Hari Ke 9 dan 10



Niat
.
Memang segala hal harus diawali dengan niat, niat yang baik menjadi tolok ukur kegiatan yang dilakukan, melanjutkan program komunitas yang ingin kami bentuk, pada hari ini dengan modal niat dan nekad, kami memulai dengan mencari komunitas yang bergerak dalam visi yang sama, dan berbagi cerita. di Warkop yang ditemani secangkir kopi dan segelas lemon tea, kami mulai berdisukusi asyik, beliau merupakan pegiat literasi yang namanya selalu tersembunyi di balik layar, disaksikan segelas lemon tea dengan cita rasa yang pekat, dan secangkir kopi kami mulai berdiskusi ringan.
          Dalam beberapa rencana yang kami lakukan adalah, membentuk pojok baca di sebuah desa , tapi  masih rencana. Kemudian kami disuguhi pertanyaan sudah adakah buku untuk di simpan dipojok bacanya, pertanyaan ini membuat kami terdiam sejenak diiringi senyum bingung, disuguhi lagi pertanyaan  rencana setelah pembentukan pojok baca itu kalian isi dengan agenda apa, lagi2 kami hanya bisa diam.    
          Tapi sungguh Allah tidak pernah diam, setiap niat baik akan diiringi jalan yang biak, seketika kami ditawarkan dua dus buku anak-anak untuk dialokasikan di pojok baca yang akan dibuat, senyum bahagia sehingga terucap kalimat Alhamdulliah di bibir kami. Tak hanya dibantu buku, kami juga dibantu membuat logo dengan hanya memberi upeti berupa sebungkus rokok dan secangkir kopi , masyaAllah nikmat Tuhan  yang mana lagi kami dustakan, semangat api kami membara hari minggu ini kami akan menjalin komunikasi dan menyampaikan rencana ini kepada tokoh masyarakat dan warga lainya.

          Satu pesan beliau “Jaga konsistensi kalian, masalah terbesar adalah diri sendiri, lawan,,lawan dan terus lawan, finansial bukan masalah pintu rejeki tak akan pernah tertutup selama kalian mammpu ikhtiar dan konsisten”

0 komentar:

Post a Comment

Kami mengucapkan terimakasih atas kunjunganya di blog ini, silahkan berkomentar dengan bijak dan membangun keilmuan kita bersama, terimakasih.