Ponti Bonti Cake




Mendengar namnya sudah membuat kita tahu bahwa inilah adalah sebuah tokoh yang menjual 
cake, dan Informasi terbarukan Ponti Bonti cake kini hadir dengan menyajikan enam varian terbaru :
untuk nama Ponti Bonti, tidak ada alasan khusus hanya enak disebut ajjah.







1. Ponti Bonti Cheese


varian ini terbuat dari keju yang diolah dengan teknik Au an Marie atau waterbath, sehingga kue yang dihasilkan sangan enak, sensasi lembut dimulut karena feeling keju nya yang deliciuous, ditambah dengan arsiran White chocolate flaxes dan Chesee Cheder 


Harga Rp. 68.000,-

 
2. Ponti Bonti Macha
Rasa Greentea yang khas bisa dinikmatai dalam setiap gigitan bercampur dengan kirim keju khusus, ditambah dengan arisran Dark Chocolate dan White Chocolate, buat kalian para pecinta kue harrrus nyoba ya ? asli recomended banget 

Harga. 68.000,-


3. Ponti Bonti Chocolate
Citarasa cokelat yang dicampur dengan keju makin memperkaya rasa dan varian ini, perpaduan disajikan dengan topping chocolate flaxes serta arsiran dark choco dan white choco yang buat lidah jadi bergoyang asyik, buat para pecinta cokelat ayo coba nggak bakalan nyesal.

harga Rp. 65.000,-

4. Ponti Bonti Banana

Rasa pisang yang super lezat, rasanya yang fresh dan kekinian dicampur dengan keju, buat kalian pecinta Banana ayo coba

harga Rp. 65.000,-

5. Ponti Bonti Nuttela

Rasa Cokelat Kacang dan Cheese di Mix, jadinya pasti enak donk, Varian ini hanya ada di Ponti Bonti

Harga. 68.000,-







6 . Ponti Bonti Durian

nah benda ini, yang pasti dikejar oleh pecintaa durian , rasa fresh dan nendang nya durian buat kalian nggak bakalan nyesal.


Harga. 68.000,-


FYI, spesial Soft Opening Ponti Bonti memberikan potongan harga sebesar Rp 10.000 bagi teman2 Pontianak yang Folloow akun Ig, Ponti Bonti Cake, alamat tokohnya berada di pusat kota jalan Hos Cokroaminoto No. 151 jangan lupa hadir ya...




SDN 13 Sejangkung.
Salah satu lembaga pertukaran pendidikan yang berada di ufuk utara Kalimantan Barat, tepatnya di Kec. Sejangkung Kabupaten Sambas, beberapa dekade yang lalu saya sempat mengenyam pendidikan di Sekolah ini sungguh banyak cerite yang ada , sekarang perubahan sudah banyak terjadi baik dari infrasturktur,tenaga pengajar,falisilitas dan lain sebagainya dan alhamdulliah sekarang saya dapat mengenyam pendidikan di Ibukota Provinsi Kalimantan Barat, lagi-lagi kami menemukan masalah polemik berkepanjnagan sebuah fasilitas yang dapat mencerdaskan anak bangsa, apakah dia ? Sebuah BUKU, kecil namun sangat bermakna untuk membangun estafet generasi, dan pada kesempatan kali ini saya bersama teman2 ingin memberikan kesempatan kepada kanda dan kakanda semuanya untuk dapat mendonsaikan buku apapun layak baca, kami sangat berharap dapat mensedekahkan buku layak diutamkan buku terbaik yang layak dibaca anak-anak (Cerita Rakyat, Buku Bergambar, dan lain-lain)
****
Liansyah 19 Desember 2017


Peran Strategis Santri
s
Image result for santri
sumber santrinews.com



Lebih dari 10.350.000 orang di Penjara di seluruh Dunia di terbitkan oleh Criminal Policy Research, Penjara merupakan tempat penghukuman bagi nara Pidana karena melakukan kejahatan dan di jatuhkan pidana oleh Pengadilan, Penjara diciptakan oleh Negara sebagai tempat untuk mengisolasi agar menjadi lebih baik dan memberikan efek jera, dan terkadang perlakuan brutal,  ruang sempit ,sesak dan mengerikan dapat di rasakan nar pidana, namun yang kita bahas kali ini bukan lah penjara yang seperti ini, kita akan membahas tentang Penjara suci

.
Penjara suci, bukanlah tempat para Nara Pidana. Itu hanyalah  sebutan lain dari Pondok Pesantren mengapa di sebut penjara suci  karena hampir tidak ada kegiatan di luar lingkungan Pondok Pesantren dan suci  karena merupakan  tempat untuk mendalami ilmu agama, tentu setiap penjara pasti memilki berbagi aturan yang akan di gunakan untuk membina sehingga menjadi lebih baik ,orang yang mendapat binaan tersebut adalah santri sehingga santri lah yang mendapat binaan agar menjadi lebih baik sama hal nya dengan nara Pidana, namun nara Pidana  adalah orang yang melakukuan kejahatan dan di hukum secara mutlak.
Menurut Al-Mujadalah (11) : Allah akan meninggikan orang orang yang beriman di- antaramu dan orang-orang  yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat. Di dalam quran Al imran ayat 18 Allah menyatkan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak di sembah ) melainkan Dia, yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu  (juga menyatakan yang demikian itu ). Tak ada Tuhan ( yang berhak di sembah ) melainkan dia ,Yang maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.                                                                      Allah akan  meninggikan derajat orang yang  berilmu tentu akan banyak sekali tantangan, dan berbagai rintangan , untuk mari kita simak terlebih dahulu cerita perjuangan santri dalam menuntul ilmu.
Fajar tiba santri segera terbangun berebut dalam mengambil wudhu supaya tidak tertinggal (masbuq), karena jika sampai tertinggal dan tidak berjamaah pasti akan mendapat hukuman dan di anggap tidak disipili, bahkan terkadang jadwal tidur  santri lebih sedikit di bandingan dengan  remaja pada umumnya. Di dalam Pondok Pesantren tidak ada namanya gadget bahkan membawa handphone yang tidak memiliki akses untuk internet pun dilarang, mungkin terlihat kejam tetapi di situlah  manfaatnya bahwa dilarang membawa gadget supaya tidak terpengaruh oleh arus luar yang kadang berdampak negatif  namun tidak dapat di pungkiri bahwa dampak positif nya juga banyak, dalam kehidupan Pesantren santri akan terbiasa hidup lebih hemat dan mandiri karena hampir semua kegiatan seperti mencuci pakaian, makan,dan pengelolaan keuangan itu dilakukan oleh santri. Pada saat sebelum magrib akan ada acara rutin atau yang sering di kenal dengan majelis ilmu hingga kemudian di lanjutkan dengan solat isya dan  kegitan mengkaji kitab baik itu kitab kuning ,al quran dan kitab lainya, namun  sistem ini tidak  mutlak yang di berlakukan terhadap semua Pondok Pesantren. Beribadah, berpuasa, kerja fisik belajar adalah hal yang selalu di hadapi oleh santri konsistensi menghadapi aktivitas tersebut di lakukan selam bertahun- tahun sehingga akan menempa mental baja yang kuat. Salah satu sebab  yang membantu kita dalam menuntut ilmu adalah tidak mengenal lelah dan bersungguh- sungguh. Syaikh Muhammad Bin shalih Al – Utsmani Rahimullah berkata . “Seorang penuntut ilmu seharusnya mengerahkan kesungguhan demi meraih ilmu itu setelah mendapatkannya. Karena ilmu itu tidaklah di dapat dengan badan yang bersantai saja. Seorang penuntut ilmu haruslah menempuh  seluruh jalan menuju ilmu. Dan dia akan di beri pahala atas hal itu. Sesuai dengan hadis sahih muslim nabi Muhammad shllallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda “ Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga”.          



Tradisi santri yang sangat menonjol adalah semangat berkorban, mandiri, bersahaja, egaliter, tawaduk, dan moderat. Sifat-sifat ini merupakan karakter kebangsaan yang penting. Semuanya telah dicontohkan dengan baik oleh tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang berlatar belakang santri dari masa ke masa. Pada masa kolonialisme, santri telah membuktikan dirinya sebagai kekuatan utama dalam mengusir penjajah. Mereka tidak segan-segan mengorbankan jiwanya guna memperjuangkan Indonesia yang merdeka. Sikap mandiri yang dimiliki santri menjadikannya tumbuh sebagai generasi yang independen, anti terhadap segala bentuk penjajahan. Setelah kemerdekaan diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945, para santri pun terpanggil untuk mempertahankannya. 
Soekarno adalah murid Cokroaminoto, pendiri Sarekat Islam (SI), sementara Hatta merupakan anak Muhammad Djamil, tokoh agama terkemuka di Bukittinggi. Masa remaja kedua tokoh ini dihabiskan dalam lingkungan habitus sangat agamis. Jiwa santri melekat dalam diri mereka. Kiai Haji Hasyim Asyari mengeluarkan Resolusi Jihad, 22 Oktober 1945, yang dapat menggerakkan semangat jihad para santri di seluruh penjuru Indonesia. Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman sebagai santri dan kader Muhammadiyah juga merupakan contoh sempurna bagaimana kaum santri berkontribusi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.Tidak hanya sampai di situ, karakter santri yang moderat dan inklusif termanifestasi dalam sikap kenegarawan para tokoh Islam pendiri bangsa, terutama ketika mereka secara ikhlas mau menghapuskan tujuh kata--"dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya"--dalam Piagam Jakarta. Pengorbanan besar dalam mengukuhkan semangat kebinekaan guna mendukung terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada era kemerdekaan pun banyak lahir tokoh-tokoh santri yang bersahaja dan egaliter. Perjuangan politik mereka jalankan dengan penuh amanah demi menciptakan negara yang adil dan sejahtera                                                                                                      
Di dalam “Undang  - undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3,  Tujuan dari pendidikan Nasional adalah mengembangkan potensi,peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. 
  Untuk mencapai tujuan itu  Pesantren adalah lembaga yang tepat ada beberapa manfaat Pesantren yang dapat  diuraikan di Pesantren santri akan terjaga dari pengaruh buruk lingkungan bebas, hal ini sudah pasti anak yang tinggal di Pondok akan memiliki batasan misal adanya zona terlarang antara santri Putra dan Putri, yang kedua adalah pembangunan karakter tentu karena di dengan hidup lebih mandiri seperti di tuntut untuk lebih disiplin dan lebih telaten serta dibina untuk lebih sederhana, kemudian ibadah akan lebih terjaga dalam lingkungan Pondok  salat lima waktu dan ibadah sunah lainya terprogram secara detail sehingga melatih santri agar lebih disiplin dan tentu saja jika meninggalkan nya akan mendapat sanksi yang telah di tetapkan, walaupun di hukum tentu secara  langsung akan membuat santri mengerti  akan pentingnya menjalankan kewajiban kepada Allah S.W.T. Cerdas dan jenius ini merupakan cetusan bagi pesantren kenapa tak heran jika kita melihat anak Pesantren pandai berbahasa Inggris dan bahasa lainya, mereka juga mampu memenangkan olimpiade tingkat Nasional maupun Internasional. Beberapa poin di atas adalah manfaat belajar di pondok pesantren dan masih banyak lagi manfaat yang lain, namun terkadang ada kontra dari pandangan Masyarakt tentang anak nakal diserahkan ke Pesantren dengan harapan dapat di bina, pada hakikatnya tidak semua berhasil jika tidak sampai menyelasaikan pendidikan di Pesantren dan anak di tekan untuk masuk ke Pesantren sehingga akan tercipta kontra di dalam hati anak. 
Pada zaman modern ini kita dapat melihat bagaimana seorang santri sudah menjadi bagian yang sangat berpengaruh ibarat Emas diletakan di mana pun  ia akan tetap menjadi Emas, sekalipun emas di letakan di dalam lumpur jika memang Emas, ia akan tetap bersinar.

Alumni Pondok Pesantren Ushuluddin Singkawang

REKAYASA BUDAYA LITERASI
Oleh Liansyah
Image result for LITERASI
sumber gambar masfm.wordpress.com
Keberadaan budaya di dunia adalah hal yang mutlak, kebudayaan adalah sesuatu yang sangat melekat dan mendarah dalam jiwa manusia, keberadaan nya ibarat tali yang mengingat setiap jiwa manusia, yang tercipta karena ada segelintir orang yang merekaysa nya. Hal ini di nuklilan pada sebuah manukrif bahwa budaya adalah sebuah kebiasaan di lakukan secara berulang sehingga menjadi karakter dan membudaya dan  tidak heran selalu menyesuaikan dengan alam budaya tersebut dibawa.
Literasi adalah suatu bentuk kemampuan  mengeidentifikasi, memahami, menafsirkan, menetapkan, dan mengkomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai perseoalan materi-materi tertulis dan membaca, sedangkan kebudayaan literasi adalah melakukan kebiasaan-kebiasaan berpikir yang disertai  dengan proses membaca dan menulis. Menurut National Literacy Forum (NLF), ada empat cara yang harus dilakukan dalam mengembangkan literasi: 1, meningkatkan kemampuan bahasa sejak dini di rumah & dalan pendidikan formal maupun non-formal. 2, mengeefektifkan pembelajaran yang dapat menumbuhkan keterampilan membaca dan menulis. 3,adanya akses buku bacaan. 4, mendukung budaya literasi.
 Sebenarnya perjuaangan merekayasa sebuah budaya sudah dilakukan sejak dahulu kala sebagai contoh, ketika perintah solat diluncurkan kepada nabi Muhammad Saw, maka secara tidak langsung budaya sedang di rekayasa dan sampai sekarang budaya solat terus terjalan hingga saat ini. Lantas bagaimana jika merekayasa budaya literasi di antarnya adalah  membaca.
Membaca adalah salah satu keterampilan berbahasa. Merupakan kegiatan memahami teks bacaan dengan tujuan untuk memperoleh informasi dari teks yang kita baca. Menurut Artano 2009, membaca merupakan aktivitas perencanaan informasi melalui lambang-lambang tertulis kemudian menalarkannya.
Sebuah ironi terjadi berakaitan dengan minat baca, di lansir dalam riset yang di lakukan oleh Taufik Ismail (Sastrawan senior) mengenai kewajiban anak SMA atau sederajat membaca buku sastra,dalam hal ini tidak ada kewajiban membaca yang di lakukan pemerintah atau pemegang kebijakan pendidikan mulai dari kepala Dinas mengabaikan pentingnya membaca buku  didukung oleh sebuah fakta atau temuan dari berbagai lembaga yang melakukan studi tentang hal tersebut. Programme for International Student Assessment (PISA)tahun 2009 melakukan studi tentang  minat baca terhadap 65 negara. Dari studi PISA tersebut, Indonesia menempati urutan ke-57 dari 65 negera yang di survey tentang minat baca. Indonesia masih kalah dengan Thailand, yang menempti posisi ke-50. Bila dibandingkan dengan Jepang, jarak Indonesia semakin lebih jauh. Jepang menempati posisi ke-8 dalam hasil survei tersebut. Studi yang sama juga dilakukan oleh The United Nations Development Programme (UNDP) terhadap minat baca beberapa negara di dunia. Tidak jauh berbeda dengan temuan PISA sebelumnya, dari temuan UNDP tersebut, Indonesia menempati posisi ke-96. Urutan tersebut memaksa dahi kita berkerut. Memaksa kita mengelus dada, minat baca kita berada pada posisi titik nadir.
    Pendidikan di Indonesia hanya mementingkan memakai alas kaki apa dari pada berapa buku yang di bacanya lebih peduli terhadap pakaian, Negara tetangga kita thailand mewajibkan untuk anak SMA membaca minimal 5  judul buku dalam masa pendidikan, Malaisya dengan 6 judul buku, Jepang dengan 15 judul buku sedangkan kita dengan bangganya “0”judul buku. Tragedi nol buku ini sama dahsyatnya dengan bencana tsunami yang terjadi beberapa waktu yang lalu di  Aceh Darussalam bila bencana tsunami korban fisik lebih besar, maka tragedi nol buku ini menghancurkan dari dimensi karakter dan mentalitas. Sama dengan kekhawatiran kita bersama tentang perluasan dan penyebaran penggunan narkoba yang kian membesar. Buku, demikian besar pengaruhnya dalam menentukan arah dan kebesaran sebuah peradaban. Tidak heran bila banyak negara begitu peduli terhadap minat baca bangsanya. Berbagai langkah dan upaya dilakukan agar minat baca warganya meningkat. Berbagai stimulus diberikan untuk mendorong agar warganya memiliki kebiasaan atau budaya membaca. Kita bisa mencontoh Jepang dalam membangun budaya baca warganya. Di Jepang ada program atau gerakan yang bernama 20 minutes reading of mother and child. Gerakan atau program ini mengharuskan seorang ibu utuk mengajak anaknya membaca buku 20 menit sebelum tidur. Ini merupakan salah satu contoh dari dalam meningkatkan budaya bacawarganya.

    Implikasi kewajiaban membaca buku dalam upaya mencegah tregedi 0 buku “Seseorang kehilangan kontak dengan kenyataan Bila tidak dikelilingi buku-bukunya [Francois Mitterand, Presiden Perancis, ]”  Asupan pengetahuan pada anak pun kurang secara jumlah dan kualitasnya. Semakin sedikit bacaan, semakin sempit wawasannya, semakin dangkal pengambilan keputusannya. Dampak kedua,  tanpa kegemaran membaca maka tak ada pembelajaran berkelanjutan. Iya, membaca buku hanya ketika ada kewajiban di sekolah-kampus. Setelah itu membaca jadi aktivitas yang dijauhi dan dilupakan. Bahkan bisa jadi, membaca buku jadi aktivitas yang dibenci. Dampak ketiga, anak tidak merasakan manfaat dari gemar membaca buku sastra ada memperkaya kosa kata anak, membuat anak belajar tentang keragaman, problem solving, dan wawasan berbagai tempat, memahami pola prilaku orang dan cara berinteraksi, terakhir, melatih imajinasi dan kreativitas anak, langkah yang paling dasar untuk keluar dari tragedi ini adalah dengan menjadikan ini sebagai tragedi nasional. Menjadikan ini sebagai kesadaran kolektif bangsa, bahwa kita sedang dihantui sebuah tragedi Nasional.
            Karena itu, perlu nya usaha untuk membentuk sebuah budaya literasi, diantarnya budaya baca agar tercipta sumber daya manusia yang siap bersaing dengan pertarungan Globalisasi. Jadikan lah buku sebagai sebaik-baiknya teman.
Beberapa dekade lalu pekerjaan yang dilalui oleh nenek moyang kami sangat mudah diprediksi artinye mereka dapat memilih pekerjaan itu dengan usaha dan mengejar satu disiplin keilmuan, namun untuk saat ini bermunculan model kerja baru yang bahkan mungkin saja tidak sempat diraba pada masa lalu seperti betebaran Star Up (Ojek online, Belanja Online dll), karena itu generasi sekarang harus memulai berpikir kreatif menatap kedepan. Pekerjaan yang tidak ada saat ini kemungkinan akan menjalar beberapa dekade kedepan yang perlu dilakukan sekrang adalah mulai mencoba hal baru. Blogger mungkin berpotensi untuk bersaing.
Foto Liansyah.
Permainan Tradisional Ajarkan Kejujuran Anak
Oleh Liansyah


Zaman  Now  adalah zaman dimana peradaban manusia mulai berubah secara dinamis,  diiringi dengan perubahan kondisi sosial kultur masyarakat Indonesia. Dahulu dI era 1970-1990-an, anak-anak belum mengenal permainan modern seperti Playstation, online game, internet, dan komputer. Anak-anak juga belum mengenal ponsel, apalagi smart phone. Televisi juga masih hitam putih. Anak-anak bisa bermain bebas di luar bersama teman-teman, mereka bisa berinteraksi satu sama lain. Anak-anak saat itu cuma mengenal permainan lompat tali kelereng, dan beberapa permainan tradisional lain. Namun, anak-anak merasa bahagia. Indonesia memiliki beragam budaya yang patut kita banggakan. Hal ini bisa kita lihat dari beragam permainan tradisional yang tersebar di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, sepatutnya kita bangga dengan beragam budaya yang kita miliki dan harus kita lestarikan.  Di daerah Penulis Kabupaten Sambas terlihat bagaimana dahulu interaksi anatara satu teman dengan teman yang lainya terjadi untuk menjalin keharmonisan bersama diantranya permainan Sinaporan ,Main Guli, Main Engke Abrak, Sodor dan lain-lain( dalam diaelak melayu sambas Kec. Sejangkung).

sumber Maisrul.comImage result for foto permainan tradisional
Permainan tradisional merupakan salah satu warisan dari nenek moyang kita dan bisa menjadi identitas bangsa. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, jenis-jenis permainan itu sudah mulai luntur, bahkan tidak dikenal lagi. Padahal, permainan tradisional itu bukan sekadar permainan, melainkan juga bisa mengajarkan anak-anak bersikap sportif, saling menghargai, ketelitian, kerja sama, serta bertanggung jawab. Seperti pada permainan Sodor, setiap peserta dituntut bekerja sama dengan kelompok, saling menghargai sesama anggota tim, dan tidak curang bermain. Menurut Ashibly (2003), permainan tradisional merupakan sekumpulan ciptaan tradisional, baik yang dibuat kelompok maupun perorangan, dalam masyarakat yang menunjukkan identitas sosial dan budaya berdasarkan standar dan nilai-nilai yang diucapkan atau diikuti turun-temurun.
Permainan  Tradisonal bukan hanya mengajarkan akan arti kesenangan semata numun lebih dari itu, ada perubahan gaya motorik, reponsif sehingga dapat menciptakan anak anak yang berprilaku lebih toleransi dan mengargai orang lain Permainan tradisional meningkatkan gerak motorik anak yang mampu menstimulus pertumbuhan otot dan otak menjadi lebih baik. Otot dan otak mampu bekerja seimbang sehingga dengan sendirinya mampu mendorong peningkatan kecerdasan anak dalam berpikir.
Selain itu, permainan tradisional mampu meningkatkan interaksi sosial yang berpengaruh pada kemampuan berkomunikasi anak, sikap saling menghargai, dan sportivitas melalui aturan-aturan yang ada dalam permainan sehingga anak mampu mengendalikan emosi dan sikap empati antarsesama dengan terbentuknya sikap seperti itu makan tidak langsung akan tercipta karakter yang jujur tentu dengan kejujuran lah yang akan membawa perdaban bangsa Indonesia lebih baik kedepannya.

Melalui permainan tradisional juga, anak belajar lebih mencintai alam dan meningkatkan nilai spiritual kepada Tuhan YME melalui sikap moral dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Alam memberi pelajaran berharga agar anak selalu mensyukuri segala anugerah yang diberikan Tuhan melalui kekayaan alam yang berlimpah. Anak juga dituntut lebih kreatif dan imajinatif dalam memecahkan permasalahan sendiri dalam permainan. Yang terjadi saat ini ialah permainan anak-anak sudah banyak beralih ke permainan elektronik yang modern seperti Playstation dan online game. Hal itu juga didukung penggunaan gadget yang semakin pesat. Melalui sambungan internet, gadget memudahkan seseorang bereksplorasi secara bebas di dunia maya tanpa ada batasan
Oleh karena itu, pembentukan karakter anak dapat dilakukan melalui permainan tradisional. Untuk mengatasi lunturnya permainan tradisional di kalangan anak-anak pada zaman modern ini, perlu dilakukan upaya pelestarian permainan tradisional dengan cara mengintegrasikannya ke dalam kurikulum pembelajaran. Namun, pengintegrasian itu harus sesuai dan tepat sasaran. Memang diperlukan waktu agar anak-anak dapat memahami kembali pentingnya permainan tradisional

Image result for cahaya diatas cahaya
sumber gambar yandhie.wordpress.com

cahaya diatas cahaya
Ini adalah sebuah kisah tentang hidupku dan teman-teman ku di sekolah .Nama sekolahku adalah MI  Piantus angkatan 1989 yang jaraknya dari rumahku 3 km , jika aku mau pergi yang harus kulewati adalah sungai yang harus ku seberangi menggunakan sampan, dan kadang harus numpang milik penduduk .
Yang selalu mengiringiku adalah sebuah sepeda yang 10 tahun lebih tua dari aku  dan mulai karatan setelah itu aku harus mengitari bukit piantus dan terkadang ada segerombolan kera yang siap menyerang , dan ketika dia menyerang aku sudah siap dengan melemparkan kan buah pisang yang ku bawa dari rumah ku atau kuambil dari pisang milik warga yang ada di tepi jalan,
Lain cerita dengan teman yang bernama iqmir dia harus melewati jembatan gantung yang sudah puluhan tahun menunjang jalan parit raja dan kadang kami berpapasan di jalan dekat bukit
            Ibu  bekerja di Negri Jiran sedangkan Ayahku telah meninggal ,aku sekarang tinggal besama neneku dan adikku di sebuah pondok kecil  ditengah hemparan sawah yang luas . Sayang itu bukan milik nenekku kami hanya menyewa dari hasil membantu bertani milik saudagar di kampungku,
Di sekolah kami MI  piantus yang sudah mulai tua ditelan zaman , tempat ku menutut ilmu bersama sepuluh temanku dan dibimbing oleh 4 guru transmigarsi yang mengabdi di desa ku, Ketika kami sedang belajar guruku selalu menanam kata bahwa orang yang tidak mau menuntut ilmu berarti dia siap untuk merasakan pahit nya kebodohan , itu lah yang membuat kami selalu bersemangat untuk meuntut ilmu , aku dan teman teman ku berprinsip bahwa kami semua tidak mau menjadi seperti orang tua kami yang hanya bekerja sebagai petani, ketika dalam proses belajar mengajar putri bertanaya
Putri            :Pak apkah penting belajar jika kami nantinya juga akan menjadi istri
                    Yang memasak di rumah
Rusmani      : Iya betul , tetapi dengan belajar kamu akan tahu membaca , dan    dengan dan dengan membaca jangkauan mu akan semangkin luas , dan jika  kamu menjadi akan menjadi istri yang cerdas dan itu hanya segilintir dari manfaat belajar.
Putri            : berarti kita harus sering membaca ya pak  ,
P’rusmani    :iya betul
Kemudian lonceng di bunyikan lalu kami membca doa dan kembali
Ke rumah masing ,

                   setibanya dirumah aku harus bekeraja memecahkan batu  dan
Setiap karungnya dibayar 100 rupiah , dan itu digunakan untuk makan sehari
Sedangkan adik ku mencari ikan di sungai setiap hari,setelah itu
Kami makan berasama dan adik ku bertanaya
Adi              : nek apakah ibu taakan kembali lagi setelah bekerja selama 7 tahun
Nenek         : yang sabaar ya cuu?
Aku             : aku rindu dengan sudah 7 tahun aku tidak tahu apa kabar nya (sambil                 :menagis)  
Malam ny aku harus belajar walaupun dengan pelita dan aku selalu
Mengirim surat ke ibu ku sudah puluhan surat yang ku kirim tetapi satu surat
Pun tak pernah terbalas oleh ibuku ,

dari anakmu albi
 assalamualaikum wr ..wb
bu , apa kabar ibu selama ini kami selalu merindukanmu
aku disini  adik dan nenek sehat  , bu ibu kerja apa , bu tak perlu
kerja ,albi saja yang kerja , bu pulanglah lah bu kami rindu padamu salam sayang dari anakmu.



                   Sekarang aku sudah kelas 5 MI 2 tahun sudah berlalu ,
Dan ternyata sekolah dasar 1 Sejangkung akan melalukakn perlombaan , yaitu lomba LCT ,dan kreasi daerah
Se-kabupaten sambas ,



Bu rusnah    :Anak –anak  kita akan melakukan perlombaan LCT dan kreasi daerah
                   Kita akan melakukan pembagian tugas
                   Abil, purti, dan aldi akn menjadi peserta lct,dan sisanya balqis,ammir,iqmir,juni,
                   Ridho,bujang,paktkai akan menjadi peserta vokal grup ,yang menjadi ketuanya adalah ridho
Sedikit perkenalan dengan ridho dia orang nya paling senang dengan music dan
Dan dia sellalu membawa gitarnya , kemanan nana..

                   Keesokan harinya(hari mingggu)  ridho menyarankan untuk kami semua pergi ke bukit piantus dan mencari inspirasi lalu kami semua pergi menggnakan sepeda tetapi karena ada teman ku yang pergi sekolah menggnakan jalan jadi kami harus berboncenagan, kali ini aku berboncegan dengan putri, dan iqmir amir dan ridho satu boncengan ,dan begitu juga lainya.
Setelah sampai pada anak tangga kami semua berhenti dan menyimpan sepeda dan menyimpan di dalam semak semak dan tidak lupa untuk diikat,
Sesampai di puncak kami sejenak berhenti dan menghirup napas , kemudian kami semua teriak sebebbas bebas nya ,
Kemudian kami pun merancang seuatu untuk di tampilkan (jeng…jeng)

                   Hari hari yang di tunggu pun telah tiba saat nya kami datang di sekolah dasar 1 sejangkung dengan menggunakan sepeda kami pergi bersama 4 guru lainnya, ketika kami datang kami diperhatikan oleh para peserta yang lainya
“diberitahukan kepada seluruh peserta untuk segera berkumpul di lapangan “
Setealah ada pengumuman seperti itu kami lansung berkumpul di lapangan upacara , uajar kepala sekolah (kita harus membina persatuan kesatuan dan menjunjung sportifitas ) lalu kami semua tepuk tangan
“ untuk semua peserta lct berkumpul di  aula “
Setelah itu kami langsung menuju ke aula untuk bertanding hatiku mulai beredebar kencang aku di temani dua teman ku ,
MI kami masuk dalam regu  B
 di mulai dari regu A  dan pemenangnya adalah sd 1 sejangkung , selanjutnya kami regu B  , “untuk regu B silahkan menuju ke lokasi” ujar panitia
Segera kami berkumpul bebrapa pertanyaan yang di ajukan
1)      Siapa kah nama presiden indonesia ke 3 ?
Lalu aku pun menjwab dengan tegas bapak b.j habibie
2)      Sebutkan 2 jenis bunga bangkai?
Kamipun dapat merebut soal tersebut
Dan untuk pertanyaaan ke 3 dan keempat dan seterusnya dapat kemi rebut dengan mudah sehingga kami dapat memenangkan pertandingan di regu B ?
Kemudian pada regu C dimenangkan oleh sdn 1 kenanai.
Akhirnya pertandingan penentu kemenagan telah tiba ,Dengan pertandingan yang sangat sengit “skor kami dan sd 1 sejangkung hampir seri dan babak terakhir soal rebutan yang kan mementukan kemenangan kami ,
“berpakah nilai dari bayangan titik (2,3) yng diputar sejauh 90 derajat trhadap titik (0,0),
Dan sd 1 kenanai ynang mengajukan tangan tetapi jawaban nya salah ,
Lalu direbut oleh sd 1 sejangkung dan benar sehingga sd sejangkung yang menang sehingga kami mendapat juara 2 , namun itu sudah menjadi suatu
kebanggan bagi kami , uajr  gurukru (kalah itu adalah keberhasilan yang tertunda)
akhirnya yang kami tampilkan adalh sebuah nayanyian lagu begawan solo
yang mena penyanyi  putri ,gitaris ridho dan  ammir drum nya sedangkan yang lainya memetikan tangan nya dan penyanyi latar , dan ternyata kami mendapatkan juara 1 ,
setelah aku tiba di rumah dan yang membuat ku gembira adalh ternyata ibuku datang kerumah aku snagat bahagia dan langsung memmeluknya sambil menangis  lalu ada satu pertanyaan ku berikan kepada ibukku “bu kenapa ibu tidak membalas suratku “ tidak bukan ibu tidak mau memblas tetapi karena ibu tidak snaggup untuk mebalsanya maafkan ibu nak ,(sambil menangis)
                  
                  

                   beberap hari kemudian ternyata sekoalah kami di buka lagi,
untuk angakatan baru, hari demi hari berlalu akhirnya kami selelsai dan merupakan akhir yang menyenangkan , 20 tahun kemudian sekolah kami sudah menjadi sekolah yang lebih baik,
dan untuk pekerjaan aku menjadi menteri BUMN dan kini aku telah memiliki sawah yang dahulu kutempati sebagai tempat tinggal ,
ridho berhasil menjadi gitaris terrkenal, balqis dan putri bekerja sama membuka butik ,ammir menjadi pengusaha tempe, juni menjadi kepala desa di kampungku
bujang menjadi ustad dan sayang aldi meninggal pada usia 15 tahun karena tenggelam di sungai.

ITULAH CERITA YANG DAPAT  DI SAMPAIKAN SEMOGA BERMANFAAT



           TENTANG PENULIS
Description: IMG_0337.JPGLIANSYAH
Sejangkung ,11 juli 1998
Visit in :
liansyahlian13@gmail.com
liansyahlian@yahoo.com
cita _cita
menjadi dosen / guru

tentang aku ;
saya menempuh pendidikan di sekolah dasar sdn 13 sejangkung dilanjutkan ke smp n 1 sejangkung dan madrasah aliyah swasta ushuluddin singkawang dan saya berencana masuk ke Ptn UnTan atau IAIs Syarif Hidayatullah .
kesan dan pesan dari penulis :
dari cerpen yang penulis buat semoga bermanfaat bagi para pembaca,dan  saya turut berterimaksih kepada guru kami Riska Nurdiati S.Pd  dan kedua orangtua ku Yusuf dan Erliani .
SUKRON KATSIRON


Image result for astra Internasional
www.astra.co.id
"Inspirasi Perjalanan Astra Internasional dalam Bidang Pendidikan"

Menginjak usia 60 tahun siapa yang tidak mengenenal Astra Internasional yang telah memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan Indonesia. PT Astra International Tbk didirikan di Jakarta pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum dengan nama Astra International. Astra telah mengembangkan bisnisnya dengan menerapkan model bisnis yang berbasis sinergi dan terdiversifikasi pada tujuh segmen usaha, terdiri dari: Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, Teknologi Informasi dan Properti. Dengan bisnis yang beragam, Astra telah menyentuh berbagai aspek kehidupan bangsa melalui produk dan layanan yang dihasilkan. Dalam keseharian hidup, masyarakat Indonesia menggunakan sepeda motor dan mobil, jalan tol, printer, hingga layanan pembiayaan, perbankan dan asuransi milik Astra. Pelaku bisnis bermitra dengan Astra dan memanfaatkan berbagai kendaraan komersial, alat berat, layanan logistik, sistem teknologi informasi dan jasa pertambangan dari Astra. Berbagai produk yang dihasilkan, antara lain minyak kelapa sawit, batu bara dan kendaraan bermotor, terus diekspor sehingga Astra dapat berkontribusi dalam menyumbangkan devisa bagi negara.

Tanggung jawab sosial Astra kepada masyarakat guna menciptakan keseimbangan antara kepentingan bisnis,  telah dilakukan sejak perusahaan berdiri. Saat ini, kontribusi publik dilakukan secara seimbang oleh 208 perusahaan Grup Astra serta melalui  yayasan Astra bergerak dalam kepedulian terhadap pendidikan yang meliputi :
  1. Yayasan Toyota Astra (berdiri tahun 1974, bergerak di bidang pendidikan).

    Banner Yayasan Toyota dan Astra. | Sumber Istimewa

    Yayasan Toyota Astra (YTA) yang didirikan tahun 1974 oleh PT Astra International Tbk dan PT Toyota Astra Motor, memiliki beberapa program dalam bidang pendidikan. Di antaranya berupa beasiswa reguler untuk mahasiswa S1, beasiswa tesis atau disertasi, bantuan penelitian, dan kegiatan ilmiah.


  2. Yayasan Astra Honda Motor (berdiri tahun 1995, untuk mendukung masyarakat di bidang pendidikan dan Income Generating Activities (IGA).
    Image result for Yayasan Astra Honda Motor (berdiri tahun 1995, untuk mendukung masyarakat di bidang pendidikan dan Income Generating Activities (IGA)..Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) didirikan pada tahun 1995 sebagai organisasi sosial yang mandiri dengan misi mendukung kehidupan masyarakat di bidang pendidikan dan sosial melalui program pemberian beasiswa bagi siswa prasejahtera dan pembangunan fasilitas pendukung untuk institusi pendidikan, program edukasi masyarakat tentang keselamatan di jalan, program pelestarian lingkungan hidup serta kegiatan amal untuk berbagai aktivitas sosial dan budaya, termasuk bencana alam.
  3. Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (berdiri tahun 2009, bergerak di bidang pendidikan, khususnya di daerah prasejahtera).
    yayasan pendidikan astra
    sumber gambar www.astra.co.id


    YPA-MDR berperan aktif sebagai agen perubahan (agent of change) dan agen pengembangan (agent of development) dalam peningkatan mutu sekolah-sekolah, pengembangan sumber daya manusia yang terarah serta pengembangan kurikulum dan manajemen sekolah yang profesional. Jenjang sekolah yang mendapatkan bantuan adalah Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia


  4. Yayasan Astra Agro Lestari (berdiri tahun 2010, fokus pada kegiatan sosial di bidang pendidikan).
    astra argo lestari
    www.astra.co.id

    Yayasan Astra Agro Lestari didirikan pada tahun 2010, memiliki visi menjadikan salah satu sekolah terbaik di wilayah operasional perkebunan. YAAL berkomitmen memberikan pendidikan yang lebih baik bagi keluarga karyawan dan masyarakat sekitar serta menghasilkan siswa-siswi lulusan dengan prestasi akademik yang baik, inovatif, berkarakter, peduli terhadap kesehatan, keselamatan dan lingkungan. YAAL membangun sekolah mulai TK hingga SMP berikut manajemen sekolah dan menyediakan tenaga pengajar yang berkualitas serta membangun rumah bagi para tenaga pengajar dan memberikan training bagi mereka.

Keberadaaan pendidikan di dunia ini adalah sebuah keharusan mutlak. manakala pendidikan      menjadi indikator  kemajuan sebuah peradaban bangsa, artinya semakin maju suatu negara maka semakin tinggi kualitas pendidikanya, namun masalah pendidikan di Indonesia  sedang di terjang  oleh  polemik berkepanjangan yang tak henti-hentinya baik dari sisi ekonomi, sosial kultur, politik, dan sebagainya. sehingga kontribusi nyata PT Astra Internasional dalam pendidikan membuktikan bahwa kepeekaan akan kemajuan pendidikan akan mengubah wajah peradaban manusia menjadi lebih baik.









Sumber Rujukan :
 
  1. Judul Resensi     :  Resensi Novel “Long Kiat Saudagar Melayu”
  2. Identitas Buku :
    1. Judul Buku         : Long Kiat Saudagar Melayu
    2. Nama Pengarang    : Beni Sulastiyo
    3. Ketebalan Buku     : 205 halaman
    4. Ukuran            : 140 mm x 200 mm
    5. Penerbit        : Lamansatupress
  3. Isi Resensi
  Biografi pengarang
Beni Sulastiyo, lahir di Pontianak tanggal 28 Oktober 1974. Meneyelesaikan SD di Kota Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalbar, sedangkan SMP dan SMA di Cilacap, Jawa Tengah. Meneruskan studi di Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen Universitas Janabadra Yogyakarta (1993-1999), saat kuliah aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan menjadi aktivis pada masanya, bersama rekan-rekan seperjuangan dari seluruh Indonesia.
Beni Sulastiyo adalah seorang pengusaha Industri kreatif, ia juga mendirikan perusahaan bidang percetakan kemasan, juga mempunyai pengalaman sebagai konsultan political marketing. Sejak menjadi mahasiswa hingga saat ini ia rajin menulis di media massa dan belasan website, ia juga rajin mengisi diskusi dan pelatihan dalam berbagai bidang baik dalam bidang kepemimipinan, kepemudaan, komunikasi, manajemen, pariwisata, maupun budaya.



Long Kiat Saudagar Melayu
    Prolog
    Long Kiat adalah seorang saudagar Melayu asal Sambas yang sukses dengan sebuah perjuangan yang panjang, ia juga memiliki pola komunikasi yang unik hingga mampu bernegoisasi dengan siapapun untuk mencapai tujuan bisnisnya, dari preman kacangan, pejabat daerah, pengusaha lokal, pengusaha Nasional hingga para jenderal di Jakarta.
    Isi
Bapak Pertiwiku, itulah ungkapan yang pantas disematkan untuk Long Kiat, berjuang untuk membela kepentingan rakyat, menjadi sosok idola, guru, dan orang tua terkhusus Angah. Pada  bulan Mei 1980, sebuah pertikaian antara preman di Pasar Kapuas Besar Pontianak dapat terselesaikan dengan bijak oleh Long Kiat dengan berbagai trik yang perlu teman –teman baca di bagian kedua novel ini. Pada bagian selanjutnya menceritakan tentang bagiamana Long Kiat yang selama ini selalu bertahan dengan makan ubi  dalihnya bahwa makan ubi adalah makanan para pejuang terdahulu, serta untuk menyemangati Angah agar menikmati ubi. Sebuah perhelatan bisnis Long Kiat mulai, dengan berhasil menjual berton-ton beras di Pasar Kapuas Besar bersama mitra yang dibangunya, dan pada akhirnya Long Kiat pun mengakhiri masa kelam memakan ubi berkat kepiawayan yang dilakukanya, beras itu sekarang menjadi komditi dengan merek “Beras Pancasila” serta meyakinkan hati petani untuk mendistribusikan hasil panen beras kepada Long Kiat yang pernah di tuduh sebagai PKI pada saat Long Kiat tinggal  di Sajingan, Kabupaten Sambas namun, ia tidak menyangkal lewat perantara Angah, Angah memberitahukan kepada masyarakat bahwa Long Kiat adalah PKI bahkan Angah dan seluruh masyarakat di desa itu adalah PKI (Pedagang  Kampung Indonesia). Selain itu ia juga menjalin relasi dengan Surya Wong merupakan seorang pembisnis, mereka pun pindah ke Jakarta dan memulai perhidupan perantuan dengan berbinis seperti Impor sepatu  hal-hal yang sangat menakjubkan adalah pembisnis yang membeli sepatu hanya sebelah kiri yang di Impor dari Singapure tetapi memiliki keuntungan besar ini adalah bagian menarik dan sangat penting untuk dicermati bagaimana berbisnis dengan kecerdasan, dan sebuah fakta juga bahwa Long Kiat ini tidak pernah menyelesaikan Pendidikan formal namun cerdas dalam kehdupan. Durian Security Service merupakan  lembaga keamanan yang dibentuk oleh Long Kiat melalui ide dari Angah yang tersalurkan melalui kertas A3,  Teater Legian, Kontraktor, Negoisasi, Kecubung Sakti, Kabar Kalbar, Melawan Takut, Keris 5 Miliyar, Monumen Perjuangan, Politik 5 Kaki adalah bagian dari novel ini, kerena dibalik itu terdapat sebuah kisah dengan hikmah dan cerita lucu dari Long Kiat.
    Epilog
    Pada akhirnya kesuksesan dapat diraih oleh Long Kiat dan Angah berkat ikhtiar dan usahanya, sebuah karakter yang cerdik, pintar memanfaatkan situasi dan tetap menjaga jalinan mitra serta keberanian tanpa ragu sehingga mereka sukses pada puncak atas hasil dan usaha yang telah mereka kerjakan.
Pendalaman Karakter
    Dengan karakter Long Kiat yang sangat khas diantarnya adalah tertawa dan sebatang rokok membuat tokoh ini seakan nyata, dan juga Angah yang memiliki jiwa ketundukan membuatnya menjadi karakter yang pas disandengkan dengan Long Kiat.
Keunikan Buku
Pembaca seolah  berada langsung dalam lokasi kejadian, cerita dipadukan dengan suasana Kota Pontianak, dan transisi perpindahan ke Jakarta yang sangat kental. Kisah Long Kiat ini betema kehidupan, yang sangat sarat makna, penanaman karakter yang unik untuk seorang Long Kiat yang cerdik, bijaksana, santai namun tetap berpikiri serta sosok Angah yang selalu setia serta menjujung Long Kiat sebagai Bapak Pertiwi
    Kesan Terhadap Buku
Novel ini sangat ringan, artinya dapat dibaca dalam satu hari atau sekali duduk, sambil detemani secangkir kopi, pembaca akan disajikan kelakuan lucu serta tingkah cerdik dari Long Kiat.
    Keunggulan
    Novel ini sangat menginspirasi pembaca karena sarat akan makna kehidupan, bahkan pembaca berpikir bahwa ini adalah kehidupan nyata, memberikan kesan tentang bahwa sukses bukan hal yang mudah, diperlukan tekad, kecerdasan sebagai modal menuju kesuksesan seperti Long Kiat, pembaca berharap karakter tersebut menjadi nyata agar tatanan bangsa setidaknya berubah menjadi baik.
Kelemahan
    Beberapa hal yang kurang di buku ini adalah pada saat membaca novel pada bagian terakhir memiliki eksekusi yang kurang pas, artinya apakah perjalan Long Kiat hanya berakhir pada pertarungan politik, atau Long Kiat menikmati hasil kerja kerasnya kurang terpaparkan secara jelas sehingga membuat pembaca penasaran
Guru Pahlawan Tanda Jasa
Oleh  Liansyah

            Keberadaaan pendidikan di dunia ini adalah sebuah keharusan mutlak. manakala pendidikan menjadi indikator  kemajuan sebuah peradaban bangsa, artinya semakin maju suatu negara maka semakin tinggi kualitas pendidikanya, namun masalah pendidikan di Indonesia  sedang di terjang  oleh  polemik berkepanjangan yang tak henti-hentinya baik dari sisi ekonomi, sosial kultur, politik, dan sebagainya.
http://www.batasnegeri.com/wp-content/uploads/2015/11/gambar-guru.gif.png
batasnegeri.com
Pendidikan adalah tonggak penting kemajuan, mungkin semua setuju dengan pernyataan ini, namun sadarkah dibalik maju nya pendidikan ada seorang yang  bermain dibalik layar dan berjiwa besar, seorang pahlawan yang bergerak perlahan namun mencerdasakan bangsa, seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara “ Guru ddalah seorang pejuang tulus tanpa tanda jasa  mencerdaskan bangsa”.
Meraka tidak semata-mata sebagai pengajar tetapi juga sebagai pendidik dan sekaligus sebagai pembimbing. Sejatinya peran guru lebih dari itu,   merakalah yang mencetak generasi bangsa, mereka yang membimbing  dan menjalankan tali estafet pahlawan terdahulu. Pembangunan terhadap Indonesia harus punya bentuk yang nyata dan ini ditentukan oleh  kemampuan pendidik yang mampu mengubah karakter generasi penerus ke dapan.  Pemikiran terhadap kemajuan dapat dilibatkan pada pola pikir pentingnya tenaga pengajar yang kompeten dan kokoh pendiriannya untuk mendidik. Guru pahlawan tanda jasa, mengapa penulis memberikan judul ini tersebab guru adalah manifestasi dari pahlawan yang jasanya sengat besar pengakuan terhadap mereka perlu didaulatkan sekarang meraka bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa,  meraka adalah pahlawan sebenarnya.

Apresiasi yang ditunjukan kepada mereka perlu dibangun lebih dalam atinya mereka lah yeng meciptakan arsitektur handal, tenaga medis bahkan profesor, dan politikus. Alangkah mulianya pekerjaan ini dalam arti spesial, profesi yang mulia, karena ditangan mereka akan lahir pahlawan-pahlawan pembangunan yang kelak mengisi ruang publik dinegeri ini.
Pandangan Islam terhadap guru seperti yang diungkapkan Imam Al-Ghazali  manukrif  dari perkataan para ulama yang menyatakan bahwa guru merupakan Pelita segala zaman, orang yang hidup semasa degannya akan memperoleh pancaran cahaya keilmuannya. Andaikata dunia ini tidak ada guru niscaya manusia seperti binatang sebab mendidik adalah upaya mengeluarkan manusia dari sifat kebinatangan kepada sifat insaniyah dan ilahiyah, beginilah pandangan Islam terhadap guru yang jasanya sungguh luar biasa.
Al-Ghazali juga menegaskan bahwa kedudukan yang tinggi yang diduduki oleh orang yang berpengetahuan bahwa orang alim yang bersedia mengamalkan pengetahuannya adalah orang besar disemua kerajaan langit, dia seperti matahari yang menerangi alam, ia mempunyai cahaya dalam dirinya seperti minyak wangi yang mengharumi orang lain karena ia memang wangi. Dijelaskan pada QS. Al-Mujadilah:11. “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakaan.
Kedudukan guru sangat mulia, oleh karena itu dalam momentum yang berbahagia ini sudah seharusnya kita menghargai jasa mereka yang beregerak terus untuk kemajaun pendidikan bangsa. Guru terimakasih jasa mu tak terbayarkan.