Resensi Novel “Long Kiat Saudagar Melayu”

  1. Judul Resensi     :  Resensi Novel “Long Kiat Saudagar Melayu”
  2. Identitas Buku :
    1. Judul Buku         : Long Kiat Saudagar Melayu
    2. Nama Pengarang    : Beni Sulastiyo
    3. Ketebalan Buku     : 205 halaman
    4. Ukuran            : 140 mm x 200 mm
    5. Penerbit        : Lamansatupress
  3. Isi Resensi
  Biografi pengarang
Beni Sulastiyo, lahir di Pontianak tanggal 28 Oktober 1974. Meneyelesaikan SD di Kota Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalbar, sedangkan SMP dan SMA di Cilacap, Jawa Tengah. Meneruskan studi di Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen Universitas Janabadra Yogyakarta (1993-1999), saat kuliah aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan menjadi aktivis pada masanya, bersama rekan-rekan seperjuangan dari seluruh Indonesia.
Beni Sulastiyo adalah seorang pengusaha Industri kreatif, ia juga mendirikan perusahaan bidang percetakan kemasan, juga mempunyai pengalaman sebagai konsultan political marketing. Sejak menjadi mahasiswa hingga saat ini ia rajin menulis di media massa dan belasan website, ia juga rajin mengisi diskusi dan pelatihan dalam berbagai bidang baik dalam bidang kepemimipinan, kepemudaan, komunikasi, manajemen, pariwisata, maupun budaya.



Long Kiat Saudagar Melayu
    Prolog
    Long Kiat adalah seorang saudagar Melayu asal Sambas yang sukses dengan sebuah perjuangan yang panjang, ia juga memiliki pola komunikasi yang unik hingga mampu bernegoisasi dengan siapapun untuk mencapai tujuan bisnisnya, dari preman kacangan, pejabat daerah, pengusaha lokal, pengusaha Nasional hingga para jenderal di Jakarta.
    Isi
Bapak Pertiwiku, itulah ungkapan yang pantas disematkan untuk Long Kiat, berjuang untuk membela kepentingan rakyat, menjadi sosok idola, guru, dan orang tua terkhusus Angah. Pada  bulan Mei 1980, sebuah pertikaian antara preman di Pasar Kapuas Besar Pontianak dapat terselesaikan dengan bijak oleh Long Kiat dengan berbagai trik yang perlu teman –teman baca di bagian kedua novel ini. Pada bagian selanjutnya menceritakan tentang bagiamana Long Kiat yang selama ini selalu bertahan dengan makan ubi  dalihnya bahwa makan ubi adalah makanan para pejuang terdahulu, serta untuk menyemangati Angah agar menikmati ubi. Sebuah perhelatan bisnis Long Kiat mulai, dengan berhasil menjual berton-ton beras di Pasar Kapuas Besar bersama mitra yang dibangunya, dan pada akhirnya Long Kiat pun mengakhiri masa kelam memakan ubi berkat kepiawayan yang dilakukanya, beras itu sekarang menjadi komditi dengan merek “Beras Pancasila” serta meyakinkan hati petani untuk mendistribusikan hasil panen beras kepada Long Kiat yang pernah di tuduh sebagai PKI pada saat Long Kiat tinggal  di Sajingan, Kabupaten Sambas namun, ia tidak menyangkal lewat perantara Angah, Angah memberitahukan kepada masyarakat bahwa Long Kiat adalah PKI bahkan Angah dan seluruh masyarakat di desa itu adalah PKI (Pedagang  Kampung Indonesia). Selain itu ia juga menjalin relasi dengan Surya Wong merupakan seorang pembisnis, mereka pun pindah ke Jakarta dan memulai perhidupan perantuan dengan berbinis seperti Impor sepatu  hal-hal yang sangat menakjubkan adalah pembisnis yang membeli sepatu hanya sebelah kiri yang di Impor dari Singapure tetapi memiliki keuntungan besar ini adalah bagian menarik dan sangat penting untuk dicermati bagaimana berbisnis dengan kecerdasan, dan sebuah fakta juga bahwa Long Kiat ini tidak pernah menyelesaikan Pendidikan formal namun cerdas dalam kehdupan. Durian Security Service merupakan  lembaga keamanan yang dibentuk oleh Long Kiat melalui ide dari Angah yang tersalurkan melalui kertas A3,  Teater Legian, Kontraktor, Negoisasi, Kecubung Sakti, Kabar Kalbar, Melawan Takut, Keris 5 Miliyar, Monumen Perjuangan, Politik 5 Kaki adalah bagian dari novel ini, kerena dibalik itu terdapat sebuah kisah dengan hikmah dan cerita lucu dari Long Kiat.
    Epilog
    Pada akhirnya kesuksesan dapat diraih oleh Long Kiat dan Angah berkat ikhtiar dan usahanya, sebuah karakter yang cerdik, pintar memanfaatkan situasi dan tetap menjaga jalinan mitra serta keberanian tanpa ragu sehingga mereka sukses pada puncak atas hasil dan usaha yang telah mereka kerjakan.
Pendalaman Karakter
    Dengan karakter Long Kiat yang sangat khas diantarnya adalah tertawa dan sebatang rokok membuat tokoh ini seakan nyata, dan juga Angah yang memiliki jiwa ketundukan membuatnya menjadi karakter yang pas disandengkan dengan Long Kiat.
Keunikan Buku
Pembaca seolah  berada langsung dalam lokasi kejadian, cerita dipadukan dengan suasana Kota Pontianak, dan transisi perpindahan ke Jakarta yang sangat kental. Kisah Long Kiat ini betema kehidupan, yang sangat sarat makna, penanaman karakter yang unik untuk seorang Long Kiat yang cerdik, bijaksana, santai namun tetap berpikiri serta sosok Angah yang selalu setia serta menjujung Long Kiat sebagai Bapak Pertiwi
    Kesan Terhadap Buku
Novel ini sangat ringan, artinya dapat dibaca dalam satu hari atau sekali duduk, sambil detemani secangkir kopi, pembaca akan disajikan kelakuan lucu serta tingkah cerdik dari Long Kiat.
    Keunggulan
    Novel ini sangat menginspirasi pembaca karena sarat akan makna kehidupan, bahkan pembaca berpikir bahwa ini adalah kehidupan nyata, memberikan kesan tentang bahwa sukses bukan hal yang mudah, diperlukan tekad, kecerdasan sebagai modal menuju kesuksesan seperti Long Kiat, pembaca berharap karakter tersebut menjadi nyata agar tatanan bangsa setidaknya berubah menjadi baik.
Kelemahan
    Beberapa hal yang kurang di buku ini adalah pada saat membaca novel pada bagian terakhir memiliki eksekusi yang kurang pas, artinya apakah perjalan Long Kiat hanya berakhir pada pertarungan politik, atau Long Kiat menikmati hasil kerja kerasnya kurang terpaparkan secara jelas sehingga membuat pembaca penasaran

0 komentar:

Post a Comment

Kami mengucapkan terimakasih atas kunjunganya di blog ini, silahkan berkomentar dengan bijak dan membangun keilmuan kita bersama, terimakasih.