TRAGEDI 0 BUKU DI INDONESIA
Image result for gambar animasi buku malas baca
sumber gambar : http://www.gambaranimasi.org
Oleh Liansyah
Di lansir dalam riset yang di lakukan oleh Taufik Islmail (Sastrawan Senior) mengenai kewajiban anak SMA atau sederajat membaca buku sastra,dalam hal ini tidak ada kewajiban membaca yang di lakukan pemerintah atau pemegang kebijakan pendidikan mulai dari kepala Dinas mengabaikan pentingnya membaca buku  didukung oleh sebuah fakta atau temuan dari berbagai lembaga yang melakukan studi tentang hal tersebut. Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2009 melakukan studi tentang minat baca terhadap 65 negara. Dari studi PISA tersebut, Indonesia menempati urutan ke-57 dari 65 negera yang di survey tentang minat baca. Indonesia masih kalah dengan Thailand, yang menempti posisi ke-50. Bila dibandingkan dengan Jepang, jarak Indonesia semakin lebih jauh. Jepang menempati posisi ke-8 dalam hasil survei tersebut. Studi yang sama juga dilakukan oleh The United Nations Development Programme (UNDP) terhadap minat baca beberapa negara di dunia. Tidak jauh berbeda dengan temuan PISA sebelumnya, dari temuan UNDP tersebut, Indonesia menempati posisi ke-96. Urutan tersebut memaksa dahi kita berkerut. Memaksa kita mengelus dada; minat baca kita berada pada posisi titik nadir.
Image result for gambar animasi buku malas baca
sumber gambar infokece.com
            Pendidikan di Indonesia hanya mementingkan memakai alas kaki apa dari pada berapa buku yang di bacanya lebih peduli terhadap pakaian, Negara tetangga kita thailand mewajibkan untuk anak SMA membaca minimal 5  judul buku dalam masa pendidikan, Malaisya dengan 6 judul buku, Jepang dengan 15 judul buku sedangkan kita dengan bangganya “0”judul buku. Tragedi nol buku ini sama dahsyatnya dengan bencana tsunami yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Nangro Aceh Darussalam bila bencana tsunami korban fisik lebih besar, maka tragedi nol buku ini menghancurkan dari dimensi karakter dan mentalitas. Sama dengan kekhawatiran kita bersama tentang perluasan dan penyebaran penggunan narkoba yang kian membesar. Buku, demikian besar pengaruhnya dalam menentukan arah dan kebesaran sebuah peradaban. Tidak heran bila banyak negara begitu peduli terhadap minat baca bangsanya. Berbagai langkah dan upaya dilakukan agar minat baca warganya meningkat. Berbagai stimulus diberikan untuk mendorong agar warganya memiliki kebiasaan atau budaya membaca. Kita bisa mencontoh Jepang dalam membangun budaya baca warganya. Di Jepang ada program atau gerakan yang bernama 20 minutes reading of mother and child. Gerakan atau program ini mengharuskan seorang ibu utuk mengajak anaknya membaca buku 20 menit sebelum tidur. Ini merupakan salah satu contoh dari dalam meningkatkan budaya bacawarganya. 
            Implikasi kewajiaban membaca buku dalam upaya mencegah tregedi 0 buku “Seseorang kehilangan kontak dengan kenyataan Bila tidak dikelilingi buku-bukunya
[Francois Mitterand, Presiden Perancis, 1982]”  Asupan pengetahuan pada anak pun kurang secara jumlah dan kualitasnya. Semakin sedikit bacaan, semakin sempit wawasannya, semakin dangkal pengambilan keputusannya. Dampak kedua,  tanpa kegemaran membaca maka tak ada pembelajaran berkelanjutan. Iya, membaca buku hanya ketika ada kewajiban di sekolah-kampus. Setelah itu membaca jadi aktivitas yang dijauhi dan dilupakan. Bahkan bisa jadi, membaca buku jadi aktivitas yang dibenci.Dampak ketiga, anak tidak merasakan manfaat dari gemar membaca buku sastra ada memperkaya kosa kata anak, membuat anak belajar tentang keragaman, problem solving, dan wawasan berbagai tempat, memahami pola perilaku orang dan cara berinteraksi, terakhir, melatih imajinasi dan kreativitas anak,
langkah yang paling dasar untuk keluar dari tragedi ini adalah dengan menjadikan ini sebagai tragedi nasional. Menjadikan ini sebagai kesadaran kolektif bangsa, bahwa kita sedang dihantui sebuah tragedi Nasional.








“Kampanye Media Online dalam Merespon Intoleransi dan Kekerasan Atas Nama Agama”

Image result for gambar medsos
sumber gambar nasioanl.sindonews.com

Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa arus percepatan informasi tidak dapat terbendung lagi oleh batas teritorial suatu negara. Globalisasi dan perkembangan teknologi Media Online di Dunia semakin berkembang mulai dari Faceboook, Twiter, WhatsApp, Instagram , Path, Gmail dll atau dalam istilahnya adalah Pribumi Digital. Sejatinya media online ini memiliki peran penting sebagai sarana untuk memicu perdamaian dan mengaklarifikasi cerita yang lebih autentik, namun beberapa pemberitaan  menampilkan informasi yang kurang sedap untuk dikonsumsi sebagai sebuah berita apalagi dalam merespon perbuatan intoleransi

  Merespon sikap intoleransi yang tidak benar merupakan cikal bakal terjadinya kekerasan dan radikalisme, intoleransi sendiri merupakan praktik keberagaman yang terjadi atau sebuah perselisihan tidak menghargai agama lain. Berbagai keajadian berabau SARA bagi sebagian orang seolah masih sulit menyikapi berbagai masalah atau informasi dengan  baik dan bijak. Ada beberapa kasus intoleran contohnya pembakaran Vihara di Tanjung Balai atau konflik Sunni dan Syiah di Madura ini adalah akibat dari kurang memahami sikap toleransi. Sikap intoleransi dapat diibarakan seperti api yang dibalas api, atau dalam istilah sosial budaya  disebut etnosentrisme yaitu anggapan bahwa dia mencintai kelompoknya yang paling hebat dan paling dicintainya dan menganggap yang lain lemah, ketika negara mencoba membangun mulikultularisme yang diharmonikan dengan bunga toleransi ada kelompok tertentu yang justru merusaknya dengan kasus intolerasi.

Hal yang tidak terlupakan bahwa kasus yang mengatas namakan agama menurut data wahid institute tahun 2012 telah terjadi 274 kasus kekerasan atas nama agama ,apalagi pada tahun 2018 sekarang peningkatan terus terjadi, ada beberapa faktor yang dapat membuat hal ini terjadi faktor internal adalah karena adanya keterbatasan pengetahuan oleh pemeluk agamanya, sehingga memunculkan pemahaman yang bersifat tekstual  tanpa memahami lebih dalam dengan kajian yang berbeda. Dampaknya mereka menjadi lebih fanatik dan mengenaympingkan pandangan lebih mendalam terhadap teks, dogma dan symbol ini merupakan sikap berbahaya dan berpotensi besar untuk melahirkan kekerasan dan anarkisme.

Tersebab hal tersebut diperlukan upaya nyata dengan menanamkan sikap terbuka terhadap agama lain, inklusif, toleran dan pluralis, pandangan seperti ini akan membawa kita kepada sebuah kesadaran akan relavitas agama-agama, dimana kita dapat membawa perdamaian, berangakat dari perbedaan yang ada di Indonesia kita harus menanamkan sikap toleransi yang lebih tinggi dengan mengamalkan landasan konstitusional dan Dasar negara Republik Indonesia atau Pancasila jikalah terjadi kekerarsan atas nama agama sebagai warga negara yang baik kita harus  lebih bijak bagaimana kita melihat jangan disalahkan agama yang dianut oleh orang tersebut namun lihat lah dari prepektif yang berbeda karena sejatinya semua agama mengajak dan menyeru kejalan perdamaian.
Image result for gambar medsos
sumber gambar  : ahlulbaitindonesia.or.id
Pendorong hal tersebut adalah media online sebagai hasil dari perkembangan teknologi komunikasi yang tentunya berpengaruh terhadap kehidupan manusia baik dalam hal ekonomi, social, budaya dan juga politik, terlebih khusus media online dapat digunakan sebagai sarana kampanye karena lebih bersifat global artinya bukan hanya satu orang yang dapat membaca melainkan berjuta-juta pengguna Medsos dapat membacanya, ini dapat membangun kemampuan untuk memberikan informasi seputar penanaman sikap toleransi beragama, agar dapat terecegahnya sikap kekerasan yang dapat menanmkan paham radikalisme. Sebagi insan yang selalu ingin berguna untuk orang lain sebaiknnya kita menggunakan media online dengan bijak jadikan kanlah Sosial Media menjadi sarana untuk berbagi hal positif untuk Indonesia Maju.
     
     
     




Psikologi Pendidikan
Image result for gambar psikologi pendidikan
stelaramis.co.id
Psikologi Pendidikan
Oleh : Liansyah
Pengertian dan Dedenisi Psikologi, dalam kehidupan sehari- hari sering kita mendengar “Psikologi” sebuah kata yang asing tetapi apabila kita telaah lebih dalam mengandung makna yang kuat berkaitan dengan hubungan antara manusia dan lingkungannya. Psikologi berasal dari bahasa yunani yaitu Psychy yang artinya jiwa dan logos artinya ilmu. Secara etimologi psikologi artinya ilmu yang mempelajari jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, proses maupun latar belakang. Jiwa secara harfiah berasal dari kata Jiv, yang berarti lembaga, (levensbeginsel),  atau daya hidup (levenscacht).
Pengertian Psikologi menurut Muhibbin Syah (2001), Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubunganya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berpikir, berkeyakinan, berperasaan, dan lain sebagainya. Dari beberapa defenisi tersebut dapat disimpulkan bahwa penegertian Psikologii adalah ilmu pengetahuan yang memepelajari tentang tingkah laku manusia, baik secara individu maupun hubunganya dengan lingkungan sekitar.
Defenisi Pendidikan, Pendidikan secara harfiyah adalah usaha sadar yang dilakukan oleh pendidika terhadap peserta didik, untuk mewujudkan tercapainya perubahan tingkah laku, budi pekerti, keterampilan, dan kepintaran secara intelektual, emosional dan spritual. Pendidikan berasal dari kata didik, mendidik berarti memlihara dan membentuk latihan dan proses perkembangan potensi manusiawi dan proses pewarisan kebudayaan. Poerbawaktja dan Harapan dalam Muhibbah Syah (2001), Pendidikan merupakan usaha sadar secara sengaja dari orang dewasa untuk meningkatkan kedewasaan yang selalu diartikan sebagai kemapuan untuk bertanggung jawab terhadap perbuatanya, dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah proses menumbuh kembangkan seluruh kemampuan dan prilaku manusia melalui proses belajar mengajar.
Prilaku Pendidikan,  Prilaku Pendidikan diwujudkan oleh semua elemen pendukung dalam dunia pendidikan seperti Pendidik: Guru, Dosen, dsb, Peserta didik : Murid, Mahasiswa, Siswa, santri, dsb,  Pengelola Pendidikan dsb. Untuk itu sangat diharapkan agar semua eleme dapat terlibat langsung secara efektif dan efesien sesuai dengan landasan dan tujuan yang ingin dicapai.
Defenisi Psikologi Pendidikan,  Psikologi Pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhuubungan dengan penerapan penegtahuan tentang prilaku manusia untuk usaha- usaha kependidikan, Psikologi Pendidikan adalah perkembangan dari psikologi perkembangan dan psikologi sosial digunakan di psikologi pendidikan.
Psikologi Pendidikan mempelajari bagaimana manusia belajar dalam setting pendidikan, keefektifan sebuah pengajaran, cara mengajar, dan pengelolaan organisasi sekolah. Menurut elliot dkk menyatakan bahwa Psikologi Pendidikan merupakan penerapan teori-teori psikologi untuk mempelajari perkembangan belajar, motivasi, pengajaran dan permasalah yang muncul dalam dunia kependidikan. Psikologi Penidikan pada asasnya adalah sebuah disiplin psikologi yang khusus mempelajari, meneliti, dan membahas seluruh tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses pendidikan, dan yang diterapkan di dalam dunia kependidikan.
Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan,  secara garis besar, banyak ahli yang membatasi pokok bahasan psikologi pendidikan menjadi tiga macam. 1. Pokok bahasan mengenai belajar yang meilputi teori, prinsip, dan ciri-ciri, khas prilaku belajar siswa dan sebagainya. 2. Pokok bahasan mengenai proses belajar, yakni tahapann perbuatan dan peristiwa yang terjadi dalam kegiatan belajar siswa. 3. Pokok bahasan mengenai situasi belajar, yakni suasana keadaan lingkungan baik bersifat fisik maupun nonfisik yang berhubungan dengan kegiatan belajar siswa. Sementara menurut  Samuel Smith, Pengetahuan tentang Psikologi Pendidikan ( The Science of Educational Psychology), Herederitas atau karakteristik (herederity) ,  Lingkungan yang bersifat fisik ( Physical Structure), Perekembanagan siswa (Growth), Tingkah laku (behavior process), hakikat dan ruang lingkup belajar (nature and scope of learning), faktor yang mempengaruhi belajar(factor that conditions), hukum dan teori belajar (laws and theories of learning), yakni prinsip dan batasan pengukuran (measurement: basic principal and defenition), IQ transfer belajar ( Transfer of learning), dll.
Image result for gambar psikologi pendidikan
kreatifitas-dalam psiologi pendidikann.blogspot.com
Manfaat Psikologi Pendidikan, agar para pengajar dalam melaksanakan proses belajar mengajar dapat mengetahui perbedaan individu peserta didik, agar para pengajar dapat memperlakukan peserta didik sama rata, sama rasa tidak membedakan anatara peserta didik yang satu dengan yang lain, agar dapat membantu guru dalam memahami prosesdan masalah pendidikan serta mengatasi masalah tersebut, guru dapat melaksanakan proses pendidikan dan proses belajar mengajar secara efesien dan efektif.
Review Buku Psikologi Pendidikan BAB I, Karya Dwi Prasetia, S.Psi.,Mpd, dkk. Pereview Mahasiswa Pendidikan Agama Islam semester III IAIN Pontianak.


Gender dan Orientasi Seksual yang Menyimpang, Perusak Eksistensi Manusia Benarkah?
Oleh : Liansyah



Secara absolut Tuhan menciptakan manusia dengan dua kategori perempuan dan laki-laki terpandang secara bilogis, namun dengan adanya keberagaman yang kompleks justru terjadi beberapa paham yang  merekonstruksi dirinya menjadi gender yang beralawanan dari kenyataan. Sejak masa pubertas  manusia juga memiliki hasrat terpendam serta cenderung memiliki kekuasaan terhadap hasrat tersebut namun menurut budaya, agama dan hukum hanya ada dua jenis kelamin yang diakui  yaitu dia perempuan apabila memiliki vagina serta rahim dan diakui laki-laki apabila memiliki penis serta sperma, adalah sebuah penyimpangan terhadap orientasi seks apabila mengekspresikan seksual ke tempat yang berbeda seperti yang dilakukan oleh paham atau nama kerennya LGBT ( Lesbian Gay Biseksual dan  Transgender). Sebuah pertanyaan besar apakah ini menyimpang simak alasanya?
1.      Ketentuan yang Terbentur dengan Realita
Image result for gambar gender
sumber gender-roles.com
Sepanjang sejarah berbagai elemen masyarakat memberikan istilah tersendiri terhadap kaum LGBT seperti di daerah Melayu kabupaten Sambas Kalimantan Barat menyebut mereka Transgender yang mengubah kodrat dari laki-laki menjadi perempuan itu dengan istilah Bencong, ini merupakan bentuk cemooh dari masyarakat sedangkan dalam budaya nasional dikenal dengan waria secara sadar mereka menentang ketentuan yang telah diciptakan oleh Tuhan karena telah menyebrangi ketentuan dan sebuah akibat  fatal adalah tanatan ekosistem manusia akan hancur diakibatkan orientasi seksual yang berebeda.
2.      Kuam Gay ini Wahyu Allah tentang Anda?
Sebuah peringatan keras tentu telah diluncurkan oleh Allah Swt, bahkan dalam catatan sejarah hal ini pernah terjadi dan baru muncul pada zaman nabi Luth AS, gay sendiri adalah istilah untuk akktifitas dari menyalurkan seksual kepada sesama jenis atau sodomi. Sodomi adalah memasukan kepala dzakar kedalam dubur pria, nah perbuatan ini lah yang disebut orientasi seksual yang salah, padahal secara fakta dubur sendiri adalah tempat keluarnya kotoran manusia, kembali ke cerita nabi Luth, Allah taala berfirman “dan kami telah mengutus nabi Luth kepada kaumnya. Ingatlah ketika ia berkata kepada mereka : mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang hina yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun didunia ini sebelum kalian ( Q.S AL Araf : 80)”. Akan kah sejarah terulang kembali sebagai insan yang sempurna kita harus belajar kepada sejarah karena hakikat sejarah sendiri adalah sebagai bahan pelajaran untuk masa yang akan datang, sahabat yang mulia sudah tau bagaimana dan apa yang terjadi kepada mereka “ Maka kami jadikan bagian atas kota itu tebalik kebawah dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras”( Q.S Al Hijr : 74). Itulah yang yang akan terjadi sebuah azab yang pedih.
3.      Bagaiamana dampak terpendam dari LGBT
Image result for gambar gender
sumber Qureta.com
Sungguh mengejutkan bukan mereka menciptakan sebuah varian baru dari manusia, inilah sumber masalah pelik yang kita hadapi, apakah LGBT Hak Keberagaman atau paham perusak eksistensi manusia?, sebuah hukum yang berlaku di seluruh dunia menurut asalnya adalah “ ikatan batin antara pria dan wanita harus tetap terjalin dalam mengarungi bahtera rumah tangga dan ini dia kunci terpenting adalah menghasilakan penerus bangsa (keturunan)” lalu bagaimana jika penerus terhenti. Apakah LGBT dapat menghasilkan keturunan ,tidak  mungkin. Menurut penelitian itu takkan pernah terjadi bahkan akan datang sebuah virus yang disebut dengah HIV/AIDS, sifillis dan Gonrohoe dll. Teruntuk kaum LGBT kembali lah kejalan kodrat ynag benar, percaya bahwa Tuhan itu adil, jalani hidup dan ikuti alurnya.

Sebuah kesimpulan dari esai ini adalah realitas terhadap seks, gender dan orientasi seksual adalah sebuah problem yang berkepanjangan bahkan sudah dimulai sejak awal peradaban manusia, banyak dari mereka yang merekrontruksi diri mereka yang bertentangan dengan asalnya, keberagaman gender yang kompleks bukan hanya dipandang dari aspek liberal atau kebebasan dalamberbagai hal tanpa ada sekatan yang menyelamatkan ketimpangan tersebut. Jika manusia seperti ini siapa yang akan menghasilkan keturunan dimuka bumi akan kah eksistensi manusia sirna. Jawabanya ada pada dirimu.






“Hakikat Kembali”
Oleh Liansyah
Takdir telah terukir bahkan setelah pertama kali menghirup napas di Bumi yang renta ini. Takdir untuk kembali ke perjalanan panjang menuju alam berikutnya, kepada siapakah kita kembali? Kehidupan yang selama ini tertata seperti ekosistem, keagungan yang dipuja, mahkota yang diperebutkan sirna ketika  sang pencipta memanggilmu, apa yang akan kita bawa wahai jiwa yang renta akan kesombongan.
Image result for hakikat kembali
Dalam menapaki kehidupan yang fana ini bagaiamana kita akan mencapkan cakar dan  berjalan di atas bumi dengan penuh rahmat serta amal kebajikan sungguh tiada hal yang akan kita bawa selain amal dan dosa yang kita perbuat, inginkah kita mati dalam keadaan bermakisat kepada Allah, inginkah kita mati dalam keadaan berlumur dosa bagai bangkai yang bernyawa atau mati dalam keadaan khusnul khatimah.
Namun yang terpenting adalah bagaimana wujud pengabdian kita kepadaNya sesuai dengan perintah Allah dalam Alquran tentang hakikat penciptaan manusia “ Sungguh tidak kuciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk mengabdi kepadaKu”  Q.S Aldzariyat, inilah dia yang harus kita lakukan dan apa yang harus diupayakan untuk perbekalan yang sempurna kepada Sang Pencipta.
Allah telah melihatkan keagunganNya Rahman dan Rahim kepada alam semesta serta ciptaaNya. Masih ingatkah  “sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepadanya kita kembali” yang namanya kematian tentu tidak tau kapan akan datang, kehidupan yang semula pasti hancur tak bersisa, namun kita haruslah beriman kepada Allah dan senatiasa bermunajat kepadaNya, bersahalawat kepada Rasulullah Muhammad SAW berharap mendapat syafaat di hari kiamat kelak.
            Tidak sedikit dari kita sering melupakan atau mengabaikan beban kewajiban masih mampukah bendungan yang selama ini menampung dosa menahannya atau setiap hari harus kita tambah agar membajiri kota kebaikan, dan kebaikan akan tenggelam oleh bendungan yang kita ciptakan sendiri, pantaskah kita merebut jubbah kesombongan yang seharusnya hanya Allah yang memilikinya.
            Teringat aku dengan kisah Firaun yang dengan kesombongan dan keangukahanya menanggap dialah yang berhak disembah sampai mengakui bahwa dia adalah Tuhan, banyak budak yang mengabdi kepadanya jika tidak maka tak segan tangan untuk merenggut urat lehernya. Diakhir hayatnya barulah ia teringat akan dosa dan kesalahan fatal yang ia perbuat, akankah Allah menerima taubatnya, tentu tidak bukankah sudah jelas Allah melihatkan peringatan dan keagungan kepadanya.
            Maukah kita mati dalam keadaan seperti Firaun dan sudah dicap akan berada di neraka, sudah jelas bahwa sejarah dimasa lalu tidak seharusnya terulang dimasa kini kita harus memetik hikmah disetiap sejarah,pengalaman atau pun setiap perjalanan yang kita lalui untuk membantu dalam mengekapkan layar menjelajahi belantara ketidaktahuan.
            Tulang kita mungkin akan hancur, wajah akan dipenuhi belantung, raga mungkin tak berupa namun ruh yang kita bawa untuk kembali kepadamu pasti menjajaki dialam berikutnya. Tak peduli kau atau aku mati dalam keadaan tertembak,tenggelam, terbakar, atau termakan binatang buas pada akhirnya hanya amal dan dosa yang akan kita bawa. Cinta kepada Allah lah yang menerangi  cakrawala kehidupan, memainkan peran yang mendalam pada jiwa dan jasmani manusia.


           
           
           




Eksistensi Bahasa Indonesia
Oleh Liansyah
            Indonesia sebagai negara multikultural, terdiri atas berbagai suku bangsa yang masing-masing mempunyai bahasa daerah sendiri dan beraneka ragam, seperti dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 1158 bahasa daerah yang diberi kode oleh BPS tahun 2010. Sebagai suatu bangsa yang hidup ditengah-tengah keberagaman diperlukan alat pemersatu agar ketidakharmonisan menjadi sesuatu yang padu.
            Bahasa Indonesia hadir dan menjadi bahasa resmi Rapublik Indonesia, juga  merupakan bahasa kesatuan, bahasa penghubung, bahasa pergaualan dan bahasa pengantar di sekolah-sekolah dari taman kanak-kanak sampai Perguruan tinggi. Bahasa Indonesia adalah bahasa kesatuan untuk segenap golongan dan semua lapisan masyarakat Indonesia.
            Latar belakang negara Indonesia dari segi sosial budaya, kebahasaan yang berbeda-beda. Sehingga bahasa Indonesia hadir untuk menjadi tali penghubung antardaerah dan antarbudaya, dan berkat adanya bahasa Indonesia, kita dapat berhubungan satu dengan yang lain sedemikian rupa sehingga kesalahpahaman sebagai akibat dari perbedaan tidak perlu dikhawatirkan, dilihat dari kedudukannya, bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa Nasional.
            Janganlah sekali-kali mengira bahwa berhasilnya bangsa Indonesia mempunyai bahasa resmi ini bagaikan anak kecil yang menemukan kelereng dijalan. Kehadiran bahasa Indonesia mengikuti perjalanan sejarah yang panjang, dan terbukti dengan tercetusnya inspirasi persatuan pemuda-pemudi Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928,  lantas apakah ada bedanya antara bahasa yang digunakan pada tanggal 27 Oktober 1928 dan bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928? Perbedaan wujud, baik struktur, sistem, maupun kosakata jelas tidak ada, yang berebeda adalah semangat dan jiwa bahasa sudah bersifat nasional, pada saat itulah jiwa nasionalisme akan bahasa Indonesia bangkit.
Hasil Perumusan Seminar Poltik Bahasa Nasional  pada tanggal 25 s.d. 28 Febuari 1975 Merumuskan bahwa sebagai suatu bahasa nasional,  bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) Lambang Kebangsaaan, (2) Lambang Identitas nasional, (3) Alat pemersatu suku bangsa yang berbeda latar belakang sosial, budaya, dan bahasanya, (4) alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya. Kedudukan ini didasarkan pada Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, pasal 36 a  yang berbunyi “Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia.” Landasan konstitusional ini memeberikan kedudukan yang kuat bagi bahasa Indonesia untuk digunakan dalam berbagai urusan kenegaraan dan dalam menjalankan kehidupan berbangasa dan bernegara.
Menciptakan masyarakat yang cinta bahasa, merupakan sasaran utama dalam pembangunan negeri ini, maka salah satu program yang paling cocok dalam pengajaran bahasa Indonesia adalah lembaga- lembaga pendidikan, tujuan pengajaran sendiri ialah agar penuturnya memiliki: keterampilan berbahasa Indonesia, pengetahuan yang baik mengenai bahasa Indonesia, dan sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Keterampilan bahasa Indonesia meliputi keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Pengetahuan bahasa menyangkut pengetahuan tentang lafal, ejaan, istilah, dan kaidah bahasa Indonesia, sedangkan sikap positif meliputi bangga, setia, dan terdorong menggunakan bahasa Indonesia.
Bukan hanya bahasa Indonesia yang harus kita kuasai, perlu juga menamkan prinsip yang di canangkan oleh Balai Bahasa “Utamakan Bahasa Indonesia, Pelihara Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing. Bahasa yang di gunskan harus disesuaikan dengan penempatanya, bahasa daerah diperlukan untuk mengekpresikan budaya suatu daerah, bahasa Indonesia digunakan sebagai bukti jati diri bangsa dan bahasa asing diperlukan dalam lingkup dunia Internasional.
Oleh karena itu mari kita lakukan usaha dalam mempertahankan eksistensi bahasa Indonesia,bahasa daerah dan bahasa asing serta menanamkan sikap positif pemilik dan pemakainya, kita lanjutkan titah dari sumpah suci pada tanggal 28 Oktober 1928, maka dari itu saya mengajak semua lapisan masyarakat, keluarga, sekolah dan diri sendiri harus menunjang kesuksesan dari bahasa Indonesia dan menjunjung tinggi bangsa indonesia memalui berbahasa indonesia yang benar. Ini adalah tugas kita bersama untuk memberikan perubahan.

           
           


           











Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Indonesia Melihat.
KemenkesRI


Temu Blogger Kesehatan 2017
Dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Hotel Harris Pontianak pada hari Kamis 12 Oktober 2017, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, memaparkan bagaimana menjadi seorang yang berpengaruh dalam menyemarakan gerakan Masyarakat Sehat (Germas), bagaimana sebuah system dari kesehatan yang ada di Indonesia harus berjalan, permasalah utama yang dihadapai adalah bagaimana akses kesehatan yang kurang memadai, permasalah ini adalah suatu masalah yang besar sebgai contoh di pedalam papua terdapat seorang ibu dari sebuah keluarga dia memiliki  penyakit yang bernama katarak penyakit ini sudah diderita nya selama 20 tahun padahal jika ada sebuah akses kesehatan maka keesokan harinya ibu itu dapat melihat kembali. Betapa sulit untuk menyembuhkan jika layanan kesehatan tidak ada, kebahagian ketika m elihat sirna selama 20 tahun dan bersyukur sekarang ibu tadi sudah dapat memperbaiki mata nya berkat usaha dan ikhtiar sehingga Dokter Kesehatan Mata dapat mengobati. Pada kesempatan ini ibu Kementerian Kesehatan Republik Indonseia cabinet Pak Jokowi-JK, kemudian beliau sempat mengadakan dialog dengan beberapa peserta dan membuat efuria di ruanagan menjadi lebih semarak, tentu beliau berpesan “ kalian harus sadar bahwa kesehatan itu mahal, ayo jaga kesehatan mulai dari diri sendiri”.
#WSD2017
#IndoenesiaMelihat
@KemenkesRI





Bersama Manteri Kesehatan Republik Indonesia