Eksistensi Bahasa Indonesia


Eksistensi Bahasa Indonesia
Oleh Liansyah
            Indonesia sebagai negara multikultural, terdiri atas berbagai suku bangsa yang masing-masing mempunyai bahasa daerah sendiri dan beraneka ragam, seperti dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 1158 bahasa daerah yang diberi kode oleh BPS tahun 2010. Sebagai suatu bangsa yang hidup ditengah-tengah keberagaman diperlukan alat pemersatu agar ketidakharmonisan menjadi sesuatu yang padu.
            Bahasa Indonesia hadir dan menjadi bahasa resmi Rapublik Indonesia, juga  merupakan bahasa kesatuan, bahasa penghubung, bahasa pergaualan dan bahasa pengantar di sekolah-sekolah dari taman kanak-kanak sampai Perguruan tinggi. Bahasa Indonesia adalah bahasa kesatuan untuk segenap golongan dan semua lapisan masyarakat Indonesia.
            Latar belakang negara Indonesia dari segi sosial budaya, kebahasaan yang berbeda-beda. Sehingga bahasa Indonesia hadir untuk menjadi tali penghubung antardaerah dan antarbudaya, dan berkat adanya bahasa Indonesia, kita dapat berhubungan satu dengan yang lain sedemikian rupa sehingga kesalahpahaman sebagai akibat dari perbedaan tidak perlu dikhawatirkan, dilihat dari kedudukannya, bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa Nasional.
            Janganlah sekali-kali mengira bahwa berhasilnya bangsa Indonesia mempunyai bahasa resmi ini bagaikan anak kecil yang menemukan kelereng dijalan. Kehadiran bahasa Indonesia mengikuti perjalanan sejarah yang panjang, dan terbukti dengan tercetusnya inspirasi persatuan pemuda-pemudi Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928,  lantas apakah ada bedanya antara bahasa yang digunakan pada tanggal 27 Oktober 1928 dan bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928? Perbedaan wujud, baik struktur, sistem, maupun kosakata jelas tidak ada, yang berebeda adalah semangat dan jiwa bahasa sudah bersifat nasional, pada saat itulah jiwa nasionalisme akan bahasa Indonesia bangkit.
Hasil Perumusan Seminar Poltik Bahasa Nasional  pada tanggal 25 s.d. 28 Febuari 1975 Merumuskan bahwa sebagai suatu bahasa nasional,  bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) Lambang Kebangsaaan, (2) Lambang Identitas nasional, (3) Alat pemersatu suku bangsa yang berbeda latar belakang sosial, budaya, dan bahasanya, (4) alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya. Kedudukan ini didasarkan pada Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, pasal 36 a  yang berbunyi “Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia.” Landasan konstitusional ini memeberikan kedudukan yang kuat bagi bahasa Indonesia untuk digunakan dalam berbagai urusan kenegaraan dan dalam menjalankan kehidupan berbangasa dan bernegara.
Menciptakan masyarakat yang cinta bahasa, merupakan sasaran utama dalam pembangunan negeri ini, maka salah satu program yang paling cocok dalam pengajaran bahasa Indonesia adalah lembaga- lembaga pendidikan, tujuan pengajaran sendiri ialah agar penuturnya memiliki: keterampilan berbahasa Indonesia, pengetahuan yang baik mengenai bahasa Indonesia, dan sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Keterampilan bahasa Indonesia meliputi keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Pengetahuan bahasa menyangkut pengetahuan tentang lafal, ejaan, istilah, dan kaidah bahasa Indonesia, sedangkan sikap positif meliputi bangga, setia, dan terdorong menggunakan bahasa Indonesia.
Bukan hanya bahasa Indonesia yang harus kita kuasai, perlu juga menamkan prinsip yang di canangkan oleh Balai Bahasa “Utamakan Bahasa Indonesia, Pelihara Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing. Bahasa yang di gunskan harus disesuaikan dengan penempatanya, bahasa daerah diperlukan untuk mengekpresikan budaya suatu daerah, bahasa Indonesia digunakan sebagai bukti jati diri bangsa dan bahasa asing diperlukan dalam lingkup dunia Internasional.
Oleh karena itu mari kita lakukan usaha dalam mempertahankan eksistensi bahasa Indonesia,bahasa daerah dan bahasa asing serta menanamkan sikap positif pemilik dan pemakainya, kita lanjutkan titah dari sumpah suci pada tanggal 28 Oktober 1928, maka dari itu saya mengajak semua lapisan masyarakat, keluarga, sekolah dan diri sendiri harus menunjang kesuksesan dari bahasa Indonesia dan menjunjung tinggi bangsa indonesia memalui berbahasa indonesia yang benar. Ini adalah tugas kita bersama untuk memberikan perubahan.