Pancasila dan Indonesia seperti Aku dan Kamu


Pancasila dan Indonesia seperti Aku dan Kamu
Karangan Muhardi dan Teman-teman Komunitas Bela Indonesia

sumber gambar : inovasee.com



Aku bernama Pancasila dan kekasihku bernama Indonesia yang cantik dan molek dipenuhi make up yang beragam. Di kepalanya menjuntai 17.000 helai rambut indah. Di setiap malam minggu kami biasa pergi ke warung kopi, meleweati 6 jalan besar dan ratusan jalan tikus maupun jalan setapak. Di jalan-jalan itu ada begal, jambret dan berbagai kejahatan lainnya. Dan saya sebagai Pancasila akan melindungi kekasihku yang bernama Indonesia.

Dalam hubunganku dan Indonesia, muncul hambatan yang cukup sulit kami atasi. Banyak orang memonopoli kebenaran agamanya sendiri. Padahal yang kumau, setiap orang memang harus meyakini kebenaran agama yang mereka anut. Aku ingin agama merupakan urusan piibadi individu dengan Tuhan yang dia imani. Faktanya memang banyak sekali agama yang lahir di muka bumi ini yang menjadi pontensi konflik antar pemeluknya. Padahal setiap agama mengajarkan ke pada pemeluknya untuk menghargai perbedaan, yang sering kita sebut dengan toleransi.

Misalnya Islam mengajarkan “Tiada paksaan dalam beragama”.  Nabi Muhammad SAW mengatakan seorang manusia memiliki keyakinan masing-masing dalam memilih agama dan hal ini tidak boleh diintervensi siapun.

Sedangkan Kristen mengajarkan “Kasihilah sesamamu semua manusia seperti dirimu sendiri”. Jika kita memukul sesorang, maka kita harus memikirkan rasa sakit jika hal itu terjadi ke pada diri kita sendiri.  Siapapun manusianya, tidak memandang agama atau apapun identitas individu tersebut.

Dibandingkan semua kisah, kisah kami adalah kisah yang paling romantis jika semua hidup dalam perdamaian.