Pribumi Digital

Pribumi Digital
Oleh Liansyah
 
 Image result for digital native

 sumber gambar : teachtolearn

            Seiring dengan kemajuan peradaban, maka perdaban digital juga maju dengan pesat nya tanpa memandang batas teritorial suatu negara. Akses informasi sangat mudah, hampir tanpa batas, dan cukup dilakukan dari kamar tidur., karenanya akan cenderung semakin pintar tapi mager. Dimana saja kapan saja akses informasi dapat di dapatkan, lebih seru nya hanya dengan menggunkan satu ponsel pintar semua kegiatan dapat dilakukan, sehingga bermunculan star-up, jasa kendaraan, jasa antar makanana dll, prediksi suatu saat nanti mungkin saja pasar konvensional akan gulung tikar.
Zaman sekarang adalah era informasi, dan era informasi ini adalah era terevolusinya segala hal. Kita bisa melihat evolusi politik dari sistem konvensional menuju digital. Kita bisa melihat evolusi pergaulan contohnya Facebook dan twitter. Kita bisa melihat digitalisasi bisnis seperti pada kasus situs jual beli online yang sudah menjamur di Indonesia. Begitu pula dengan karakter. Karakter manusia pun mau tidak mau berubah. Mac Prensky membagi umat manusia menjadi 2, yakni generasi digital immigrant dan digital native. Digital native adalah kelompok yang saat mulai belajar menulis sudah mengenal internet atau yang saat ini berada di bawah 24 tahun. Sedangkan digital immigrant adalah generasi bapak kita yang mengenal dunia internet setelah mereka dewasa. Digital native memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan generasi sebelumnya, setidaknya dalam hal-hal berikut ini:
Pertama, identitas. Digital native cenderung ribut soal identitas. Mereka begitu peduli dengan ke”ada”an diri mereka. Karena itulah mereka ramai-ramai membuat akun di Facebook, Twitter, Youtube, dan lain-lain untuk membuktikan kepada dunia bahwa mereka ada. Kenarsisan ini menjadi wajar karena mereka memang menemukan media yang bisa memuaskan hasrat mereka untuk eksis. Kedua, privasi. Generasi digital native cenderung lebih terbuka, blak-blakan, dan open minded. Jika mereka bilang suka, mereka bilang suka, dan jika tidak suka, mereka akan bilang tidak suka. Mereka juga merasa tidak masalah “membuka” apa yang disebut oleh generasi sebelum mereka sebagai privasi. Secara demografi, digital natives ini berarti anak-anak yang berusia 0-14 tahun. Menurut data statistik, jumlah anak usia 0-14 tahun ini adalah 60 juta-an, atau mencapai 25% dari total penduduk Indonesia. Mengingat presentase yang besar ini, maka Indonesia pada saat ini sedang mengalami golden age, karena hal ini menjanjikan angkatan kerja produktif dalam 20 tahun mendatang. Atas dasar demografi tersebut, maka pengembangan bisnis ke depan mau tidak mau adalah berbasis digital. Karena sejak 2000-an dan seterusnya, warga masyarakat digital natives akan terus bertambah hingga mencapai 100% ., dimana warga digital immigrant telah menyelesaikan tugasnya di dunia ini.
Pribumi adalah istilah yang disematkan kepada rakyat yang berada dan bersuku asli di suatu tempat, istilah ini muncul ketika kita masih pada masa peradaban Nusantara, sebagai masyarakat digital sudah saatnya kita mengakhiri dan mepersiapkan diri untuk menggantikkan posisi digital immigrant. Karena tangan suatu peradaban , berada ditangan pemuda saat ini. Semoga sebagai Pribumi Digital yang selalu berkelut dengan kecanggihan teknologi, dapat membuat menjadi lebih cerdas dan siap menjadi agen perubahan bagi bangsa Indonesia
 
 
 
 
 
 
 

0 komentar:

Post a Comment

Kami mengucapkan terimakasih atas kunjunganya di blog ini, silahkan berkomentar dengan bijak dan membangun keilmuan kita bersama, terimakasih.