Bullying Sebagai Bentuk Kekerasan

Oleh Liansyah
 
See the source image
sumber : SS baboonzchannel Youtube.com
 

Bullying, adalah sebuah istilah yang merujuk pada penindasan kepada seseorang yang dilakukan secara personal/indvidu atau sekelompok. Sebuah bentuk nyata dari sebuah kekerasan yang berujung pada ancaman,pelecehan, dan intimidasi. Bullying tak kenal medan dimanapun, kapan pun, dan siapa pun. Seperti seekor kucing yang mencakar-cakar tempat yang dikuasainya, bullying memiliki tujuan yang sama pelaku ingin menunjukan eksistensi nya sebagai seorang yang jagoan,pemberani dan lain-lain..

Sedangkan dalam beberapa istilah dalam bahasa Indonesia yang seringkali dipakai masyarakat untuk menggambarkan fenomena bullying di antaranya adalah penindasan, penggencetan, perpeloncoan, pemalakan, pengucilan, atau intimidasi .

Suatu hal yang alamiah bila memandang bullying sebagai suatu kejahatan, dikarenakan oleh unsur-unsur yang ada di dalam bullying itu sendiri. Rigby menguraikan unsur-unsur yang terkandung dalam pengertian bullying yakni antara lain keinginan untuk menyakiti, tindakan negatif, ketidakseimbangan kekuatan, pengulangan atau repetisi, bukan sekedar penggunaan kekuatan, kesenangan yang dirasakan oleh pelaku dan rasa tertekan di pihak korban.

Pengertian tersebut didukung oleh Coloroso (2006: 44-45) yang mengemukakan bahwa bullying akan selalu melibatkan ketiga unsur berikut; Ketidakseimbangan kekuatan (imbalance power). Bullying bukan persaingan antara saudara kandung, bukan pula perkelahian yang melibatkan dua pihak yang setara. Pelaku bullying bisa saja orang yang lebih tua, lebih besar, lebih kuat, lebih mahir secara verbal, lebih tinggi secara status sosial, atau berasal dari ras yang berbeda. Keinginan untuk mencederai (desire to hurt). Dalam bullying tidak ada kecelakaan atau kekeliruan, tidak ada ketidaksengajaan dalam pengucilan korban. Bullying berarti menyebabkan kepedihan emosional atau luka fisik, melibatkan tindakan yang dapat melukai, dan menimbulkan rasa senang di hati sang pelaku saat menyaksikan penderitaan korbannya. Ancaman agresi lebih lanjut. Bullying tidak dimaksudkan sebagai peristiwa yang hanya terjadi sekali saja, tapi juga repetitif atau cenderung diulangi. Teror. Unsur keempat ini muncul ketika ekskalasi bullying semakin meningkat. Bullying adalah kekerasan sistematik yang digunakan untuk mengintimidasi dan memelihara dominasi. Teror bukan hanya sebuah cara untuk mencapai bullying tapi juga sebagai tujuan bullying.

 

            Pengertian di atas jelas bahwa tindakan bullying, adalah sebuah tindakan yang menguntungkan satu pihak namun merugikan pihak yang teraniya, korban akan merasa tertekan dan memiliki harga diri yang lemah, yang membully selain ancaman azab dari Allah Swt yang cepat atau lambat akan menimpanya jika tidak bertaubat, secara Psikolog pelaku akan merasa bersalah yang selalu mengahntuinya dan semakin terpinggirkan dalam kehidupa sosialnya.

Banyak faktor yang mendorong seseorang melakukan hal ini, di antara faktor terbesarnya adalah kelemahan tidak mampu mengekpresikan diri dengan cara yang positif. Pelaku mengira dengan ia menyerang dan menindas, orang lain akan menghargainya. Selain itu kelemahanya untuk menghargai dan memandang orang lain dengan kacamata postif. Jadi sebenrnya bullying itu lahir atas dasar kelemahan.

Obat untuk berobat, tiap penyakit pasti ada obatnya. Obat pertama yang harus ia telan adalah kesadaran diri dan muhasabah. Menyadari bahwa hal itu bukan akhlak yang terpuji dan bahkan bukan akhlak orang yang beriman. Rasulullah bersabda yang artinya “bukanlah seorang mukmmin itu orang yang suka mencela, suka melaknat, bukan pula yang suka beromong keji dan kotor ucapanya. Islam selalu mengajarkan akhlak yang mulia dan selalu memeberikan jalan yang berwibawa. Pemberani dalam agama kita bukan berani dengan tidak mempertimbangkan kemaslahatan umat, namun berani yang selalu memikirka norma-norma agama yang dapat membuatnya bijaksana.

Lihat bagaimana Rasulullah memerintahkan para sahabatnya saat berperang melawan orang kafir, tidak boleh membunuh wanita dan anak-anak, tidak boleh mencincang mayat, dilarang membunnuh dengan membakar. Sikap berani tidak harus, bahkan tidak benar jika dilambangkan dengan tindakan yang kurang ajar dan anarki. Oleh karena itu mari hargai orang lain, setiap orang memiliki hak untuk bebas karena kita memiliki hak yang sama dan kita sama di mata Allah Swt, yang membedakanya hanya tingkat ketakwaan kita.

 

 
INDONESIA MERDEKAAA
Oleh Liansyah
 
See the source image
sumber gambar keywordsuggest.org
 
     Sejarah telah melibatkan berbagai kepulauan dalam sebuah peristiwa, Nusantara Indonesia yang terbentang di laut biru pasang surut dalam riwayat bangsa, Ia punya masa kejayaan anak zamannya mengakatan zaman Sriwijaya dan Majapahit, tapi ia juga telah menjadi wilayah jajahan oleh warga asing dalam beberapa abad, kemudian di hisap bumi dan rakyatnya, serta segenap kekayaan alamnya.
    Perlawanan bangkit dari berbagai lini, menaburkan benih-benih kepahlawanan di seluruh bentang Nusantara, Pangerah Dipenogoro, Imam Bonjol, Hasanudin dan lain-lain yang tak terhingga banyaknya. Betapapun gelap nya sebuah masa penjajahan, alamnya sungguh elok, cerah bermandi kan sang surya, gelombang lautnya hilir bergantian menggulung, membuih membasuh tepian pantai, sawah ladang hijau membentang sejauh mata memandang, gunung-gunungnya megah menjulang bagai menjaga sebuah tanah pusaka, alhamdulliah kita bersyukur kepada Allah yang telah melimpahkan anugerah ini kepada kami bangsa Indonesia.
    Mandala sebuah peperangan di Lautan teduh sudah sampai pada babak yang terkahir, seganap mesiu jadi beku oleh percobaan pertama sebuah alat pemusnah, bom atom yang membuat Hiroshima di payungi jamur raksasa yang tiada tara efeknya, baik radiasi dan panasanya. Tamtalah sebuah cerita peperangan dahsyat yang merajalela dan usai telah melibatkan tanah Pusaka. Mualailah sebuah babak baru bangsa Indonesia. PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA.
    Segenap tanah air kemudian gegar gempita dengan teriakan Merdeka atau Mati, dengan segala cara rakyat Indonesia berjuang merebut tahta kekuasaan dan mengambil hak yang menjadi milik kita bersama, dengan segala kekuatan yang mustahil untuk dibendung oleh kekuatan apapun juga, tiada perjuangan yang sia-sia dan tiada menyesal korban yang memperjuangakan tanah pusaka.
   Setelah sekian lama berada dalam sebuah belenggu penjajahan, tepatnya pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 pagi di Pegangsaan Timur 56, rakyat Indonesia dengan Proklamasi menyatakan berdirinya sebuah bangsa, Tanah Air Indonesia yang sudah Merdeka. Proklamasi yang dilakukan oleh sang Proklamator Ir.Soekarano dan Drs. Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia.
   Proklamasi Indonesia dilakukan dengan penuh tekad dan keyakinan, dilandasi dan dijiawai oleh cita-cita luhur, sebagaimana dirumuskan dalam sebuah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusian dan perikeadilan.
Kampanye Anti Hoax
 
Oleh Liansyah

Sebagai manusia yang berada di dalam lingkaran peradaban digital, beberpa dekade yang lalu  bermunculan media berbasi online yang memberikan ruang kebebasan untu berpendapat . Sejalan dengan itu pula maka kesempatan untuk terjadi kejahatan dalam ruang tersebut semakin besar atau yang kita kenal dengan cyber crime, apalagi kejahatan yang disebabkan karena penyebaran informasi yang kurang akurat atau dapat menimbulkan kericuhan bahkan dapat merenggut nyawa seseorang
 
Tersebab hal tersbut kita harus mengetahui dan menjadi manusia cerdas agar tidak mudah percaya akan isu yang beredar dan mencegah terjadi nya cyber crime :
 
Dasar Dasar Keamanan Digital
 
1. Politik Data
 
Politik data adalah, dimana setiap dari kita dipaksa untuk memberikan data yang kita miliki kepada sebuah akun yang bahkan tidak kita kenali sama sekali, seperti pembuatan akun gmail, facebook. coba kita analisa jika kita bertemu dengan orang asing dan mereka menanyakan alamat kita atau status kita apakah kita langsung menjawab, begitu juga dengan google mereka dengan mudah nya memaksa kita. dan sebuah fakta bahwa data yang kita berikan ternyata dapat digunakan untuk keuntungan kapitalis.
 
Bagaimana Data kita terkumpul :
 
1. Saat Mendaftar
2. Data yang kita ciptakan
3. Data yang kita share
4. Data Lokasi
5. Data yang disampaikan
 
 
oleh karena mari dari sekarang mulai mengahpus data yang kita ciptakan mulai dari status, tanggal lahir, tempat tinggal yang mungkin kita simpan di penjabaran di Wall FB. Ig dan lain-lain.
semua itu adalah privasi kita, Identitas,lokasi,Konten, dan jaringan sosial, yang harus tetap terjaga agar tidak disalahgunakan.
kembali ke topik HOAX, hoax sendiri adalah istilah dimana suatu kebenaran yang diciptakan padahal sebenarnya adalah sebuah kepalsuan.
 
Bagaimana melawan HOAX:
 
1. public campaign and literacy education
2. advocacy
3. Hoax based cheeking
4. literatur