Kursus Kejujuran



   



Kursus Kejujuran 



Oleh Liansyah 
Kejujuran adalah salah satu kebiasaaan yang baik, kejujuran adalah mengatakan sesuatu dengan benar, berkata dengan sebenar- benarnya, tidak ada unsur kebohongan atau manipulasi didalamnya. Menurut Albert kejujuran adalah mengakui, berkata atau memberikan sebuah informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. Sebagian kita tahu bersama bahwa sebelum nabi Muhammad di angkat menjadi Rasululah pada usia 40 tahun, ia telah di percaya kabilah-kabilah arab. Tepatnya yaitu pada peristiwa perselisihan peletakan Hajar Aswad pada sisi Ka’bah. Masing-masing dari kabilah merasa kabilahnya lah yang berhak meletakan Hajar Aswad disisi Ka’bah. Lalu Rasulullah dengan kearifanya menengahi perselisihan dan membuat keputusan yang bijaksana yaitu dengan meletakan hajar aswad di atas kain dan diangkat oleh perwakilan kebilah di empat sisi secara bersamaan dengan begitu akhirnya pertikaian dapat berakhir dengan damai. Beliau di percaya untuk menengahi pertikaian karena beliau memiliki sifat Al-amin dapat dipercaya, yang artinya adalah orang yang dapat dipercaya tidak mungkin akan berbohong, saking jujur nya Rasulullah musuh beliau pun mengakui kejujuruna rasulullah, tetapi fenomena kejujuran seperti Rasullulah sangatlah sulit di cari di era Modern ibarat mencari jarum dalam sekam, padahal kejujuran adalah sifat wajib bagi Rasulullah yang sangat Mulia. Rasulullah Saw bersabda “ Jujurlah kalian, karena kejujuran mendorong kepada kebaikan mengantar ke surga seseorang yang berkata jujur dan senantiasa yang berkata jujur dan senantiasa berlaku jujur, ia akan di catat ole Allah sebagai orang yang jujur” (HR. Muslim dan Tirmidzi). Dalam kondisi apapun dan dimanapun, seorang muslim dituntut mutlak untuk berlaku jujur, individu yang jujur adalah individu yang mampu menghargai apa yang dimiliki. Hati yang jujur akan menghasilkan sikap yang jujur pada prilaku sosial dan akan mendatangkan hal yang positif. Apabila kejujuran tidak ada dalam jiwa setiap individu maka sifat buas manusia akan nampak, dan akan menimbulkan sikap ketidak percayaan antara sesama manusia, jujur itu sangat dicintai Allah Swt, karenanya orang- orang beriman di tuntut selalu bersama orang jujur. Allah Swt berfirman “ Hai orang- orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur”(Q.S At-Taubah :119). Jelaslah lah bahwa Allah menghendaki orang yang beriman hendaklah mendekati orang- orang yang jujur/ benar, namun sebaliknya ketidakjujuran akan membawa muslim kepada jurang kenistaan dan dosa. Percuma cepat kaya jikalah ujung di penjara seperti budaya koruptor di Indonesia yang sangat sulit dihilangkan, Begitulah Allah menjelaskan sebuah kejujuran namun, tidak semua orang menganggap penting sebuah kejujuran. Bahkan di dunia bisnis, dunia Pendidikan maupun dalam keluarga, kejujuran semakin menjadi barang yang sangat langka. Disebabkan banyak pola pikir manusia tentang makna kejujuran maka di perlukan lah sebuah kursus atau pelatihan terhadap sebuah kejujuran yang dapat dilakukan dari sendiri diantaraya, kiat pertama dengan berpuasa, ketika berpuasa hanyalah dirinya dengan Allah yang mengetahui tingkat kejujuran Seorang hamba walaupun dia berkata dia berkata berpuasa seorang hamba tidak akan mengubah fakta bahwa di berpuasa atau tidak, oleh karena itu puasa akan melatih seorang hamba untuk selalu bersikap jujur. Kedua adalah jaga perkataan jika berbicara lakukanlah dengan hati-hati dan sebelum berbicara pertimbangan segala ucapan yang akan keluar dari mulut kita, karena setiap perkataan yang keluar tidak akan dapat ditarik kembali, waktu pun tak kan mungkin dapat kembali. Ketiga berushalah untuk mengatakan apa yang ada dipikirkan tanpa memanipulasi dan berbohong karena kebohongan tersebut lah yang akan menghancurkan kita sendiri. Bila hal tersebut kita amalkan maka akan memiliki sifat yang dapat di percaya yang selalu memancarkan aura karisamtik, banyak hikmah yang dapat kita petik dari bersikap jujur, jujur akan mengantarkan kesurga seperti yang disabdakan nabi Muhammad “ Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan akan mengantarkan ke surga... dan sungguh kebohongan akan mengantarkan kepada dosa, dan dosa akan mengantarakna kepada neraka (HR. Bukhari-Muslim) Jujur akan mengantarkan kepada ketenangan, dikarenakan selalu membawa kebenaran, sebaliknya para pembohong akan memabawa kebusukan dan kebusukan akan membawa kegelisahan dan akan dihantui oleh kebongan, hidupnya tidak akan tenang. Oleh karena itu kita sebagai makhluk yang lemah harus lah selalu membudayakan sikap jujur di dalam kehidupan sehari-hari karena kejujuran adalah perhiasan jiwa yang lebih berharga dari berlian.