Permainan Tradisional Ajarkan Kejujuran Anak

Permainan Tradisional Ajarkan Kejujuran Anak
Oleh Liansyah


Zaman  Now  adalah zaman dimana peradaban manusia mulai berubah secara dinamis,  diiringi dengan perubahan kondisi sosial kultur masyarakat Indonesia. Dahulu dI era 1970-1990-an, anak-anak belum mengenal permainan modern seperti Playstation, online game, internet, dan komputer. Anak-anak juga belum mengenal ponsel, apalagi smart phone. Televisi juga masih hitam putih. Anak-anak bisa bermain bebas di luar bersama teman-teman, mereka bisa berinteraksi satu sama lain. Anak-anak saat itu cuma mengenal permainan lompat tali kelereng, dan beberapa permainan tradisional lain. Namun, anak-anak merasa bahagia. Indonesia memiliki beragam budaya yang patut kita banggakan. Hal ini bisa kita lihat dari beragam permainan tradisional yang tersebar di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, sepatutnya kita bangga dengan beragam budaya yang kita miliki dan harus kita lestarikan.  Di daerah Penulis Kabupaten Sambas terlihat bagaimana dahulu interaksi anatara satu teman dengan teman yang lainya terjadi untuk menjalin keharmonisan bersama diantranya permainan Sinaporan ,Main Guli, Main Engke Abrak, Sodor dan lain-lain( dalam diaelak melayu sambas Kec. Sejangkung).

sumber Maisrul.comImage result for foto permainan tradisional
Permainan tradisional merupakan salah satu warisan dari nenek moyang kita dan bisa menjadi identitas bangsa. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, jenis-jenis permainan itu sudah mulai luntur, bahkan tidak dikenal lagi. Padahal, permainan tradisional itu bukan sekadar permainan, melainkan juga bisa mengajarkan anak-anak bersikap sportif, saling menghargai, ketelitian, kerja sama, serta bertanggung jawab. Seperti pada permainan Sodor, setiap peserta dituntut bekerja sama dengan kelompok, saling menghargai sesama anggota tim, dan tidak curang bermain. Menurut Ashibly (2003), permainan tradisional merupakan sekumpulan ciptaan tradisional, baik yang dibuat kelompok maupun perorangan, dalam masyarakat yang menunjukkan identitas sosial dan budaya berdasarkan standar dan nilai-nilai yang diucapkan atau diikuti turun-temurun.
Permainan  Tradisonal bukan hanya mengajarkan akan arti kesenangan semata numun lebih dari itu, ada perubahan gaya motorik, reponsif sehingga dapat menciptakan anak anak yang berprilaku lebih toleransi dan mengargai orang lain Permainan tradisional meningkatkan gerak motorik anak yang mampu menstimulus pertumbuhan otot dan otak menjadi lebih baik. Otot dan otak mampu bekerja seimbang sehingga dengan sendirinya mampu mendorong peningkatan kecerdasan anak dalam berpikir.
Selain itu, permainan tradisional mampu meningkatkan interaksi sosial yang berpengaruh pada kemampuan berkomunikasi anak, sikap saling menghargai, dan sportivitas melalui aturan-aturan yang ada dalam permainan sehingga anak mampu mengendalikan emosi dan sikap empati antarsesama dengan terbentuknya sikap seperti itu makan tidak langsung akan tercipta karakter yang jujur tentu dengan kejujuran lah yang akan membawa perdaban bangsa Indonesia lebih baik kedepannya.

Melalui permainan tradisional juga, anak belajar lebih mencintai alam dan meningkatkan nilai spiritual kepada Tuhan YME melalui sikap moral dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Alam memberi pelajaran berharga agar anak selalu mensyukuri segala anugerah yang diberikan Tuhan melalui kekayaan alam yang berlimpah. Anak juga dituntut lebih kreatif dan imajinatif dalam memecahkan permasalahan sendiri dalam permainan. Yang terjadi saat ini ialah permainan anak-anak sudah banyak beralih ke permainan elektronik yang modern seperti Playstation dan online game. Hal itu juga didukung penggunaan gadget yang semakin pesat. Melalui sambungan internet, gadget memudahkan seseorang bereksplorasi secara bebas di dunia maya tanpa ada batasan
Oleh karena itu, pembentukan karakter anak dapat dilakukan melalui permainan tradisional. Untuk mengatasi lunturnya permainan tradisional di kalangan anak-anak pada zaman modern ini, perlu dilakukan upaya pelestarian permainan tradisional dengan cara mengintegrasikannya ke dalam kurikulum pembelajaran. Namun, pengintegrasian itu harus sesuai dan tepat sasaran. Memang diperlukan waktu agar anak-anak dapat memahami kembali pentingnya permainan tradisional