Peluang dan Potensi Pertumbuhan Ekonomi di Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas Kalimantan Barat

Peluang dan Potensi Pertumbuhan Ekonomi di Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas Kalimantan Barat


Pembangunan Ekonomi di Indonesia yang sebelumnya terpusat berubah menjadi Ekonomi yang dapat bergerak di daerah, sehingga mendorong setiap wilayah untuk membangkitkan potensi dan peluang Ekonomi agar dapat bersaing baik secara regional hingga International. Kalimantan Barat yang merupakan salah satu Propinsi besar di Indonesia memiliki berbagai peluang dari berbagai sektor, diantarnya pertanian, Perkebunan, Pasar, industri dan lain-lain, seperti yang dikatakan oleh Pengamat Ekonomi Untan Windu Putra “saya meilhat, pertumbuhan ekonomi Kalbar punya peluang untuk meningkat di masa mendatang sebagai imbas dari banyaknya alokasi belanja pemerintah di sektor infrastruktur dari proyek-proyek yang ada di Kalbar saat ini dikutip melalui (TribunPontianak 17 Maret 2017). Selain itu peluang ekonomi 2018 cukup mengalami peningkatan dalam pertumbuhan ekonomi, dikutip melalui (PontiankPost kamis 18 Januari 2018) ; Ekonom Institute for Devlopment of Economics Finace (INDEF), Bihma Yudhistria mengatakan pertumbuhan ekonomi Kalbar lebih prospek apablia dibandingan dengan propinsi lain, selain itu dana desa sebesar Rp. 60 T dengan menyasar 74 ribu desa, Pembangunan Infrastuktur sebesar Rp. 400 T, dan di didorong gawaian Pilkada serentak sehingga mendorong sektor usaha.
Semangkin meningkat pertumbuhan ekonomi akan berdampak baik terhadap perkembangan kemajuan suatu wilayah, terlebih khusus daerah Kabupaten Sambas, dan merupakan Kabupaten tersebesar di Kalbar, dikutip dalam wikipedia struktur perekonomian Kabupaten Sambas di dominasi oleh 3 sektor utama yaitu sektor pertanian, perdagangan, hotel dan sektor industri pengolahan.
di Kabupaten Sambas terdapat sebuh kecamatan yang bernama, Kecamatan Sejangkung berada  dekat diluar perbatasan antara Indonesia dan Malaisya memliki peluang yang cukup besar dari sektor ekonomi hal ini berdasarakan pengamatan penulis yang sudah menetap di Desa tersebut selama kurang lebih 18 tahun, pertama, tanaman perkebunan, karet, sahang, rotan, sawit, dll, kedua tanaman pensuplai makanan seperti pisang, singkong, umbi-umbian, ketiga adanya UKM Rotan yang sangat terkenal, kerjinan tangan anyaman seperti bakul,nyirok,capil dll, keempat dari segi peternakan unggas ayam, bebek, dari segi perkebunan karet, sawit, lada dari segi pertanian pertanian Padi, dari sisi objek wisata terdapat destinasi wisata yang bernama bukit Piantus yang berada di kampong Kenanai Desa Sejangkung namun sangat di sayangkan potensi ini hampir sangat terbengkalai, penulis akan membahas lebih dalam mengenai objek wisata di pandang dari potensi dan peluang Ekonominya.


Pariwisata Bukit Piantus seharusnya didorong lebih dalam oleh semua pihak agar dapat menjadi destiansi tambahan wisawatan, bukit tersebut selain menjadi destinasi wisata sekaligus tempat destinasi sejarah, karena terdapat makam datok kulub yang berada di puncak, selain itu untuk menuju puncak kita harus melwati tangga yang terbuat dari batu, semangkin banyak wisatawan yang hadir makan pertumbuhan ekonomi akan berkembang baik dari sisi perdagangan, Transportasi, UMKM. Pariwisata merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia terutama menyangkut kegiatan sosial dan ekonomi, sebagain negara berkembang sedang dalam tahap pembangunanya berusaha membangun industri pariwisata sebagai salah satu cara mencapai neraca perdaganagan luar negeri yang berimbang.
Peluang tersebutt seharusnya dapat meningkatkan perekonomian Kecamatan Sejangkung sebagai kecamatan maju, oleh sebab itu perlunya dukungan dari segenap stechholder dengan upaya di antaranya dilakukan pengembangan pada berbagai sektor ekonomi seperti pertanian,perkebunan, peternakan, UMKM, dan pariwisata, upaya yang dapat dilakukan adalah membangun infrastruktur pada wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota, memberikan penyuluhan dan pembimbingan terhdapat produk lokal.
Pemerintah sebagai pemegang kebijakan Ekonomi, harus lebih aktif dalam menyemarakan kemajuan ekonomi, dikutip dalam buku (“Ekonomi dan Sosial Demokrasi karya Simon Vauk : 35) megatakan bahwa ketika terjadi penurunan konsumsi dan ivenstasi swasta, negara harus melakukan itervensi dengan program  investasi dan langkah-langkah intensif membuka lapangan pekerjaan, lewat stimulus tambahan, investasi swasta akan di perkuat, lapangan kerja dan permintaan konsumen pun meningkat, Bank Central harus mendukung pemulihan ekonomi pada saat krisis dengan memotong suku bunga dan meningktakan penawaran uang.