Islam Mazhab Medsos
Oleh Liansyah
Related image
Sumber www.kantormeme.blogspot.com
 
            Dalam Teologi Islam kita mengenal mazhab, mazhab sendiri berfungsi sebagai sebuah arah dan metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah. Mazhab menurut ulama fiqih, adalah sebuah metodologi fiqih khusus yang dijalani oleh seorang ahli fiqih mujtahid, yang berbeda dengan ahli fiqih lain, yang menghantarkannya memilih sejumlah hukum dalam kawasan ilmufuru'. Ini adalah pengertian mazhab secara umum, bukan suatu mazhab khusus.
            Dalam perekembangan dunia Islam kita mengenal empat mazhab. Namun dalam perekmbangan nya, dan berkembangnya masyarakat pribumi digital, atau digital native sehingga sumber belajar lebih mudah, namun sumber belajar itu bisa saja menyesatkan atau menjadi rujukan yang tidak jelas kebenaranya lalu munculah istilah, Ustad Google.
Ustadz google, Mazhab artinya jalan yang mengantarkan pada tujuan. Dalam konteks pemikiran keagamaan, mazhab berarti sebuah metode yang dirumuskan ulama atau pemikir ahli dalam rangka membantu umat beragama untuk mendekati dan meraih pemahaman Islam yang benar dan mudah yang bersumber pada Alquran dan Sunnah Rasul.
Ibarat Alquran dan Sunnah Rasul itu mata air, maka mazhab adalah jalan menuju ke sana, untuk membantu umat mendekati ajaran agama secara benar. Ulama ahli itu merumuskan metodenya setelah mendalami isi Alquran dan hadis secara mendalam, disertai argumen yang sistematis untuk mendukung pemikirannya. Dengan demikian, orang yang setuju ataupun yang menolak bisa mengikuti argumen yang dibangun dengan jalan membaca karya-karya tulis mereka.
Mazhab itu sangat diperlukan agar kita sebagai insan mendapatkan bimbingan dan jalan yang mudah untuk memahami Islam. Bayangkan saja, bagi masyarakat kita, begitu membuka Alquran dan tafsirnya, sangat tidak mudah untuk menangkap pesan Alquran yang kadang terkesan paradoksal antara statement ayat yang satu dan yang lain, misalnya mengenai kebebasan manusia. Bahkan untuk menentukan awal Ramadan saja terdapat mazhab hisab dan rukyat.
Sekarang ini muncul mazhab baru dalam memahami Islam, yaitu mazhab medsos. Sebuah jalan dan pembelajaran agama yang didapat dengan mudah, tanpa harus membaca kitab tebal-tebal serta berguru lama-lama pada kiai. Melainkan cukup memiliki handphone yang memiliki aplikasi Facebook (FB), Whatsapp (WA), Twitter, Instagram, Google, dan aplikasi lain yang berbasis internet.
Tersebab hal tersebut muncul sebuah jargon baru; Anda bertanya, ustadz google menjawab. Baik untuk berdakwah maupun untuk mempelajari agama, cukup lewat WA atau FB, di sana bertebaran informasi agama. Bahkan mereka sering terlibat perdebatan dengan modal pengetahuan yang diperoleh melalui copas dan forward yang beredar di medos, terutama WA. Apakah kelebihan dan kelemahan mazhab medsos? Pertama, istilah mazhab medsos sendiri pasti mengundang pro-kontra. Kedua, bagi yang serius ingin melakukan riset kepustakaan, medsos menyediakan fasilitas untuk mengakses sumber informasi keilmuan yang amat kaya, seperti e-book atau e-journal sehingga perangkat handphone bisa berfungsi sebagai mobile-library. Ratusan ribu judul buku agama yang klasik dan kontemporer tersedia semuanya.
Ketiga, bagi mereka yang tidak sempat atau malas membaca buku, medsos menyajikan sekian banyak penggalan informasi keagamaan ibarat makanan cepat saji yang siap disantap. Keempat, wacana keagamaan di medsos bersifat sangat egaliter, siapa pun bisa memberi tausiah, berbantahan, bahkan sampai pada sikap mencaci dan mengafirkan jika tidak sependapat. Pembaca tidak tahu kualifikasi dan orisinalitas pendapat keagamaan yang di-posting, apakah itu sekadar forward dan copas, hasil baca buku, atau sekadar iseng. Atau sengaja ingin menciptakan perdebatan kontroversial. Kelima, perdebatan emosional, sampai pada taraf caci maki, mudah muncul ketika paham keagamaan dikaitkan dengan sikap dan pilihan politik serta menyangkut isu mazhab dan keyakinan di luar mainstream, misalnya Syiah dan Ahmadiyah.
Namun, yang menonjol ialah sikap emosional like or dislike, bukan perdebatan argumentatif ilmiah layaknya perdebatan dalam mazhab tradisional. Sikap emosional cenderung menolak berpikir panjang dan detail, melainkan langsung pada kesimpulan setuju atau tidak setuju. Jadi, siapa pun yang bergabung dalam komunitas mazhab medsos sebaiknya bisa mengendalikan emosinya.
Dalam menyikapi hal ini  tentu kita sebagai warga net harus lebih tau sumber pembelajaran karena di dalam medsos orang pintar bisa jadi gutu bahkan, orang biasa pun bisa memalsukan identitas aslinya. Atau namanya dibajak. Makanya, setiap netizen yang bergabung dalam pemikiran Islam mazhab medsos, dalam waktu yang sama bisa berperan sebagai guru atau murid. Jika tidak setuju, bebas keluar dari jemaah netizen atau membantahnya, sejak dengan kalimat yang cerdas, halus, sopan, sampai yang terkesan sarkastik.
 
LAPORAN OBSERVASI
“Hakikat Pendidikan Islam”
Di Ajukan Guna Memenuhi Tugas Filsafat Pendidikan Islam
Dosen Pengampu :


Disusun
Juliyawati 1161
Luthfiani 1161
Liansyah 11611018
Siti Miratul Auliya 1161
Nupus Suzakia 1161
Muhammad Reza Safari 1161

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK
FAKULTAS TARBIYAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
PONTIANAK
2017

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur  kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya dan menganugerahkan nikmat sehat kepada kelompok kami, sehingga laporan hasil wawancara yang sederhana ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW beserta para sahabat-Nya, keluarga-Nya dan semua penganut ajaran-Nya hingga akhir zaman.
            Penyusunan laporan hasil wawancara ini membahas mengenai pandangan mahsiswa terhadap “Hakikat Pendidikan Islam”. Kelompok kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Syamsul Kurniwan selaku dosen pengampu mata kuliah Fislafat Pendidikan Islam .
            Oleh karena itu, kelompok kami menyadari laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, kelompok kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk penyempurnaan laporan ini. Semoga laporan yang sederhana ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi kelompok kami dan khususnya bagi para pembaca.
Wassalamua’alaikum  Wr. Wb.



Pontianak, 25 Oktober 2017






BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pada mata kuliah Filsafat Pendidikan Islam, pemahaman terhadap konsep-konsep yang berkaitan dengan masalah hakikat dari sebuah pendidikan. Karena manusia memiliki peran penting dalam kegiatan proses belajar dan mengajar dalam pendidikan . Kebutuhan terhadap pendidikan sangat penting sehingga perlu diketahui bahwa hakikat pendidikan sejatinya adalah seperti apa dan hasil observasi ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana pemahaman mahasiswa khususnya dilingkungan kampus Institut Agama Islam Pontianak (IAIN).
   Oleh karena itu kelompok kami, mencoba mencari tau lebih dalam mengenai pemahaman Mahasiswa terhadap hakikat pendidikan Islam, Semoga hasil laporan ini dapat memberi manfaat bagi kelompok kami khususnya sebagai calon guru agar lebih memahami dan dapat mempraktekan kegiatan pendidikan.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaiamana Pandangan terhadap Hakikat Pendidikan Isalm  ?
C.    Tujuan Masalah
2.      Mengetahui tentang Hakikat Pendidikan Islam.








BAB II
PEMBAHASAN

Pertanyaan Apakah Hakikat Pendidikan Islam menurut Anda ?
1.      Nama               :  Muhammad Ramadhan
Fakultas           :  Syariah dan Ekonomi Islam
Semeseter        : 5
Jawaban
Jika menurut saya Hakikat Pendidikan Islam adalah yang sesuai dengan konsep tarbiyah . Dimana pendidikan diartikan sebagai proses pengembangan dan pemebentukan pribadi dengan berlandaskan nilai- nilai Islam.
2.      Nama               : Muhlisin
Fakultas           : Ushuluddin Adab dan Dakwah
Jurusan            : Perbandingan Agama- agama
Jawaban
Hakikat Pendidikan Islam adalah apabila dalam satuan pendidikan terdapat mata ajar seperti Akidah Akhlak, Tasswauf, Aqidah yang menjadi pondasi dasar dari pembentukan pribadi muslim, banyak orang berpikir bahwa Islam hanya sekadar berhubungan dengan Sang Pencipta, tetapi hakikat nya mempelajari Islam itu harus secara keseluruhan artinya hubungan dengan manusia juga perlu dibangun, sebagai contoh Piagam Madinah yang merupakan pondasi awal perdamaian kaum muslim dan kafir kurang diekspos dan dipelajari oleh siswa,pada akhirnya hakikat pendidikan Islam adalah dengan mempelajari Islam secara keseluruhan.


3.      Nama               : Rizal
Fakultas           : Ushuluddin Adab & Dakwah
Jurusan            ; Komisi Penyiaran Islan
Jawaban
Hakikat pendidikan Islam harus terlaksana jika pelajar dapat memperoleh ilmu dan berbanding lurus dengan Akhlak atau adab nya, artinya semakin tinggi pendidikan Islam makan Akhlak seharusnya menjadi lebih baik dan tentu harus bersumber dalam Al-Quran, Sunnah, Ijma dan Qiyas.
4.      Nama               : Wahyu Kusuma Dewi
Fakultas           : Ushuluddin Adab dan Dakwah
Jurusan            : Manajemen Dakwah
Jawaban
Hakikat Pendidikan Islam sejatinya harus dipelajai dan harus berumber dengan guru atau ustad yang mempelejari disiplin ilmu Islam yang kuat, dan mengenyam pendidikan bukan hanya di bangku Sekolah tetapi juga di seluruh kehidupan.







5.      Nama : Siti Fatimah
Jurusan : Bahasa Arab
Semester : 5
Jawaban
Pendidikan adalah proses saling belajar dimana yang belajar itu bukan hanya murid tapi juga guru, dan menurut saya belajar disini adalah proses berfikir. Jadi hakikat dari pendidikan itu adalah belajar yang tidak hanya untuk peserta didik namun juga bagi pendidik dan belajar itu adalah proses berfikir, dimana jika manusia tak berfikir itu ibaratkan orang yang hidup segan mati tak mau, karena begitu juga dengan hidup. Hidup juga perlu di fikirkan, karena jika hidup tak di fikirkan oleh diri sendiri adalah hidup yang tidak layak untuk dijalani.
Menurut saya pendidikan itu penting, awalnya saya berfikir untuk apa kuliah jika akhirnya juga akan berada dirumah, namun setelah saya berfikir dan merasakan bagaimana menjadi guru yang baik yang benar-benar mendidik anak muridnya dan bukan hanya guru yang mengharapkan gaji semata. Karena menjadi guru itu adalah panggilan jiwa bukan hanya panggilan kerja. Pendidikan itu karena dengan pendidikan kita akan mengetahui apa yang belum kita ketahui dan dapat bertemu dengan orang-orang yang punya banyak pengalaman sehingga kita bisa saling belajar.






6.      Nama               : Raden Nurhayati
Jurusan            : Bahasa Arab
Semester          : 7
Jawaban
Menurut saya pendidikan adalah menanamkan hal yang baik, pendidikan itu berasal dari kata Tarbiyah kan. Hakikat pendidikan adalah belajar hal yang baik. Dari kita masih kecil bahkan masih dalam kandungan sekalipun kita sudah mengenal pendidikan, nah pendidikan pertama itu berasal dari rumah nya sendiri atau keluarga. Makanya kita mengenal istilah trinitas pendidikan, trinitas pendidikan itu keluarga, sekolah dan masyarakat. Keluarga adalah pendidikan pertama sebelum sekolah dan masyarakat. Bagi saya pendidikan itu penting, dalam hadist juga sudah di sebutkan tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat, menuntut ilmu itu tidak hanya bisa di lakukan di sekolah atau tempat formal. Diluar itu juga bisa di dapatkan di lingkungan keluarga dan masyarakat.










Sumber Gambar :

















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan

Dari hasil observasi ini kelompok kami dapat  menyimupulkan bahwa hasil hakikat pendidikan islam adalah bagaimana pendidikan dapat menuntun seorang memperoleh akhlak yang lebih baik, artinya semakin tinggi pendidikan maka semakin baik pula akhlak nya, dan juga pendidikan islam harus bersumbet kepada Alquran, Sunnah, Ijma, Qiyas serta para ulama terdahulu. Agar pendidikan islam dapat tercapai secara utuh pelajar harus memasuki islam melalui pendidikan secara keseluruhan, dan menjalin hubungan secara vertical kepada Allah, dan horizontal  hubungan kepada sesame manusia agar pendidikan islam dapat tercapai seutuhnya.