Pancasila dan Indonesia seperti Aku dan Kamu
Karangan Muhardi dan Teman-teman Komunitas Bela Indonesia

sumber gambar : inovasee.com



Aku bernama Pancasila dan kekasihku bernama Indonesia yang cantik dan molek dipenuhi make up yang beragam. Di kepalanya menjuntai 17.000 helai rambut indah. Di setiap malam minggu kami biasa pergi ke warung kopi, meleweati 6 jalan besar dan ratusan jalan tikus maupun jalan setapak. Di jalan-jalan itu ada begal, jambret dan berbagai kejahatan lainnya. Dan saya sebagai Pancasila akan melindungi kekasihku yang bernama Indonesia.

Dalam hubunganku dan Indonesia, muncul hambatan yang cukup sulit kami atasi. Banyak orang memonopoli kebenaran agamanya sendiri. Padahal yang kumau, setiap orang memang harus meyakini kebenaran agama yang mereka anut. Aku ingin agama merupakan urusan piibadi individu dengan Tuhan yang dia imani. Faktanya memang banyak sekali agama yang lahir di muka bumi ini yang menjadi pontensi konflik antar pemeluknya. Padahal setiap agama mengajarkan ke pada pemeluknya untuk menghargai perbedaan, yang sering kita sebut dengan toleransi.

Misalnya Islam mengajarkan “Tiada paksaan dalam beragama”.  Nabi Muhammad SAW mengatakan seorang manusia memiliki keyakinan masing-masing dalam memilih agama dan hal ini tidak boleh diintervensi siapun.

Sedangkan Kristen mengajarkan “Kasihilah sesamamu semua manusia seperti dirimu sendiri”. Jika kita memukul sesorang, maka kita harus memikirkan rasa sakit jika hal itu terjadi ke pada diri kita sendiri.  Siapapun manusianya, tidak memandang agama atau apapun identitas individu tersebut.

Dibandingkan semua kisah, kisah kami adalah kisah yang paling romantis jika semua hidup dalam perdamaian.






Pentingnya Peningkatan Minat Baca di Kalimantan Barat
sumber gambar Ig: @dutabacakalbar :
salah satu dokumentasi yang dilakukan duta Baca Kalbar untuk meningkatkan minat baca Kalbar.

Kalimantan Barat merupakan daerah yang memiliki potensi dari berbagai sektor. Potensi tersebut seharusnya memberikan keuntungan bagi Kalimantan Barat untuk menggali sumber daya alam, dan sektor lainya serta dikelola oleh masyarakat. Jumlah penduduk di Kalimantan Barat memberikan bonus demografi, sehingga tingginya sumber daya manusia dapat membawa negara Indonesia menjadi negara yang maju dan memiliki daya saing tinggi terhadap negara lain. Demi mendukung kualitas sumber daya manusia, upaya yang harus kita lakukan adalah dengan meningkatkan minat baca di Kalimantan Barat, terutama generasi muda serta anak-anak karena mereka lah yang akan menjadi tali estafet para pemimpin yang sekarang.
Semakin tinggi minat baca di suatu daerah maka akan mempengaruhi kualitas masyarakat di daerah tersebut. Negara maju di berbagai belahan dunia memiliki semangat literasi yang tinggi, menurut (UNESCO,  2005), mahasiswa di negara industri maju rata-rata membaca delapan jam per hari, sedangkan di negara berkembang hanya dua jam per hari. Berbeda dengan Program For International Student Assesment (PISA, 2009), melakukan studi tentang minta baca terhadap 65 negara dari studi tersebut Indonesia menempati urutan ke-57 dari 65 negara tentang minat bacanya, di Kalimantan barat khusunya menurut data Indeks Pembangunan Manusia (IPM,  2008) Kalimantan Barat menduduki urutan ke-29 dari 34 Provinsi dengan indeks sebesar 68,17 di bawah rata-rata indeks Nasional yang berada pada rentang 71,17.

Jika minta baca di Kalbar rendah maka keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan merembah ke seluruh penjuru Kalimantan Barat, seperti yang dikatakan oleh Untad Dharmawan kepala UPT Perpustakaan daerah Provinsi Kalimantan Barat, minat baca masyarkat yang rendah akan berdampak buruk ke depannya (Tribun Pontianak, kamis 8 Desember 2016). keruntuhan peradaban ini bukan hanya di sebabkan oleh masalah politik dan kekuasaan, yang paling utama adalah hilangnya budaya membaca, padahal membaca adalah kunci untuk membuka gudang pengetahuan.

“Membaca adalah menggenggam peradaban dalam rangka menerbitkan cahaya harapan bangsa”. Menurut Liansyah dalam opininya yang berjudul Rekayasa Budaya Literasi (Harian PontianakPost, November 2017) mengatakan bahwa perlunya usaha untuk membentuk sebuah budaya literasi, di antaranya budaya baca agar terciptanya sumber daya manusia yang siap bersaing dalam pertarungan globalisasi. Dalam konteks ke Indonesiaan, tragedi kemiskinan dan kemelut pendidikan yang sedang terjadi sekarang ini adalah salah satu akibat dari tidak adanya kesadaran akan membaca dan rendahnya minat baca, fenomena pengangguran intelektual tidak akan terjadi jika pemuda/i memiliki semangat membaca yang membara.

Iqra! Read! Leses ! dalam bahasa Indonesia nya bacalah, kata perintah ini bukanlah sekadar kata, melainkan firman Allah Swt dalam surah Al-alaq ayat pertama Iqra, Bacalah, mengandung perintah pasif menjadi aktif, dari diam menjadi bergerak, dari tidak tahu menjadi tahu, dengan demikian siapapun yang ingin menguasai perdaban harus memiliki budaya membaca yang tinggi. Syarat untuk menjadi orang besar dan pahlawan ialah berpikir besar atau memiliki cita-cita yang tinggi, dan syarat fundamental untuk menggapai semua mimpi itu adalah dengan mengumpulkan ilmu sebanyak-banyaknya, yang instrumen utamanya adalah membaca (Suherman  2010 :151).

 Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA)

Oleh Liansyah

sumber gambar : Laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

10/13/2018, Balai Bahasa Kalimantan Barat.
Indonesia memiliki  652 bahasa 1340 suku bangsa, semua itu dapat bersatu dengan segala jerih upaya para pendahulu kita,  disatukan dalam sebuah perekat Bahasa yaitu Bahasa Indonesia yang menggambungkan berjuta Manusia di Tanah Surga ini.

"Utamakan Bahasa Indonesia,
Lestarikan Bahasa Daerah
dan Kuasai Bahasa Asing"

Oke bicara tentang BIPA, apakah  BIPA Itu ?
   
Merupakan Program pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia ( berbicara, menulis, membaca dan mendengarkan), bagi penutur asing.

Penutur Asing :

1. Warga negara Asing yang belum mengerti dasar dan tata bahasa Indonesia.
2. Latar belakang budaya yang berbalas
3. Pengetahuan bahasa berbeda.

Alasan Belajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing :

1. Dapat berkomunikasi dengan di seluruh dunia atau dalam negeri sendiri yang berbicara bahasa       Indonesia.
2. Bertahan hidup di budaya lain dengan target adalah bahasa utama yang di gunakan.
3. Melakukan perjalanan, belajar, atau bekerja di Indonesia.
4. Memenuhi persayaratan kelulusan untuk pindah ke tingkat studi yang lebih tinggi.




BIPA di Tiongkok
Dr. Lily Thamrin, M.Ed

TCSOL : adalah perogram pembelajaran keterampilan berbahasa Mandarin bagi penutur Asing.

Universitas yang membuka BIPA di Tiongkok :

1. Peking University 50 tahun sudah berdiri.
2. Beijing Foreign Studies University
3. Sanghai Foreign Studies University
4. Guangsi University
5. Yunan University for Natio\nalities
6. Gungdong University of Foreign Studies
7. dan lain-lain.

Kurikulum BIPA :
1. Bahasa Indonesia Dasar
2. Bahasa Indonesia Menengah
3. Bahasa Indonesai Mahir


Apa saja yang di pelajari dalam BIPA ?
Mengarang
Sejarah Indonesia, membaca, bisnis, Membaca
Perkembanag Sejarah Indonesia : Budaya,Politik dan Ekonomi di  Indonesia.
Konsep berbudaya


Kedudukan dan Fungsi Bahasa Mandarin di Bahasa Indonesia :

       Bahasa Mandarin tergolong dalam pengajaran bahasa Asing seperti : Bahasa Jepang, Perancis, Korea, dan lainya, yang harus di tanamkan bahasa Mandarin adalah bahasa Asing bukan Bahasa Ibum. Kepentingan mengajarkan dan mempelajari Mandarin adalah untuk kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembinaan dan pengembangan Bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia.
]


Tujuan Pengrimanan Pengajaran BIPA :
Meningkatkan jumlah dan sebaran penuturan bahasa Indonesia
Memberikan Fasilitas kepada lembaga penyelenggaraan BIPA di luar negeri

Lembaga Penyelenggara BIPA :
Materi ini bisa di unduh secara resmi Laman Badan Pembinaaan dan Pengembangan Bahasa.

Syarat Menjadi Pengajar BIPA di luar Negeri :

1. Kewargangeraan Indonesia
2. Berusia 25-50 Tahun
3. Berpendidikan S1
4. Berpengalaman
5. Jasmani
6. harus memiliki nilai UKBI
7. Berbahasa Asing secara aktif, baik lisan maupun tulis
8. Memiliki surat izin dan rekomendasi dari atasan
9. mampu memanfaatkan sarana dan teknologi informasi dan komunikasi.
































Merajut Keberagaman dalam Beragama



sumber gambar jalandamai.org


Keberagaman menjadi sebuah kekuatan bagi Negeri yang konon Indah banyak suku budayanya yang penuh dengan sebuah misteri tak berujung serta menjujung tinggi sebuah asas ideology. Beragam suku ras dan agama di satukan dalam wadah yang sudah di sepakati sebagai pedoman hidup, di namakan Pancasila, dan dalam sebuah negeri yaitu Indonesia, sebuah bangsa yang Indah dan Elok namanya.

Dalam Pancasila, sila pertama menyatakan Ketuhanan yang Maha Esa yang mengandung makna bahwa rakyat Indonesia memiliki keyakinan akan adanya Tuhan. Adanya keyakinan yang sama kepada Tuhan menjadikan  Indonesia memiliki keberagaman dalam beragama dan kepercayaan, Perbedaaan Agama dan keyakinan ini  tidak membuat kita tercerai berai melainkan satu kesatuan yang kuat dengan memaklumi ibadah dari masing-masing agama dan berbagi cerita dalam keberagaman supaya terjalin suatu ikatan yang kuat.

Keberagaman yang ada terdapat di Negara kita seharusnya menjadi sebuah motivasi kita untuk menjujung persatuan dan kesatuan, karena di Negara kita sejak awal telah terlahir di dalam satu kondisi perbedaan, yaitu perbedaan suku, bahasa, budaya dan agama yang sangat beragam di Indonesia.

Apabila dibandingkan dengan Negara lain tidaklah sama kondisinya dengan NKRI. Dimana suku dan budaya,bahasa yang sangat beragama ini kita telah mampu mencatat sejarah menyatukan ribuan pulau dari Aceh sampai dengan Irian Jaya dari Sabang sampai dengan merauke, untuk tunduk patuh kepada Ideologi yang sama itu Pancasila.




What do you think about Pancasila ?

Oleh : Liansyah
sumber gambar : news.unair.ac.id


1. Pancasila adalah perekat bangsa yang beragam. Jika dukungan Pancasila menurun, bangsa Indonesia tidak sesolid dulu. Bagaimana menurut Anda?


Pancasila adalah sebuah ideologi bangsa, artinya pancasila menjadi pemersatu dan menjadi dasar dari segala hukum yang ada di Indonesia.  Pancasila adalah pemersatu dan perekat bangsa, sebagai sebuah falsafah bangsa Pancasila hadir dan memberikan benang penyatu untuk seluruh negara kesatuan Republik Indonesia.
Namun apa yang terjadi jika dukungan atau nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila mulai menurun, sebagai dasar negara hal tersebut tentu harus di cegah dan jangan sampai terjadi mengapa sebab akan terjadi ketidakstabilan terhadap gugusan Indonesia, misalnya masyrakat yang acuh terhadap sila ketiga tentang persatuan maka mereka dengan mudahnya menghakimi terhadap yang minoritas tentu saja hal ini akan mengguncang persatuan NKRI.
Tentu saja dalam memperthankan keutuhan NKRI kita semua, harus turut berpartisipasi dalam mempertahankan Pancasila dengan cara apapun selama tidak bertentang dengan kode etik yang berlaku di Masyarakat Indoenesia.

2. Apa yang bisa dilakukan oleh masyarakat biasa pada umumnya untuk membuat Indonesia menjadi rumah bersama yang damai, beragam dan bebas terorisme?

Sebagai Ideologi bangsa, dan untuk mempertahankan keutuhan bangsa Indonesia, tentu di perlukan seluruh lapisan peran masyrakat untuk turut serta mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Masyrakat harus melakukan upaya seperti yang terkandung dalam sila antarnya :
 Dalam sila pertama mengandung nilai keyakinan beragama, yang memiliki sebuah pengertian untuk selalu menjunjung tinggi sikap keyakinan dalam beribadat terhadap agama yang diyakini secara penuh. Didalam kehidupan sehari-hari, terutama masyarakat perkotaan yang terdiri dari beragam suku dan keyakinan berkumpul dalam sebuah harmoni. Hal tersebut merupakan penyebab terciptanya masyarakat majemuk dan multikultural namun tetap memiliki rasa tenggang rasa untuk menghormati keyakinan orang lain.
Dalam sila kedua yang mengandung nilai kemanusiaan yang memiliki sikap dan perilaku sebagai manusia yang terpuji dan berkarater. Memahami bahwa semua manusia memiliki kedudukan yang sama, mengerti tentang hak dan kewajiban warga negara untuk saling besikap toleran dan tidak diskriminatif dalam kehidupan bersosial di masyarakat. Sebab dapat menekan bahaya radikalisme dan terorisme yang mungkin terjadi ditengah lingkungan masyarakat yang majemuk.
Dalam sila ketiga tercermin sebuah nilai kesatuan bangsa Inonesia yang utuh dan satu. Misalnya dalam gotong royong dalam kegiatan disekitar lingkungan. Ketika masyarakat bersatu tanpa melihat latar belakang suku, agama maupun aliran tertentu maka merupakan suatu cara mencegah radikalisme dan terorisme yang mengintai saat ini.
Dalam sila keempat memiliki pengertian bahwa setiap perbedaan dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah. Tentunya manfaat musyawarah sangat banyak apalagi didalam menyelesaikan masalah dikehidupan sehari-hari, misalnya bila terjadi perselisihan dintara para warga masyarakat musyawarah lah yang diutamakan ketimbang dengan kekerasan.
Dalam sila kelima mengandung makna keadilan.  Keadilan disini sangat luas dan tidak terbatas dalam penjabarannya. Adil terhadap orang lain maupun diri sendiri, dalam memakai fasilitas umum misalnya. Tidak berkendara melampau batas hingga mengganggu pengendara lain merupakan sebagian keadilan untuk sosial dan individu.

3. Bagaimana seharusnya kita meletakkan Pancasila dalam kehidupan masyarakat?

        Acap kali dalam kehidupan sehari-hari pun Pancasila memiliki nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat di jadikan sebuah pedoman. Sebagai sebuah pedoman Pancasila sendiri memiliki isi yang dapat menjadi sebuah jawaban atas masalah yang mungkin terjadi dikehidupan sehari-hari masyarakat. Sebagai contoh, pada sila ketiga Pancasila berbunyi “Persatuan Indonesia”, dari sila tersebut mengandung banyak hal. Bahwa bangsa Indonesia harus bersatu meski terdapat perbedaan
     Dalam Kehidupan Sehari-hari bermasyrakat dan bernegara Pancasila menjadi dasar atau pedoman, sebagai pendidikan karekter, artinya dalam kehidupan bermasyrakat pancasila dapat pendidikan terutama dalam menerima keterbukaan terhadap berbagai macam ilmu pengetahuan, Terbuka dalam menerima segala hal baru, dan mengajarkan generasi muda tentunyan untuk bersikap terbuka yang berlandaskan Pancasila.
    Hal terpenting yang harus di teladan  Sebagai Nilai Kehidupan dalam stiap sila Pancasila membentuk keterikatan yang saling terkait satu sama lain yang utuh dan tidat dapat tergantikan. Dengan hal tersebut maka seseorang harus memahaminya dengan cara menyeluruh, dan tidak menafsirkannya hanya sebagian saja. Sebab akan merusak mkna yang sesungguhnya disamping itu juga akan merubah tafsiran dan makna yang sebenarnya yang terkandung di dalam Pancasila tersebut.

Berikut nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila, diantaranya:
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa terkandung nilai sebuah keyakinan tentang agama,
2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung nilai kemanusiaan,
3. Sila Persatuan Indonesia mengandung nilai persatuan,
4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan mengandung nilai kerakyatan dan,
5. Sila Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung nilai keadilan.
Perolehan Medali Asian Para Games

Oleh Liansyah



Ini dia perolehan Medali Asian Para Games per 10/8/2018. Urutan 8 Besar : Indonesia berada di urutan ke 6, ayo Indonesia semangat masih ada waktu yang panjang.



sumber gambar : AsianParaGames.id





Kumpuluan Meme karya Peserta Juru Bicara Pontianak

Oleh Liansyah




tahukan anda meme adalah sebuah ungkapan dan terwujud dalam sebuah karya yang menggambarkan kekreatifan dan dapat tersampaikan secara humor,serius kadang berbentuk komik.









Instagram Acc list Peserta Pelatihan Bela Pancasila :

1. valentinods96
2. @aarni_prp 
3.Muhaammadhotip7
4.muhardijuliansyah
5.kbikalbar
6.jaringankbi
7.komunitasbelaindonesia
8.@listian_danu
9. fithriyyah_
11. muhamad.isnur
12. tarida_manullang
13. Itsputrins
14. sholeh070899
15. 3harikemudian
16. Anwar_blackholic
17. bocong6
18. Aprilcilla28
19. *Syarifahdesy*
20. lenasumbung.do (baju merah)
21. @fredellafadjaray
22.heru calvin
23.aronkalbar
24. @bcdebbri
25. SitiMasita08

 Media Sosial dan Hoax

Oleh Liansyah



Kita sebagai pemuda/I Indonesia, kadang sangat mudah termakan isu atau berita yang sangat berbahaya atau HOAX, dalam beberapa hal terkadang kita dengan ssangat mudahnya menerima hal tersebut, karena itu mari kita tonton video di bawah ini dulu

:



Active User Sosila Media Platform :

sumber gambar WeAreSocial.com


Medos itu bagaikan uang yang memiliki dua sisi : 

Positif :
  1.  Tidak ada yang tidak bias di jangkau
  2.  Efesiensi waktu
Negatif :
  1. Out of control
  2. Pola komunikasi
  3. Past Truth Trend ; hilangnya otoritas kebenaran
  4. Fake news,hoax, hate speech
  5. Hilangnya generasi literatur
Logaritma Gelembung Menciptakan ruang bergema :


How to Its Umum  :

sumber gambar : gri.co.id
Dalam beberapa hal sadarkan teman-teman kita sebagai pengguna Media social kadang, lupa atau secara tidak sadar, ketika kita sering membuka sebuah informasi tentang sesuatu missal kita seorang pecinta makanan maka segala track di fb,ig kita kemungkinan besar akan menjuru pada food track dalam istilah itu adalah Bubble Filter begini system kerjanya :
sumber gambar : technkl.com


Pelatihan Juru Bicara Pancasila hari ke Dua Sesi 2



oleh Liansyah


Mengapa (Harus) Menulis, Pada  sesi ini Sholehudin Al Aziz, akan memaparkan kemampuan menulis, kemudian beliau memeberi semangat dengan menyampaikan petuah dari Bapak Proklamasi Soekarno, di antarnya adalah :




Soekarno
"Barangsiapa Ingin Mutiara Harus Berani Terjun di Lautan yang dalam"




Kemudian beliau menguatkan bahwa kebiasaan menulis adalah sebuah kawajiban, jika tidak kita akan hilang dalam sejarah, kemudian seperti yang di katakan oleh Pram :

"Orang boleh pandai menulis setinggi langit taoi selama ia tidak menulis ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian"



Pramodeya Ananta Toer




sumber gamar : Kompasnia.com


Mau menulis, menulis karangan kreatif, karangan yang mengeekspresikan pikiran dan perasaan penulisnya dengan cara yang unik, imajinatif dan terkadang bergaya puitis. yakin bahwa kita bisa menjadi lebih baik. kemudian rajin lah dalam berimajinasi, sejak kecil kita membangun imajinasi, kita ini creator,seniman tiga darah itu mengalir dalam tubuh kita tinggal kita mau mengembangkannya.

Kapan Mulai menulis : Lakukan Saja Sekarang, its now, ya sekarang kapan lagiiiiiiiii.

LATIHAN :
Metode tiga kata tulis tiga kata apa saja yang berhubungan dengan toleransi sebagai missal :
Keberagamana-Indonesia-Pancasila.
Buatlah sebuah paragraph yang dimulai dengan kata Keberagaman, dua kata sisanya Indonesia dan Pancasila disisipkan di mana saja di dalam paragraph tersebut, kemudian 3 kata tersebut dalam sebuah paragraph :
Jawab :
Keberagaman menjadi sebuah kekuatan bagi Negeri yang konon katanya Indah dan luas suku budayanya ia adalah Indonesia, penuh dengan sebuah misteri tak berujung serta menjujung tinggi sebuah azaz ideology bangsa namanya  indah nan elok yaitu Pancasila.

ini adalah hasil diskusi kami membahas sebuah Keberagaman kelompok 4 terdebst: 

Merajut Keberagaman dalam Beragama
Oleh Kel.4
Keberagaman menjadi sebuah kekuatan bagi Negeri yang konon Indah banyak suku budayanya yang penuh dengan sebuah misteri tak berujung serta menjujung tinggi sebuah asas ideology. Beragam suku ras dan agama di satukan dalam wadah yang sudah di sepakati sebagai pedoman hidup, di namakan Pancasila, dan dalam sebuah negeri yaitu Indonesia, sebuah bangsa yang Indah dan Elok namanya. 
Dalam Pancasila, sila pertama menyatakan Ketuhanan yang Maha Esa yang mengandung makna bahwa rakyat Indonesia memiliki keyakinan akan adanya Tuhan. Adanya keyakinan yang sama kepada Tuhan menjadikan  Indonesia memiliki keberagaman dalam beragama dan kepercayaan, Perbedaaan Agama dan keyakinan ini  tidak membuat kita tercerai berai melainkan satu kesatuan yang kuat dengan memaklumi ibadah dari masing-masing agama dan berbagi cerita dalam keberagaman supaya terjalin suatu ikatan yang kuat.
Keberagaman yang ada terdapat di Negara kita seharusnya menjadi sebuah motivasi kita untuk menjujung persatuan dan kesatuan, karena di Negara kita sejak awal telah terlahir di dalam satu kondisi perbedaan, yaitu perbedaan suku, bahasa, budaya dan agama yang sangat beragam di Indonesia.
Apabila dibandingkan dengan Negara lain tidaklah sama kondisinya dengan NKRI. Dimana suku dan budaya,bahasa yang sangat beragama ini kita telah mampu mencatat sejarah menyatukan ribuan pulau dari Aceh sampai dengan Irian Jaya dari Sabang sampai dengan merauke, untuk tunduk patuh kepada Ideologi yang sama itu Pancasila

foto ngeblur harap maklum ye, photo by WA group KBI Pontianak. lihat foto yang ditengah itu adalah penampakan.wkwk


Baca Juga Tulisan Sebelumnya :








Pelatihan Juru Bicara Pontianak Hari ke Dua Sesi 1

oleh  Liansyah

ini adalah hasil gamabaran diri saya. 
no image.
10/6/2018, Neo Hotel, 08.00 dibuka dengan senam bersama senam penguin, senam dari Puskesmas dll, kemudian statement dari kelompok Nasionalis dan Kapuas, after that kami di beri satu lembar kertas dan diajak untuk menggambarkan diri sendiri dan respresntatifkan diri sendiri. mengapa aku menggambarkan diri sendiri dengan kalimaat "Saya Adalah Saya", karena saya merasa diri ini terlalu kompleks untuk digambarkan dengan sesuatu benda yang abstrak, bahkan kita semua sadar  bahwa semua manusia kadang menjadi baik, namun bisa juga menjadi lebih rendah dari binatang (hanya opini hehe), ada beberapa orang yang menggambarakan dirinya dengan Pohon, Air, Buku, bahkan Iron Men Marvel Hero.

Sekmen salanjutnya kami bersama melakukan ice breaking sekaligus pengenalan Pancasila lebih dalam, kami di bagi menjadi 5 Kelompok saya, mendapat kelompok 2, dalam beberapa statement, yang bapak pemateri sampaikan beliau seperti nya orang hebat berpakaian bak pejabat kelas atas, beliau mengakatakan bahwa dalam beragama kita tidak bisa merasa paling yakin dengan agama kita sendiri, justru ini bertolak belakang, malah dengan kita merasa bahwa agama kita yang kita yakini itu secara mendalam dan benar, dapat menimbulkan nilai toleransi, karena semua agama selalu membawa pesan perdamain, dengan mepelajari agama kita masing-masing dengan benar niscaya nilai Pancasila tepatnya Sila-1 dapat teramalkan denga baik.

Suasana Ice Breaking dan keseruanya foto by WA Group KBI Pontianak.




Suasana Sharing and Diskusi, pengalaman
menjadi penting ketika hidup berdampingan 
gambar by Wa Group KBI Pontianak.
Sekmen selanjutnya kami mendapat coaching dari Pak Nurul Maarif, beliau menjelaskan tentang keberagaman dalam beragama, salah satu statement beliau adalah dengan Perdamaian, damai adalah hal yang tidak membuat/menciptakan menyakiti orang lian, menghujat, bahkan dengan binatang dan makhluk hidup, hewan tumbuhan, namun saya bingung dengan kalimat menyakti tumbuhan, itu seperti apa, apakah kita jangan makan sayur, makan buah, atau bagaiaman, ini membingungkan, kalau ada yang mengerti boleh komen di bawah ya gengss..... ,  salah satu peserta yang dapat kesempatan untuk menceritakan tentang keberagaman namanya Putry beliau bercerita tentang keadaanya dulu yang hidup non-maden beliau juga backpacker keliling Indonesia, sehingga mendapat pelajaran/pengalaman tentang kebergaman Indonesia. Beliau bercerita ketika kelas 1 SMA berteman dengan kawan yang beda agama yaitu agama Khatolik namanya Angel namun komunikasi nya lewat online, dan akhirnya meraka bertemu di Pontianak kemudian dia bertemu namun dia dalam keadaan sakit, mereka saling mendukung itu sangat membuat dukungan moril, kemudian dari hal ini beliau merasa bahwa Persatuan itu tidak harus melihat latar belakang keberagaman  tutup beliau , kita dan semuanya saling membutuhkan, kalau ada yang salah dari kalimat di atas mohon dikoreksi ya Putri peserta KBI Pontianak, yang sangat aktif.


berlajutya untuk sesi selanjutnya : baca juga Peelatihan Hari Pertama










Pelatihan Juru Bicara Pancasila di Pontianak hari Pertama

Oleh  Liansyah

with kk Maya Delegasi ICN 2017, dan Saya Delegasi ICN 2018
temu kangen/reuni.
Friday, 5 Oktober 2018, di Hotel NEO Pontianak, setelah Jumat tepatnya aku bersiap melakukan packing tak banyak yang disiapakan hanya berupa baju dan celana secukupnya, ya simple aja, tiba ku dihotel Neo, bertemu dengan beberapa teman yang sudah  sering ku jumpai seperti Suryansah awal nya ku kira dia semester 5 ternyata udah semester 9 hehe, kak Fitriyah yang kmren pernah jadi teman pas seleksi Duta Bahasa beliau juga menjadi delegasi Indonesia dalam acara kepemudaan di negeri Jiran, kemudian kak Maya yang menjadi pemenang dalam acara Indonesian Culture Nationalism, Kak Nings tim 4 SEO blogger Pontianak dan teman baru lainya, semua meraka sangat asik.


Kemudian kami makan siang di lantai 11 berhubung aku udah makan paginya jadi nggak terlau banyak ambil porsi ketika makan rasanya ingat Film Aruna dan Lidahnya yang baru aku tonton beberapa hari yang lalu haha, kemudian kami menuju lantai 2 untuk memulai diskusi dan pembukaan secara resmi Pelatihan Juru Bicara season 6 di Pontianak bersama 40 pemuda/I Kalimantan Barat yang terpilih melalui seleksi yang ketatt.. whahaaha.... o iya kita juga punya jargon Komunitas Bela Negara jawabnya Indonesia Rumah Bersama, KBI Bangga Bela Indonesia.

Goal :
Adapun hal yang insyaAllah yang akan kami dapat adalah untuk menyiapkan, membekali dan Memproduki Juru Bicara Pancasila. Juru Bicara Pancasila adalah sebuah program yang di buat untuk memperkuat Pancasila agar tidak terdegradasi.

Adapun Prinsip-pirnsip yang akan dibangun dalam Juru Bicara Pancasila :

Prinsip Kontitusinalisme. Indonesia yang damai beragam dan bebas dari terorisme, dan .Pancasila yang membuat Indonesia penyatu dalam raut keberagaman. menurut peserta Juru Bicara Pancasila mendefenisikan Pancasila dengan Pancasila adalah Dasar Bernegara menurut (Anwar), teman satu kamar hehe.

Kami membuat kesepakatan/aturan untuk sukses dalam pelatihan yaitu :
  1. Konsentrasi
  2. Tepat Waktu
  3. Optimal berada dalam kelas
  4. Hp di senyapkan
  5. Mengakat Hp di luar kelas
  6. Mengikuti sampai selesai


Kemudian kami dibuat menjadi beberapa kelompok menjawab beberapa pernytaan, dengan sub teman utama adalag menjawab, Apa Kegelisahan yang di rasa,  lihat terkait Indonesia Pancasila dan Keberagaman, Bagaimana usaha selama ini dan potensi yang dimiliki.






Gambar setelah diskusi dan memperoleh jawaban


Kemudian kami bersama melakukan diskusi mengangkat isu tentang Terorisme, oleh Pak Nurul Huda Maarif seorang tokoh agama, beberapa materi beliau adalah tentang, Indonesia yang Bersatu dibangun dengan tiga Pondasi Pancasila sebagai ideologi dan perkembangan termasuk di dalamnya atau semboyan Bhineka Tunggal Ika, kemudian UUD 45 yang diamandemen sebagai konstitusi aturan main tertinggi, NKRI sebagai kesatuan tertitori dari Aceh sampai Papua dalam istilah "The Only Game in Town"
Namun demikian Pancasila dapat di atur tafsir ulang tapi tidak dapat di ganti. UUD 1945 dapat di amandemen kembali tetapi tidak dapat diganti, NKRI tidak bias berkompromi dengan wilayah yang ingin merdeka, lepas dari Indonesia. quotes today : Pancasila harus ditafsir sesuai prinsip demokrasi dan hak asasi agar mampu membawa Indonesia melangkah masuk peradaban modern.

3 Hal yang jangan di lakukan : Kekerasan jika ada masalah dengan anggota masyrakat lain, di selesaikan secara musyawarah atau menggunakan jalur hukum. Hindari penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. 
Radikalisme, Ekstrmisme Dan Terorisme : Prilaku ini mempunyai persamaan :
Menganggap kelompok sendiri lebih baik dari kelompok lain ; Hanya kelompok sendiri yang dinilai benar ; menganggap kelompok sebagai musuh. 
Ujaran Kebencian : Hatespeech adalah ujaran atau ucapan yang menngekspresikan kebencian dan antipasti terhadap kelompok atau individu lain. banyak konflik dan kekerasan terjadi akibat ujaran kebencian. 
3 Hal yang boleh di lakukan : Hak atas persamaan, hak atas kebebasan dan deskriminasi dan pembedaan perlakuan dalam bentuk apapun, Hak atas persamaan di depan Hukum, Hak untuk bebas bergerak dan bertempatn tinggal dimanapun, hak memilik harta dan untuk pribadi, hak atas pernikahan.
Hak Ekonomi : Hak Atas Jaminan Sosial, Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, Hak untuk mendapat Pendidikan.

Kemudian kami tutup acara ini dengan nonton Video dan Mentanyikan lagu "Bagimu Negeri", penutup kegiatan hari ini adalah hari yang luar biasa nambah ilmu dan nambah relasi, intinya the best lah, o iya jangan lupa follow my Ig : @lian_liansyah insyaAllah di Follback.














Sajian Film “Aruna dan Lidahnya”
Siap Santap 27 September 2018

Jakarta, 20 September 2018

Palari Films dengan bangga mempersembahkan Aruna dan Lidahnya, sebuah sajian yang menggugah selera. Disutradarai oleh Edwin (Posesif, 2017) dan dibintangi oleh aktor-aktris terbaik Indonesia yaitu Dian Sastrowardoyo, Oka Antara, Hannah Al Rashid, dan Nicholas Saputra. Film ini menyuguhkan kolaborasi akting para pemain yang apik juga presentasi drama komedi yang diracik dengan menarik. Film bisa ditonton mulai tanggal 27 September di bioskop seluruh Indonesia.

Aruna dan Lidahnya menyuguhkan kisah drama yang dibalut dengan kemasan yang santai. Berkisah tentang ARUNA (Dian Sastrowardoyo) yang ditugaskan bekerja berkeliling ke empat kota Indonesia sambil bertualang kuliner bersama kedua temannya, BONO (Nicholas Saputra) dan NAD (Hannah Al Rashid). Saat menjalani tugasnya, Aruna bertemu dengan mantan rekan kerja yang pernah ia taksir, FARISH (Oka Antara). Keempatnya terlibat dalam perjalanan penuh percakapan yang mengungkapkan kisah kehidupan dan rahasia terpendam.

Dalam pekerjaan investigasinya, ARUNA menemukan ketidaksesuaian data antara Pusat dan temuan lapangan yang menimbulkan kecurigaan. Sementara itu, situasi semakin rumit karena FARISH yang kini bekerja di Pusat kian mendesak ARUNA untuk tetap menjalankan prosedur. ARUNA pun mengalami konflik internal karena di satu sisi ia memendam kekaguman namun menyadari bahwa FARISH disalahgunakan oleh kepentingan yang tak diketahui keduanya.

Di film panjang kelimanya ini. Edwin mengeksplorasi sisi lain dari petualangan sinemanya. Film ini merupakan filmnya yang paling banyak memuat makanan dan dialog. “Buat saya, manusia yang makan sambil ngobrol itu asik dilihat dan didengar. Obrolan di saat makan sering kali mempengaruhi rasa makanan yang kita makan. Demikian pula sebaliknya, rasa makanan yang kita makan bisa mempengaruhi kualitas obrolan kita di meja makan.”
Mengambil lokasi syuting di Surabaya, Pamekasan (Madura), Pontianak, Singkawang dan Jakarta, film ini merekam keragaman kuliner Indonesia yang kaya pilihan. Berbagai makanan khas daerah tersebut muncul secara menggiurkan. Baik yang sudah dikenal luas seperti Rawon (Surabaya) dan Nasi Goreng sampai makanan yang hanya dapat ditemui di satu tempat seperti Campur Lorjuk (Pamekasan), Pengkang (Pontianak), dan Choi Pan (Singkawang).

Dikemas secara ringan oleh Edwin, film ini menampilkan dinamika grup yang unik. Film bergerak dengan obrolan di antara keempat karakter di meja makan namun tetap memiliki kedalaman. ARUNA yang sederhana, FARISH yang kaku, NAD yang petualang dan BONO yang rileks melebur di percakapan di atas meja makan yang menyenangkan juga mengenyangkan pikiran.

Seperti juga yang terjadi dalam keseharian, ketika empat orang berada dalam satu  perjalanan sangat mungkin hal-hal yang tak diinginkan terjadi seperti kesalahpahaman atau berprasangka. Film ini memotret keadaan tersebut dengan cara yang natural. Hubungan antar manusia ditampilkan sealami mungkin. Sehingga mudah bagi penonton merasa terhubung dengan para karakternya.

Dari sisi penyutradaraan, Edwin dapat mengolah perbedaan keempat pemeran menjadi kolaborasi yang cair sehingga para pemeran dapat mengeluarkan akting terbaiknya. Di film ini para aktor dan aktris ditantang untuk menjajal gaya akting yang berbeda. Dian Sastrowardoyo banyak bermain ekspresi muka yang jenaka, Oka Antara yang menjadi pegawai kantoran, Hannah Al Rashid yang tampil anggun, juga Nicholas Saputra yang jahil.

Dian Sastrowardoyo menyampaikan bahwa kerja sama dengan Edwin adalah hal yang sudah lama diidamkan, “Saya mengenal karya Edwin sejak lama  dan lalu banyak belajar dari film ini karena proses kerja Edwin yang terbuka terhadap pendapat para pemain tentang karakternya. Edwin adalah pendengar yang baik. Kami banyak berdialog tentang bagaimana sebaiknya membentuk karakter Aruna.”

Selain akting, film ini juga memuat musik yang nostalgik. Penata musik Ken Jenie dan Mar Galo memilih lagu-lagu lawas bernuansa pop jazz yang tak asing di telinga pencinta musik Indonesia. Film ini memuat soundtrack seperti “Aku Ini Punya Siapa” dari Januari Christy, lagu milik Jingga yang dinyanyikan ulang oleh Fe Utomo “Tentang Aku”, lalu tembang ciptaan Andre Hehanusa dan Adjie Soetama yang dulu dipopulerkan oleh Rida Sita Dewi dan kini dibawakan ulang oleh Monita Tahalea “Antara Kita”.

Selain lagu-lagu tersebut, ada juga lagu baru yang mempunyai kesan romantik seperti lagu dari Yura Yunita “Takkan Apa” dan dua lagu dari Mondo Gascaro yaitu “Lamun Ombak” (berduet dengan Aprilia Apsari/White Shoes & The Couples Company) dan satu lagu yang khusus diciptakan untuk film “Lebuh Rasa”.

Sebagai persembahan kedua dari Palari Films, Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy selaku produser berharap film ini dapat diterima penonton luas. Menyusul film Posesif yang mendapatkan tiga Piala Citra untuk Sutradara Terbaik, Aktris Utama Terbaik, dan Aktor Pendukung Terbaik, film Aruna dan Lidahnya tetap mengusung semangat untuk membuat sesuatu yang bermutu bagi penonton film Indonesia.

“Setelah tahun sebelumnya hadir dengan Posesif yang memberikan dimensi baru untuk film remaja, tahun ini Palari Films masih berkomitmen menyuguhkan kualitas melalui drama romantis berbalut kuliner yang menimbulkan senyum simpul bagi penonton film Indonesia,” ujar Muhammad Zaidy.

Meiske Taurisia menyampaikan, “Di Aruna dan Lidahnya kita mengangkat pembicaraan sehari-hari yang sepertinya remeh temeh padahal mempunyai kedalaman yang dapat memperkaya pengalaman hidup. Sepenggal momen kecil dalam hidup pun bisa berdampak panjang ke kehidupan di masa datang. Semoga penonton dapat menikmati percakapan dalam filmnya dan hubungan persahabatan dan cinta di dalamnya.”

Perpaduan makanan yang lezat dan obrolan bermutu yang disajikan oleh Aruna dan Lidahnya siap disantap di bioskop pada 27 September. Dipastikan film ini akan membuat laper dan baper para penikmatnya.

Film disutradarai oleh Edwin, ditulis skenarionya oleh Titien Wattimena. Produser adalah Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Pengarah sinematografi adalah Amalia TS, penyunting gambar W. Ichwandiar Dono. Produksi Palari Films didukung oleh GO-STUDIO Original, CJ Entertainment, Phoenix Films, dan Ideosource Entertainment.

Para pemeran Aruna dan Lidahnya juga akan menyambangi lima belas kota mulai 21 September hingga 6 Oktober untuk bercengkrama bersama penonton. Kota-kota yang akan didatangi adalah Bandung, Malang, Surabaya, Solo, Jogjakarta, Jakarta, Bekasi, Depok, Cibubur, Pontianak, Palembang, Makassar, Semarang, Padang, dan Medan.

Tonton Aruna dan Lidahnya yang kaya rasa: kuliner, cinta, persahabatan, intrik konspirasi di bioskop Indonesia. Rileks dan menyenangkan, sajian yang nikmat untuk disantap beramai-ramai.

Tentang Palari Films

Palari Films adalah rumah produksi film yang didirikan pada 2016 di Jakarta oleh dua
produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Produksi mereka yang pertama adalah
Posesif (2017), disutradarai oleh Edwin dan memenangkan tiga Piala Citra di Festival Film Indonesia untuk kategori Sutradara Terbaik, Aktris Terbaik, dan Aktor Pendukung Terbaik. Film tersebut mendapat ulasan bagus di berbagai media besar Indonesia seperti Tempo, Kompas, dan Rolling Stone Indonesia. Posesif menempatkan Palari Films dalam lanskap industri film Indonesia. Selain kesuksesan di tingkat nasional, Posesif juga dipilih tayang di Singapore International Film Festival 2017, Hong Kong International Film Festival 2018, Osaka Asian Film Festival 2018, dan CinemAsia Film Festival 2018 di Amsterdam