Resensi Sejarah Pendidikan Islam



Data Buku :
a.       Judul Buku      : Sejarah Pendidikan Islam
b.      Pengarang       : M. Tisna Nugraha
c.       Penerbit           : Pustaka Belajar
d.      Tahun terbit     : 2016
e.       Tebal buku      : 244 halaman
f.       Harga Buku     : Rp. 50.0000
Biografi Penulis
Image result for gambar buku sejarah pendidikan islam m Tisna nugraha            Muhammad Tisna Nugraha, lahir di Pontianak pada hari Jumat, tanggal 08 November 1985, ia merupakan putera bungsu dari dua bersaudara pasangan H.Utoyo Haryoto dan Hj. Samura, beliau adalah seorang dosen di Institut Agama Islam Negeri Pontianak (IAIN), peneliti, dan penulis.
Latar Belakang
            Buku sejarah Pendidikan Islam adalah uraian sitematis atas segala peristiwa terkait kemajuan peradan islam di masa lampau. Dalam mempelajari sejarah yang ditawarkan melalui buku ini, setidaknya pembaca dapat membacanya secara komprehesif, menganalisis pemikiran melalui fakta-fakta dengan cermat, metodis dan pedagogis dari masa lampau yang sebagian orang anggap usang sebenarnya tidak kalah relevan dengan pemikiran mutakhir yang ada saat ini. Sejarah Pendidikan Islam juga akan menolong kita menelusuri jejak-jejak pengaruh masa lampau terhadap pemikiran yang kita anggap orisinil. Dari sini rendah atau luhurnya suatu kebudayaan tergantung dari pandangan kebudayaan yang bersangkutan dengan pendidikan Islam.
            Pada bab I buku ini, membahas tentang “Pengantar Ilmu Sejarah Pendidikan Islam” : dijelaskan bahwa manusia berada dalam tiga kehidupan dalam waktu bersamaan. Pada kehidupan masa lalu mereka hanya perlu mengingatnyaa. Pada kehidupan masa kini mereka hanya perlu untuk melakukannya dan pada masa yang akan datang mereka hanya perlu mengharapkanya, semakin banyak yang kita ketahui tentang sejarah, semakin siap kita untuk menghadapi masa depan. Secara garis besar tematik sejarah pendidikan islam terbagi menjadi 3 periode klasik, pertengahan, dan modern.
            Pada bab II, tentang di utusnya Rasullulah, sebagai penutup para nabi yang membawa pada risalah kebenaran. Dalam  buku ini dijelaskan  bagaimana kondisi arab pra-Islam sampai awal fase Islam, tentang biografi singkat nabi Muhammad Saw, serta bagaimana metode pendidikan Islam di masa Rasullulah diantarnya dengan metode baca, menulis, dikte , hapalan , murajaah,  ceramah, menyimak dan suri tauladan. Serta bagaimana bentuk pendidikan di masa nabi Muhammad mulai dari lembaga pendidikan, kurikullum, dan evaluasi pendidikan.
            Pada bab III “ Islam di masa Amir Al-Mu’minin” diterangkan bagaimana kedaaan pendidikan  di zaman Khulafarusyidin. Pada masa Abu Bakkar sistem pendidikan tidak jauh berbeda dengan nabi Muhammad Saw perbedaanya adalah dengan dimulainya pengumpulan mushaf Quran yang terpisah menjadi satu sebagai kurikulum utama. Beralih pada masa Umar perkembangan pendidikan mulai mengalami peningkatan., guru sudah mulai di gaji yang di ambil dari lembaga baitul mall serta membangun mesjid Al-Qibli sebagai tempat mejelis ilmu hal lain yang juga menginspirasi adalah terbentuknya Taman pendidikan Al-Quran dan pendidikan Raudhatul atfal Serta ditetapkannya hari jumat sebagai hari libur. Pada masa Ustman kendali pendidikan beralih kepada rakyat dan sahabat yang tidak hanya fokus di Madinah namun mulai mengirim eksapansi pendidikan ke daerah—daerah lain ini membuktikan bahwa Islam diterima dengan mudah, Ustman juga terfokus pada  me- recopy Al-Quran sebagai pedoman Islam. Pendidikan pada masa Ali Bin Abi Thalib tidak berjalan dengan baik, hal ini disebabkan adanya pelbagai pergolakan politik yang terjadi sehingga menimbulkan kekacaun, walaupun dalam keadaan kacau namun pada masa ini Islam mulai mengenal keberagaman berpikir ilmu-ilmu teologi, Tassawuf dan Fiqh.
            Pada bab IV “Pendidikan Islam di Masa Daulah Ummayah (Damaskus dan Andalusia), setelah melewati tahun-tahun kelam akibat fitnah dan hati yang mudah untuk di adu domba. Hasan bin Ali bin Abi Thalib menyerahkan kekuasaannya pada Mu’awiyah bin Abu Sofyan pada masa ini munculah apa yang dikenal dengan amul jama’ah (Tahun Persatuan),  masa ini menjadi puncak kejayaan sains, terbukti dengan dimulainya tradisi keilmuan Islam, menjadi pelopor abad penerjemahan kitab-kitab, berdirinya 80 sekolah dan 50 rumah sakit Islam serta berdirinya Universitas Corodoa, Seville, Malaga, Granada, dan Salamanca.
            Pada bab V “Warisan Ilmu Pengetahuan di Masa Daulah Abbasiyah” masa ini Daulah Abbasiyah sering kali di identifikasikan dengan puncak kejayaan Islam di masa lampau. Kehadiran daulah ini memberi angin segar terhadap kemajuan pelbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi ditengah gelapnya perdaban Asia, Afrika dan Eropa. Bahkan jauh sebelum lahirnya renaissance. Hanya Islam, sebagai agama yang mampu mengawinkan teknologi dan iman sehingga menghasilkan peradaban baru demi kemaslahatan umat manusia. Lahirlah sebuah kegiatan belajar yang dinamakan Kuttab, Kuttab merupakan lembaga pendidikan yang mepelajari Al-Quran, Fiqh, Bahasa, Kesenian, dan lain-lain.
            Pada bab VI “Universitas Islam Dunia (Al-Qarawiyyin, Sankore, Al-Ahzar, & Zaitunnah), peradaban Islam telah menjadi inpirasi bagi perkembangan berbagai dispilin Ilmu dalam buku ini dijelaskan bagaiamana bukti peradaban sebuah pendidikan Islam yang maju sehingga melahirkan tokoh-tokoh intelektual.
 Kesimpulan
Setelah menelisik lebih jauh dan membaca buku ini, maka selaku pembaca dapat dengan mudah mengetahui kekurangan serta kelebihan dari buku ini, terlepas dari baik buruknya tentu setiap buah karya penulis tidak ada yang sempurna, terdapat sedikit kekurangan dalam buku ini seperti penulisan kata dalam kalimat terdapat kesalahan dalam pengetikan, dalam pembahasan terdapat sebuah foto yang kurang relevan dengan pokok pembahasan dan terdapat pilihan diksi yang kurang tepat dalam beberpa kalimat. Sedangkan yang menjadi keunggulan dari buku ini adalah dengan membaca buku yang tersusun secara sistematis ini memudahkan kita memahami rentetan sejarah pendidikan islam dengan baik, pokok bahasan yang serius tetapi ringan untuk dibaca sehingga dalam waktu satu hari dapat terselesaikan, ditambah dengan sumber-sumber refrensi yang sangat autentik sehingga sangat credible bagi kaum intelek, serta banyak pelajaran yang dapat diambil untuk masa depan Islam yang lebih baik jika belajar dari  buku ini.
           

0 komentar:

Post a Comment

Kami mengucapkan terimakasih atas kunjunganya di blog ini, silahkan berkomentar dengan bijak dan membangun keilmuan kita bersama, terimakasih.