pada kamajuan usaha yang dilakukan siswa termasuk pencapaian belajar.
e.      Penilaian dilakukan selama proses belajar berlangsung.



E.     Prinsip
Menurut Ibadah Malawi dan endang Sri Maruti (2016:87), Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dan dijadikan sebagai pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di sekolah, antara lain :
a.      Saling percaya (mutual trust) antara guru dan siswa
Dalam proses penilaian portofolio, guru dan siswa harus memiliki rasa saling mempercayai, mereka harus merasa sebagai pihak-pihak yang saling memerlukan, dan memiliki semangat untuk saling membantu. Oleh karena itu, mereka harus saling terbuka dan jujur satu sama lain. Dengan demikian, akan terwujud hubungan yang wajar dan alami, yang memungkinkan proses pendidikan berlangsung dengan baik.
b.     Kerahasiaan bersama (confidentiality) antara guru dan siswa
Kerahasiaan hasil pengumpulan bahan dan hasil penilaiannya perlu dijaga dengan baik, tidak disampaikan kepada pihak-pihak lain yang tidak berkepentingan, pelanggaran terhadap norma ini, selain menyangkut etika, juga dapat memberi dampak negatif kepada proses pendidikan anak siswa.
c.      Milik bersama (joint ownership) antara siswa dan guru
Guru dan siswa perlu merasa memiliki bersama berkas portofolio. Oleh karena itu, guru dan siswa perlu menyepakati bersama di mana hasil karya yang telah dihasilkan siswa akan disimpan, dan bahan-bahan baru yang akan dimasukkan. Dengan demikian siswa akan merasa memiliki terhadap hasil kerja mereka, dan akhirnya akan tumbuh merasa tanggung jawab pada diri mereka.
d.     Kepuasan ( satisfaction)
Hasil kerja portofolio seyogyanya berisi keterangan-keterangan dan atau bukti-bukti yang memuaskan bagi guru dan siswa. Portofolio hendaknya juga merupakan bukti prestasi cemerlang siswa dan keberhasilan pembinaan guru.6
e.      Kesesuaian (relevance)
Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran yang relevan dengan tujuan pembelajaran dalam kurikulum.
f.      Penilaian proses dan hasil
Penilaian portofolio merupakan prinsip proses dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan perilaku harian siswa (anecdote) mengenai sikapnya dalam belajar, antusias tidaknya dalam mengikuti pelajaran dan sebagainya. Aspek lain dari penilaian portofolio adalah penilaian hasil, yaitu menilai hasil akhir suatu tugas yang diberikan oleh guru.
F.     Jenis Portofolio
Menurut Ibadah Malawi dan Endang Sri Maruti (2016:90) secara umum penilaian portofolio dapat dibedakan menjadi lima bentuk, yaitu portofolio ideal (ideal portofolio), portofolio penampilan (show portfolio), portofolio dokumentasi (documentary portofolio), portofolio evaluasi (evaluation portfolio), dan portofolio kolas (danassroom portfolio).
Bentuk portofolio tersebut memiliki deskripsi dan penekanan yang berbeda satu sama lain. Tetapi, untuk membedakan bentuk portofolio tersebut diperlukan karakteristik dan format ideal. Dalam buku evaluasi pendidikan hanya diuraikan tiga mavam portofolio yaitu portofolio kerja, portofolio dokumentasi, dan portofolio penampilan.
1.     Portofolio Kerja
Portofolio kerja (working portofolio) sangat identik dengan pekerjaan para artis, pelukis atau fotografer seperti sketsa, catatan, draft setengah jadi, dan pekerjaan yang telah jadi yang digunakan untuk memonitor perkembangan dan menilai cara siswa mengatur atau mengelola belajar mereka. Hasil pekerjaan siswa yang paing baik dapat menjadi petunjuk apakah siswa telah memahami program pembelajaran dan dapat merupakan bahan masukkan bagi guru, baik untuk mengetahui pencapaian kurikulum maupun sebagai alat penilaian formatif.
Berbagai macam tugas yang setara atau yang berbeda disajikan kepada siswa. Siswa boleh memilih tugas-tugas yang dianggapnya cocok untuk mereka. Guru juga dapat memutuskan apa yang harus dikerjakan siswa. Siswa dapat bekerja sama dengan siswa lain dalam mengerjakan tugas tertentu. Portofolio kerja menyediakan data tentang:
Pencapaian program pengajaran yang optimum selain juga dapat merupakan masukan bagi guru. Portofolio kerja merupakan hal yang utama dalam kurikulum dan merupakan alat untuk penilaian formatif.
Kerasama yang efektif antara guru dan siswa merupakan sesuatu yang sangat penting dalam portofolio kerja. Guru harus meyakinkan siswa bahwa apa yang dilakukan siswa harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan, sehingga perkembangan siswa dapat dipantau dari waktu ke waktu. Hal yang paling penting adalah untuk menemukan sesuatu yang seimbang antara siswa dan guru untuk mengontrol isi portofolio.
a.      Pertemuan guru dan siswa
Hal yang paling utama dalam penilaian portofolio adalah adanya pertemuan antara guru dan siswa. Pertemuan regular antara guru dan siswa yang dapat menyajikan rencana untuk penilaian diri yang dilakukan siswa.
Pertemuan antara guru dan siswa bertujuan untuk melhat perkembangan siswa lebih awal dan memberikan masukan kepada siswa apabila dipandang perlu. Selama pertemuan guru memberikan perhatian penuh pada pemilihan hasil kerja siswa. Dalam proses ini dapat juga diajukan pertanyaan-pertanyaan seperti:
1)     Bagaimana siswa mengorganisasikan portofolio?
2)     Mengapa siswa melakukannya dengan cara ini?
Perhatian guru juga perlu diberikan pada kemampuan dalam proses. Siswa perlu dimotivasi tentang apa yang harus mereka lakukan. Pertemuan portofolio memungkinkan untuk merancang prioritas tujuan. Apa yang harus mereka lakukan. Pertemuan portofolio memungkinkan untuk merancang prioritas tujuan. Apa yang harus dilakukan kemudian, apa yang harus dipejari kemudian? Jawabannya mungkin sangat sederhana seperti membaca buku atau belajar menulis puisi.
b.     Sumber portofolio Kerja
Proses pengumpulan (collecting), refleksi (reflecting), dan diskusi tidak selalu menjamin kualitas portofolio yang dihasilkan. Portofolio kerja menolong guru untuk secara terus menerus, melakukan penilaian informal tentang kemajuan belajar siswa. Namun hal tersebut bergantuan kepada kualitas kepada kepada kualitas isi portofolio yang menggambarkan hasil belajar. Karena itu tantangan untuk guru adalah bagaimana mengembangkan portofolio kerja yang menyajikan hasil kerja tentang hasil belajar yang relevan, untuk mengembangkan kegiatan belajar (kelas) yang didefinisikan secara luas yang memungkinkan siswa dapat mengembangkan kemampuan mereka secara optimum. Selain itu, portofolio kerja yang dihasilkan hendaknya memungkinan siswa untuk memiliki jumlah tugas yag cukup untuk memantau perkembangan kemampuan siswa.
Guru memerlukan siswa untuk menyediakan pengenalan umum pada portofolio mereka atau komentar terhadap hasil karya yang terpilih. Hal ini akan menolong siswa untuk lebih memfokuskan pada pikiran mereka. Hal ini juga menyediakan tahap awal bagi siswa untuk berdiskusi dan mengevaluasi kemajuan mereka.
Guru biasanya menyediakan penilaian diri (self assessment) dan kuesioner yang digunakan baik oleh guru maupun oleh siswa. Penilaian diri adalah penilaian yang digunakan siswa untuk menilai hasil kerja mereka. Siswa harus memiliki kemampuan (skill), pengetahuan (knowledge), dan keyakinan diri (confidence) untuk mengevaluasi kegiatan yang sedang mereka kerjakan, kerja dan perkembangan hasil kerjanya ketika mereka bekerja sebagai pelajar yang mandiri.
2.     Portofolio dokumenatasi
Portofolio dokumentasi adalah koleksi hasil kerja siswa yang khusus digunakan untuk penilaian. Tidak seperti portofolio kerja yang pengoleksiannya dilakukan dari hari ke hari. Dokumentasi portofolio adalah seleksi hasil kerja terbaik siswa yang akan diajukan dalam penilaian. Dengan demikian portofolio dokumtasi adalah koleksi dari sekumpulan hasil kerja siswa selama kurun waktu tertentu. Portofolio dokumentasi tidak hanya berisi hasil kerja siswa, tetapi semua proses yang digunakan oleh siswa untuk menghasilkan karya tertentu. Portofolio dokumentasi dalam penilaian portofolio bahasa inggris. Misalnya, mungkin tidak hanya berisi tentang hasil akhir tulisan siswa, tetapi juga berbagai macam draf dan komentar siswa tentang hasil tersebut termasuk juga proses sampai dihasilkannya tulisan tersebut. Draf dan komentar siswa harus dipilih untuk menyajikan draf yang paling bagus dari yang dihasilkan siswa. Semua ini dilakukan dalam rangka menunjukan proses penulisan, dan guru dapat menggunakannya sebagai bahan penilaian dan pengkajian tentang bagaimana siswa merencanakan, dan menghasilkan tulisan serta cara mereka menulis.
Kegunaan portofolio dokumentasi sebagai sumber portofolio bergantung :
a)     Bagaimana hasil karya siswa berhubungan dengan indicator hasil belajar yang telah diterapkan; dan
b)     Isi penilaian portofolio yang dihasilkan siswa yang menunjukkan kelemahan dan kelebihan siswa.
Isi penilaian portofolio harus menyajikan suatu bukti yang berkaitan dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan. Untuk menunjukan hal ini, kegiatan belajar mengajar harus sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan. Jika kemampuan problem solving sebagai salah satu tujuan yang hendak dicapai dalam pelajaran matematika misalnya, tetapi kegiatan belajar mengajar di kelas hanya memfokuskan pada latihan menghitung, maka hasil kerja siswa tidak akan menunjukan hasil kerja yang berkaitan dengan problem solving sebagai bagian dari documentary porofolio, melainkan hanya menghitung .
Contoh lain jika kemampuan menarik kesimpulan yang di ukur, tetapi kegiatan belajar mengajar di kelas hanya memfokuskan pada hafalan, maka hasil kerja siswa sebagai bagian portofolio dokumentasi hanya akan menunjukan kemampuan siswa dalam mengingat.
Kriteria koleksi dapat digunakan untuk meyakinkan bahwa isi dari portofolio dokumentasi sudah sesuai dengan indicator hasil pembelajaran. Kurikulum berbasis kompetensi misalnya, membantu guru untuk menghasilkan portofolio dokumentasi.
Jika tujuan instruksional sangat luas, maka hasil kerja yang diperlukan juga sangat luas. Tujuan instruksional terkadang termasuk tujuan pembelajaran yang lebih luas daripada hanya kemampuan dan pengetahuan. Dengan demikian, portofolio dokumentasi juga mencangkup usaha siswa dan aplikasi seperti : perilaku, partisipasi dalam kegiatan di kelas, inisiatif, kerjasama; dan ketekunan mengerjakan tugas
a.      Aturan dalam Pemilihan hasil Kerja
Tujuan utama dilakukannya portofolio dokumentasi adalah untuk penilaian, maka guru harus mampu menentukan hasil kerja siswa sebagai salah satu bukti yang dapat menunjukkan pencapaian belajar siswa. Jean kerr Stenmark (1991) menyerahkan proses seleksi untuk meningkatkan partisipasi dan kepemilikan siswa dan juga partisipasi guru. Siswa memilih dan menyatukan semua pekerjaan mereka dalam dokumentasi portofolio. Siswa menulis pargraph, menjelaskan alasan siswa melakukan seleksi, atau menjelaskan kemampuan mereka. Guru kemudian menseleksi hasil kerja yang lainnya. Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan kepada guru dan siswa dalam memilih hasil kerja siswa yang telah memenuhi kategori tertentu. Partisipasi partisipasi siswa dalam proses seleksi memberikan kesempatan kepada mereka untuk merefleksikan kerja mereka. Jika kriteria untuk portofolio dokumentasi telah disetujui berama antara siswa dan guru, maka siswa telah terlibat dalam proses penilian portofolio.
b.       Menilai dan mecatat portofolio
Portofolio dokumentasi berisi hasil kerja berdasarkan metode penilaian yang luas. Portofolio musik misalnya, mungkin mencakup komposisi asli dan daftar penampilan selama satu semester terakhir. Guru mungkin mengembangkan kriteria untuk menilai kelengkapan, keaslian, dan ketepatan notasi dalam komposisi, tetapi dapat juga tidak menilai daftar penampilan selama satu semester.
3.     Portofolio Pertunjukan
Portofolio pertunjukkan (show portfolio) digunakan untuk memilih hal-hal yang paling baik yang menunjukkan bahan/pekerjaan terbaik yang dihasilkan oleh siswa. Portofolio pertunjukkan bertujuan untuk menyeleksi pekerjaan terbaik yang dilakukan oleh siswa. Tidak seperti portofolio dokumentasi, portofolio penampilan hanya berisi pekerjaan siswa  yang telah selesai. Portofolio pertunjukan tidak mencakup proses pekerjaan , perbaikan dan penyempurnaan pekerjaan siswa. Portofolio pertunjukan digunakan untuk tujuan seperti seleksi, sertifikasi, maupun penilaian kelas. Untuk tujuan yang lebih rumit, yang sangat memerlukan perbandingan, validitas perbandingan haruslah benar-benar diperhatikan oleh beberapa penilai adalah perlunya realibilitas, yaitu apakah skor yang berkitan kepada hasil kerja siswa konsisten.


a.      Perencanaan portofolio pertunjukan
Portofolio pertunjukkan dirancang untuk menentukkan hasil kerja siswa yang terbaik dalam satu tujuan yang pembelajaran atau dalam kurun waktu tertentu. Portofolio pertunjukkan sangat berguna untuk penilaian sumatif yang bergantung :
a)     Seberapa baik isi portofolio mengacu pada tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
b)     Seberapa baik hasil kerja siswa telah menunjukkan kemampuan siswa yang sebenarnya
Peniaian portofolio haruslah menujukan kemampuan siswa yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kurikulum, yaitu hasil kerja peserta didik harus sesuai dengan tujuan pembelajaran dan hasil belajar yang telah ditetapkan.
           Tidaklah mudah menjawab pertanyaan seberapa banyak hasil pekerjaan siswa dapat menunjukkan kemampuan peserta didik sesuai dengan cakupan yang dituntut oleh kurikulum. Edward haertel menyarankan untuk menggunakan prinsip nilai tambah “value-added principal” yaitu para pengembang portofolio memilih hasil kerja peserta didik dan bertanya : informasi apa yang akan bertambah apabila suatu hasil kerja siswa akan dimasukan sebagai bahan penelitian? Jika jawabannya tidak ada untuk beberapa hasil kerja siswa, maka kurikulum telah tercapai.
           Jika dalam portofolio dimaskkan untuk menjawab penilaian yang valid tentang kemampuan peserta didik dalam bidang tertentu, maka faktanya tidak boleh dicampur baurkan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan kemampuan peserta didik dalam bidang tertentu. Tugas portofolio dirancang untuk menilai kemampuan matematika misalnya, maka isi portofolio tidak akan menyangkut penilaian kemampuan membaca (reading ability)
·       Portofolio pertunjukan hanya menunjukkan hasil kerja terbaik dan hanya menunjukkan hasil akhir.
·       Portofolio pertunjukkan harus menggambarkan kurikulum dan menunjukkan hasil kerja sendiri.
b.     Keaslian hasil kerja siswa
Penilaian yang valid haruslah menjadi ciri penilaian portofolio. Oleh karena itu, portofolio pertunjukkan juga haruslah menggambarkan hasil kerja peserta didik yang asli. Guru haruslah memperhatikan seberapa bagus perkerjaan peserta didik yang telah diselesaikan. Apakah hasil pekerjaan itu merupakan karya sendiri atau kelompok? Apakah ada hubungan antara bimbingan guru dengan hasil kerja peserta didik?
Hasil kerja yang asli merupakan hal yang paling penting dalam penilaian portofolio. Oleh karena itu, penilaian haruslah konsisten dan adil bagi setiap peserta didik dan yang dilakukan oleh penilai yang berbeda, dengan kata lain, kesepakatan bersama antar penilai yang berbeda. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan tingkat inter-rater reliability adalah merumuskan kriteria yang spesifik yang akan digunakan dalam penilaian portofolio
Dalam pengembangan kriteria penilaian guru hendaknya dipertimbangkan betul konsistensi dan ketetapan kriteria penilaian yang akan digunakan. Karena kejelasan kriteria akan meningkatkan penilaian.






G.    . Contoh Penilaian Portofolio
Menurut Ahmad Badarudin (2014 : 36), format penilaian portofolio adalah sebagai berikut :

Contoh Penilaian Portofolio
Sekolah                          : ............................................................................................
Mata Pelajaran              : ............................................................................................
Durasi Waktu                : ............................................................................................
Nama Peserta Didik      : ............................................................................................
Kelas/Semester             : ............................................................................................


No.


KI / KD / PI


Waktu
KRITERIA


Keterangan
Berbicara
Tata Bahasa
Kosa Kata
Ucapan


1.


Pengenalan
16/10/18





24/10/18





17/10/18





Dst......






2.

Penulisan
12/11/18





22/11/18





15/12/18






3.
Ingatan terhadap kosakata.
18/12/18





22/12/18





Catatan :
PI : Pencapaian Indikator
Untuk setiap karya peserta didik dikumpulkan dalam satu file sebagai bukti pekerjaan yang masuk dalam portofolio. Skor yang digunakan dalam penilaian portofolio menggunakan rentang antara 0-10 atau 10-100. Kolom keterangan diisi oleh Guru untuk menggambarkan karakteristik yang menonjol dari hasil kerja tersebut.

H.    Kelebihan dan Kekurangan Penilaian Portofolio
       Biasanya tes dilaksanakan pada akhir selesainya pelaksanaan program pembelajaran misalnya pada akhir caturwulan atau semester. Tidak demikian halnya dengan penilaian portofolio yang dilakukan untuk menilai setiap aspek perkembangan siswa termasuk perkembangan minat, sikap, dan motivasi. Oleh sebab itu, penilaian portofolio merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang dilakukan secara terus-menerus dan menyeluruh.
Menurut Wina Sanjaya ( 2017 : 225), sebagai suatu teknik, penilaian portofolio memiliki kelebihan, diantaranya :
1.     Dapat menilai kemampuan siswa secara menyeluruh dan utuh, yang tidak hanya menilai kemampuan untuk kerja akan tetapi termasuk sikap dan motivasi belajar. Di samping itu, penilaian ini menilai dua sisi yang sama pentingnya yaitu sisi proses dan hasil belajar.
2.     Dapat menjamin akuntabilitas (pertanggungjawaban) sekolah terhadap siswa, orangtua, dan masyarakat. Mengapa demikian? Sebab kemampuan siswa dapat lebih lebih teruji dengan melihat setiap perkembangan siswa secara terus-menerus.
3.     Penilaian portofolio merupakan penilaian yang bersifat individual, sehingga memungkinkan guru untuk melihat peserta didik sebagai individu yang masing-masing memiliki perbedaan, baik perbedaan dalam segi kemampuan, minat, ataupun bakat termasuk perbedaan cara belajar. Dengan perbedaan itu, guru dapat menyesuaikan diri dalam pengelolaan proses pembelajaraan dengan kebutuhan.
4.     Penilaian portofolio merupakan penilaian yang terbuka. Melalui evidance yang tersusun secara sistematis dan teroganisasi, setiap pihak yang berkepentingan seperti orangtua, kepala sekolah, dan komite sekolah, dapat menguji kemampuan siswa. Oleh sebab itu, penilaian portofolio merupakan penilaian yang terbuka. Hal ini merupakan kelebihan yang memiliki arti yang sangat penting, yang tidak dimiliki oleh jenis penilaian lainnya.
5.     Bersifat self evaluation, artinya setiap siswa dapat menilai dirinya sendiri dan dapat melakukan refleksi sehingga mereka dapat menentukan kompetensi mana yang belum tercapai atau perlu penyempurnaan dan kompetensi mana yang sudah tercapai. Melalui self evaluation dapat menumbuhkan tanggung jawab siswa.
Di samping kelebihan, menurut Wina Sanjaya ( 2017 : 225), penilaian ini juga memiliki kelemahan diantaranya :
1.     Memerlukan waktu dan kerja keras. Penilaian ini memerlukan waktu dan kerja keras bagi guru dibandingkan penilaian lain. Guru dituntut untuk dapat memperhatikan setiap siswa secara individual, memantau perkembangannya, mendorong agar mereka lebih banyak beraktivitas, mengumpulkan setiap pekerjaan untuk diberi komentar, dan lain sebagainya. Semua itu memerlukan waktu dan tenaga ekstra. Oleh karena itu, guru yang kurang memiliki motivasi yang kuat dalam menjalankan profesinya, akan sulit melaksanakan penilaian model ini.
2.     Penilaian memerlukan perubahan cara pandang. Penilaian ini dapat dikatakan sebagai suatu inovasi. Sebagaimana layaknya sebuah inovasi, maka penilaian ini memerlukan perubahan cara pandang baik dari guru itu sendiri, dari masyarakat termasuk perubahan cara pandang orangtua. Mengubah cara pandang itu bukanlah sesuatu yang mudah, akan tetapi memerlukan kerja keras. Orangtua dan masyarakat yang sudah terbiasa menganggap keberhasilan proses pendidikan diukur dari sejauh mana siswa telah menguasai materi pelajaran melalui pendekatan kuanitatif, akan sulit menerima bahwa keberhasilan itu ditentukan secara kualitatif. Demikian juga halnya guru. Guru yang sudah terbiasa melaksanakan proses pembelajaran dengan menyampaikan materi pelajaran untuk diingat dan dihapal siswa, akan sulit melaksanakan pembelajaran dengan gaya portofolio, dimana siswa didorong untuk lebih banyak beraktivitas, mencari dan menemukan sendiri hingga kompetensi tercapai sesuai dengan tujuan yang dirumuskan dalam kurikulum; setiap perkembangan dan perubahan siswa dimonitor dan diberi catatan secara terus-menerus.
3.     Penilaian ini memerlukan perubahan gaya belajar. Selama ini siswa menganggap bahwa belajar itu adalah menguasai sejumlah materi pelajaran seperti yang disampaikan guru. Gaya belajar siswa akan ditentukan oleh keberadaan penilaian portofolio guru. Mereka akan belajar manakala ada guru untuk belajar. Mengubah pola belajar bagi siswa bukanlah pekerjaan penilaian portofolio yang mudah, namun memerlukan kesabaran dan kesungguhan. Tidak sedikit guru yang merasa frustasi, ketika siswa sulit untuk diajak bertanya jawab, sulit untuk diberi tanggung jawab penyelesaian tugas dan lain sebagainya.
4.     Penilaian autentik memerlukan perubahan sistem pembelajaran. Selama ini sistem pembelajaran yang berlaku di Indonesia adalah sistem klasikal, dimana setiap kelas memiliki rombongan belajar yang sangat banyak yaitu 40-45 orang bahkan lebih. Sistem pembelajaran yang demikian, akan sulit dilakukan penilaian portofolio, belum lagi setiap guru harus mengajar banyak kelas.









BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan pada materi yang telah pemakalah sampaikan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa penilaian portofolio adalah penilaian kemajuan dan perkembangan kemampuan siswa baik dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan secara terus menerus melalui hasil kerja siswa,  baik  hasil kerja siswa yang di hasilkan di dalam kelas maupun d luar kelas.
Penilaian Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang di dasarkan  pada kumpulan informasi yang menujukan perekembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu, informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang di anggap terbaik, hasil tes (bukan nilai), atau informasi lain yang relevan dengan sikap, keterampilan dan pengetahuan  yang di tuntut oleh topik atau mata pelajaran. Fokus penilaian portofolio adalah kumpulan  karya peserta didik secara individu atau kelompok pada suatu periode pembelajaran tertentu
           
B.    Saran
Pemakalah berharap setelah membaca makalah ini, pembaca tidak menjadikan sebagai bahan rujuan utama, karena masih banyak terdapat kesalahan di makalah ini, selain itu jika terdapat kesalahan dalam penulisan makalah ini sudilah jika pembaca memberikan kritik dan saran.








DAFTAR PUSTAKA
Badarudin, Ahmad.. 2014. Langkah Awal Sistem Konseling Pendidikan Nasional. Penerbit : C.V Abe KreatifIndo : Jakarta.
Malawi, Ibadullah dan Endang Sri Martuti. 2016. Evaluasi Pendidikan. Penerbit C.V AE Media Grafika : Jawa Timur.
Litheria, Reginaa Panjaitan. 2014. Evaluasi Pembelajaran SD Berdasrkan Kurikulum 2013 suatu Pengantar. Penerbit : UPI Semedang Press : Sumedang.
Sanjaya, Wina dan Andi Bidimanjaya. 2017. Pradigma Baru Mengajar. Penerbit Kencana Prenada Media Group : Jakarta.